@obitonftai saya pernah kehilangan ktp. dan ajukan cetak ulang via online. tp jika ktp hilang bisa foto dengan surat kehilangan. 3 hari KTP barunya jadi.
Istighfar: Jalan Keluar dari Berbagai Kesulitan
Diriwayatkan dalam Tafsir al-Qurthubi, Hasan al-Bashri pernah didatangi oleh beberapa orang dengan persoalan yang berbeda-beda.
Seseorang datang dan berkata, "Wahai Syekh, aku banyak berbuat dosa. Tunjukkan kepadaku amalan agar Allah mengampuniku." Beliau menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Lalu datang orang lain seraya berkata, "Sudah lama hujan tidak turun dan negeri kami dilanda kekeringan. Berdoalah agar Allah menurunkan hujan." Beliau menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Orang ketiga datang mengadu, "Aku terlilit banyak utang. Berdoalah agar Allah melapangkan rezekiku." Beliau menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Orang keempat berkata, "Aku berharap Allah menganugerahkan keturunan yang saleh kepadaku." Beliau menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Orang kelima berkata, "Aku memiliki kebun. Berdoalah agar hasilnya semakin melimpah." Beliau menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Kemudian datang orang lain yang berkata, "Seandainya aku memiliki mata air di rumahku, sungguh aku akan sangat bahagia." Beliau pun menjawab, "Perbanyaklah istighfar."
Murid beliau, Ibnu Shabih, yang menyaksikan semua itu merasa heran lalu bertanya:
"Mengapa engkau memberikan jawaban yang sama untuk persoalan yang berbeda-beda?"
Maka Hasan al-Bashri membacakan firman Allah Swt:
"Minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Dia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai." (QS. Nuh: 10–12).
Sekitar dua tahun setelah lulus SMA, saya pernah nganggur berat, cari kerjaan susah betul. Tiap pekan sudah rutin beli koran KR sabtu khusus buat cari lowongan kerja, tetep ga dapet-dapet. Susah tembus. Sekalinya dapet ternyata kena tipu (Daftar jadi admin tapi tesnya disuruh jual tuxedo).
Ga enak sama orang tua, akhirnya saya ngekos di daerah Jalan Godean. Cari indekos yang paling murah. Sengaja ngekos biar nggak tinggal di rumah.
Saya terpaksa bohong sama orang tua, bilang kalau saya sudah kerja, padahal belum. Sekadar buat ngayem-ayemi bapak dan ibu.
Selama ngekos, ongkos hidup ditanggung dari hasil nge-dropship jualan kaos online yang hasilnya tidak tentu. Kadang sehari dapat pembeli satu, kadang nggak dapat sama sekali.
Nggak punya laptop, jualan full dari browsing di warnet deket kos, sengaja pilih happy hour pukul 01.00 sampai subuh biar murah.
Hidup harus ngirit setengah mati, sehari cuma makan dua bungkus nasi kucing dan dua potong tempe goreng, beli dari angkringan. Hidup benar-benar penuh dengan kepayahan.
Satu-satunya hiburan cuma nonton tayangan Upin-Ipin di tivi portabel hitam putih yang dulu saya bawa buat hiburan di kos.
Nangis? Tentu saja sering. Kelewat sering. Air mataku api.
Dan karena pengalaman itu, saya tak pernah berani ngecengin pengangguran, sebab saya tak tahu, ikhtiar apa saja yang sudah mereka lakukan agar tidak nganggur.
UMAR BIN ABDUL AZIZ.
Kenapa?
1. Sblm menjadi orang nomor 1, perawakan umar gemuk, setelah menjdi pemimpin, badannya justru mnjdi kurus.
2. Awal pelantikannya, umar memiliki harta 40 ribu dinar. Lalu ktika meninggal, hartanya hnya trsisa 400 dinar.
Imam Syafii prnah mngatakan,
من وليّ القضاء ولم يفتقر فهو لصّ.
Seseorang yang diberi jabatan, namun setelahnya dirinya bertambah kaya, maka dia adalah pencuri.
3. Abu Umayyah Al-Khashy, sekretaris kepemerintahan, prnah dibuat jengkel saat berkunjung ke rumahnya. Selama di kediaman umar, ia hanya disuguhi sbuah kacang. Istri umar lalu mengatakan, "Maaf, tpi itu lah makanan sehari-hari umar."
Dan masih bnyak lagi teladan darinya.
Buat yang sudah menitipkan hewan qurbannya ke panitia, jangan lupa untuk menyaksikan penyembelihannya, yak! Hal tersebut dianjurkan. Sebab dulu Nabi Saw pernah meminta Sayyidah Fathimah ra untuk menyaksikan penyembelihan hewan qurbannya. Terus juga jangan lupa untuk... -[cont]
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?
Jalