Terungkap! Prabowo Kerahkan TNI Kawal Kejaksaan Saat Bos Sritex Ditangkap, Ternyata Ada Peran Geng Solo "Mase" di Mega Korupsi Bansos?
https://t.co/I1SGzBPyPB
"Des 2024, sentimen negatif terhadap ijazah Jokowi itu 40%. Mei 2025 sudah mencapai 90%.
Kurang dari 10% yang percaya bahwa ijazah Jokowi asli.
#AdiliJokowiMendunia
Puslabfor bilang "asli", masyarakat membacanya kebalikannya, "palsu""(RH)
#AdiliJokowiMendunia
Momen ketika Jokowi berkunjung dan sungkem kepada Dosen Pembimbing Skripsi
Eh salah
Dosen Pembimbing Akademik
Eh salah
Asisten Dosen!
Alhamdulillah di usia senja, Pak Kasmudjo masih berkesempatan bicara jujur, bahwa di kurun tahun 1980-1985, beliau masih berstatus Asisten Dosen, sama sekali belum layak menjadi Dosen Pembimbing Skripsi, apalagi menjadi Dosen Pembimbing Akademik.
Untung Pak Kasmudjo sudah berniat untuk jujur.
Sayang tamunya tidak.
LONDO IRENG, KADAL BUNTUNG, PRIBUMI PENGKHIANAT INI WAJIB DI PENJARA SANGAT MERESAHKAN DAN BUAT GADUH SE INDONESIA RAYA... ‼️
#AdiliJokowiMendunia#AdiliJokowiMendunia
🆘🆗
Kuman TBC menular melalui udara
Saat penderita TBC batuk, maka tetesan ludah yg mengandung kuman TBC akan menyebar melalui udara, masuk ke saluran napas orang sehat di sekitarnya.
Jadi pencegahan yg utama TBC adalah ;
Penderita TBC saat di keramaian, terutama area publik dg ruang tertutup, harus menggunakan MASKER, menutup mulut saat batuk dan jangan buang dahak sembarangan.
Meski 100 jilid vaksin pun, tetap kuman TBC akan masuk ke saluran napas, jika pintu masuknya ( saluran napas ) tidak ditutup
Vaksin hanya memicu tubuh membentuk kekebalan (antibodi) terhadap bakteri penyebab, bukan mencegah kuman dari luar masuk saluran napas.
Jadi, Vaksin bukan untuk mencegah penularan penyakit.
Vaksin juga bukan satu-satunya cara agar hidup tetap sehat.
Saya setiap hari berkutat dg pasien TBC, karena saya memang dokter ahli paru
Diakui memang kasus TBC naik sejak akhir pandemi lalu, tapi masih biasa saja, belum gawat darurat, bukan pula sampai pandemi.
Banyak faktor penyebab naiknya kasus TBC saat ini.
Salah satunya krn saat pandemi covid lalu, banyak pasien yg putus berobat, mereka banyak yg takut ke Rumah sakit sehingga akhirnya banyak yg jadi sumber penularan ke orang sekitar.
Area publik dan sarana tranportasi saat ini rata-rata ruangan tertutup, ber AC, shg tidak ada cahaya matahari,
dan ventilasi udara juga kadang kurang memadai,
Sehingga tempat ini menjadi area sumber penularan kuman TBC, jika ada penderita TBC yg batuk atau buang dahak disana.
Sebenarnya kuman TBC sendiri bisa mati ketika kena cahaya matahari.
Obat-obat TBC walau murah, tapi beberapa tahun terakhir sering langka,
saya kira sedikit banyak ini juga ikut menyumbang angka naiknya kasus TBC.
Banyak lagi hal yg ikut menyebabkan angka TBC naik saat ini.
Saya berharap apa yg saya tulis secara jujur ini, suai fakta di lapangan, bisa menjadi bahan pertimbangan kebijakan terkait vaksin TBC yg baru.
Saya mendukung kemajuan dunia kedokteran, demi Indonesia sehat
Saya tidak tahu seperti apa vaksin ini, jadi saya belum ada pendapat untuk menolak atau mendukung vaksin ini
Tapi saya rasa tidaklah sepatutnya untuk menjadikan vaksin TBC yg baru sbg syarat wajib perjalanan, apalagi jika sampai menjadi syarat administratif spt halnya vaksin covid pandemi lalu.
Harapan pada pemerintah, mohon jangan ada pemaksaan..karena saat ini bukan pandemi
Biar rakyat memilih cara mereka sendiri untuk tetap sehat
Mengapa fotokopi ijazah yang ditampilkan?
Hal yang mencengangkan ketika Konferensi Pers Bareskrim atas hasil Puslabfor yang dilaporkan Kamis, 22 Mei 2025 adalah:
Penampilan fotokopi dari ijazah yang dipresentasikan di layar raksasa. Mengapa bukan ijazah asli atau foto ijazah aslinya yang dizoom sedemikian besar. Sekali lagi, mengapa foto dari fotokopi ijazah?
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan dari saya:
Dimana posisi dokumen primer, ijazah asli yang seharusnya merupakan objek penelitian Puslabfor, yang dengan konferensi pers ini, Bareskrim menyelenggarakannya sebagai media untuk publik melakukan audit terjadap ijazah asli tersebut, yang merupakan mandat dari UU Keterbukaan Publik no 14 tahun 2008?
Apakah Bareskrim dengan Puslabfornya telah menggunakan eksaminasi dengan metode digital forensik yang valid, reliabel dengan demikian memenuhi kaidah trustworthy dan hasilnya bisa diuji dan memberi hasil yang sama sehingga bisa digeneralisasi, atau sebetulnya hanya menjalankan sebuah proses eksaminasi administratif formil belaka?
Apakah Bareskrim betul-betul menggunakan metodologi uji forensik analog terhadap spesimen analog yaitu Ijazah asli dan bukan fotokopi, dan tidak menjalan uji forensik digital terhadap spesimen digital, yaitu foto dari fotokopi ijazah sebagaimana yang ditampilkan dalam layar lebar?
Apakah Bareskrim telah melakukan pendekatan epistemik forensik yang mengungkap secara metodologis metadata metasintesis terhadap asal muasal sumber uji, arsip, proses validasi, pembandingan dengan gold standart yang menjalan randomisasi ketat,
Atau sesungguhnya hanya sekedar melakukan pendekatan prosedural belaka?
Sekali lagi, saya tercengang dan sulit memahami, mengapa yang ditampilkan di layar raksasa, adalah foto dari fotokopi ijazah?
Foto dari fotokopi ijazah?
Sekali lagi, foto dari fotokopi ijazah?
Bareskrim, ada yang anda takuti?
https://t.co/jh3qeHtP7B
Silakan simak skenario lengkap dan ringkas bagaimana Jokowi dan PIK-2 serta aparat menggusur dan kriminalisasi rakyat demi kepentingan politik kekuasaan