Nepotisme Nyata !!!
Satu Keluarga Nyaleg.
Apa yg akan terjadi di negeri ini jika kekuasaan (pemerintahan, ekonomi, politik, dan pembuatan Undang-Undang) sdh di tangan satu keluarga ?
Kenapa lagu Rungkad ini yang dinyanyikan di acara Upacara Kemerdekaan, Upacara yang dulunya begitu hikmat dan sakral, dan selama beberapa tahun ini berubah jadi Karnaval Baju-Baju Daerah kayak anak SD lagi Kartinian dan Joged-joged koplo?
Tentu saja lagu ini dinyanyikan atas sepengetahuan dia. Dia yang pakai Baju Kebesaran Raja Mataram yang paling tinggi derajatnya, Baju Panglima Perang, yang digunakan Raja Amangkurat I yang terkenal sangat kejam dan bengis terhadap rakyat juga terhadap lawan-lawan politiknya, hingga dipakai oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo menyerang Batavia untuk mengusir VOC di tahun 1629?
Mengapa dia pakai baju itu dan mengapa lagu Rungkad yang dinyanyikan pada Hari yang, sebagian besar Rakyat ternyata sudah menganggapnya sebagai acara biasa-biasa saja?
Saya menduga ini lambang yang dia pakai untuk mengatakan kepada kelompok yang selama ini menganggap dia sebagai boneka, sebagai wayang, sebagai petugas partai. Kelompok yang tendensinya akan membuang dia balik ke gorong-gorong dan menimbunnya, karena dia beberapa waktu lagi sudah obsolete, sudah expired.
Bahkan sekarang Buzzer-Buzzer sudah dikerahkan untuk mati-matian mendongkrak elektabilitas boneka berikutnya, petugas partai berikutnya, yang bukan tidak mungkin akan jadi orang pertama yang akan menjungkalkan dia masuk gorong-gorong, yang tentu saja atas persetujuan mbah putri dan oligarki.
Saya masih ingat sekali, dan semoga anda juga, kontestasi Pilpres 2014, dimana Calon Terkuat dengan menenteng buku novel berjudul Ghost Fleet, yang sangat percaya pada isi buku novel yang ditulis Ahli Intelijen dari US, bahwa di tahun 2030, negara ini sudah tidak ada lagi, diganti menjadi Medan Pertempuran Perang yang tak bertuan dan tak berpenghuni.
Artinya, mungkin Pak Sultan Agung KW 78 ber IPK<2 ini juga percaya, bahwa negara ini, atas ulah gerombolan biawak darat yang selama ini menempel padanya, yang membuat negara Rungkad, hancur lebur, bagaikan pohon kena gempa yang tercabut sampai ke akar-akarnya.
Masalahnya, mungkin dia tidak sadar, dalam lirik lagu Rungkad itu, yang dinyanyikan Putri Ariani tepat di depan hidungnya, ada lirik yang menyatakan:
"Saiki aku wes sadar,
Terlalu Goblok mencintaimu"
Artinya ya memang goblok, alias tolol, orang yang percaya
Bahwa orang yang mengangkat derajatnya dari pinggir kali hingga jadi orang nomor satu, yang sudah dia beri imbalan ratusan Triliun, akan terus menjaga dia dan tidak bakal menjerumuskan dia satu waktu nanti.
Bahwa dia bisa amempertahankan kekuasaannya dengan segala cara sampai kapanpun, sungguhpun anak-ana dan keluarga dia kerahkan mendapat jabatan untuk mengamankan dirinya
Bahwa orang-orang di sekitar dia, yang selama ini menempatkan dia sebagai cucuk lampah paling depan, akan terus menggunakan dia dan membela mati-matian kalau dia kenapa-kenapa
Bahwa orang-orang yang dia beri jasa, harta, jabatan, akan selalu setia kepadanya sampai kapan juga.
Lebih goblok lagi adalah, sampai detik ini, dia tidak sadar atau tidak mau sadar juga, bahwa negara mengalami rungkad ini, sebagian besar akibat keputusan yang diam ambil sebagai pemegang mandat kekuasaan tertinggi negara ini, selama hampir 10 tahun.
Terakhir dalam tulisan panjang ini,
Saya heran ya, ada lagu, yang berisikan kata-kata "Goblok" bisa dinyanyikan dalam Upacara Kemerdekaan di sebuah Istana Negara, terlepas dari apapun maksud di balik pemilihan lagu itu.
Dan yang lebih goblok lagi, orang-orang yang hadir dalam upacara itu, yang notabene adalah Pejabat-Pejabat tertinggi di negara ini, tanpa sungkan dan ragu berjoged-joged koplo mengikuti lagu itu.
Alhamdulillah, Putri Ariani tidak melihat ironi di depan dia, semoga dia tidak terpengaruh dengan tingkah polah orang-orang itu dan tetap fokus persiapan Semi Final AGT.
-------
Lirik lagu Rungkad biar saya ngga dianggap hoax:
Rungkad
Entek Entek an
Kelangan Koe Sing Paling Tak Sayang
Stop Mencintaimu
Gawe Aku Ngelu
Mungkin Aku Terlalu Cinta
Aku Terlalu Sayang
Nganti Ra Kroso Dilarani
PancenKu Akui Kusalah
Terlalu Percoyo
Mergo Mung Nyawang Rupo
Saiki Aku Wes Sadar
Terlalu Goblok Mencintaimu
Rungkad
Entek Entek an
Kelangan Koe Sing Paling Tak Sayang
Bondoku Melayang
Tego Tenan Tangis Tangisan
dst.....
Demo Besar hari ini, 10 Agustus 2023, dan mungkin demo-demo selanjutnya yang akan bergulir ke depan, seiring dengan berjalannya sidang-sidang untuk mengadili Rocky Gerung.
Dan keributan yang terjadi, akan digunakan sebagai alasan Penundaan Pemilu, dengan alasan keadaan darurat.
Rocky Gerung jadi tumbal, digunakan sebagai bara api, yang membakar kemarahan rakyat. Dan ini yang sebetulnya sejak 2022 ditunggu-tunggu mereka.
Harus ada alasan kuat penundaan pemilu: CHAOS.
Strategi Nabok Nyilih Tangan yang amoral terus digunakan.
Saya berharap, di medan perang di pengadilan, Rocky setangguh William Wallace the Braveheart.
Terus jalankan energi sedekah.
Allah swt bersama kaum yang terdzalimi.
https://t.co/T57jZXMinO
Harun Masiku, Di Ujung Penangkapan?
Barusan saya selesai makan malam dengan Prof. @JimlyAs. Besok pagi, Beliau kembali ke Jakarta dari Melbourne, setelah menerima Profesor Kehormatan dari Melbourne Law School.
Banyak isu yang kami diskusikan. Salah satunya, informasi yang bakal segera meledak ke tengah masyarakat. Apalagi kalau bukan soal: HARUN MASIKU.
Sebenarnya, buronan of the years ini sudah diketahui keberadaannya. Masalahnya, penegakan hukum kita di tanah air tidak lagi murni. Sudah berpilin-kusut, campur-aduk dengan politik.
Maka, saat ini sedang terjadi pembicaraan, lebih tepatnya "kasak-kusuk" politik, yang mengatur skenario ke arah mana kasus Harun Masiku akan berujung.
Karena, akan melibatkan beberapa politisi besar, termasuk dari partai yang sedang berkuasa. Sudah menjadi rahasia umum, politisi mana yang akan tersangkut kasus korupsi jika Harun Masiku ditangkap.
Yang mudah diprediksi, kalau kasusnya meledak, pengaruhnya dengan pemilu, khususnya Pilpres 2024 bukanlah kecil. Apalagi menjelang ujung pendaftaran paslon pilpres ke KPU.
Bagaimana Presiden Jokowi akan menggunakan kasus Harun Masiku? Bagaimana bentuk cawe-cawenya? Apa strategi yang akan dijalankan demi pemenangan Pilpres 2024? Menarik untuk dilihat. Lebih menarik dari pertanyaan wartawan ke saya hari ini soal kemungkinan Bareskrim Polri yang akan mengundang saya terkait perkara twit putusan MK soal sistem pemilu.
Masih soal cawe-cawe, siapa yang bisa menebak apa tulisan yang ada di baju kaos saya, dalam foto dengan Prof. Jimly? Tiga orang yang bisa menebak paling benar dan cepat akan mendapatkan kaos tersebut dan buku saya, "Jihad Melawa Mafia", insya Allah.
Melbourne, 8 Agustus 2023
Denny Indrayana
ROCKY & GUS DUR • sudah sejak lama Rocky Gerung jadi sahabat berdebat Gus Dur, terutama dlm soal demokrasi dan humaniora.
✓ itu sebab di kalangan Nahdliyin dan PKB RG dapat tempat khusus. Itu pula sebabnya sy milih #StandwithRockyGerung coz RG berani pasang badan utk demokrasi.
Klen tonton ya ini bong…buka mata klen lebar2. Adek2 mahasiswa tdk segan2 “permalukan” Bupati Banyumas dr kader PDIP.
Kau tontonlah dulu ini cenul @ch_chotimah2 , Ganjar bkn pilihan adek2 mahasiswa!. Camkan itu cenul! 🤣🤣🤣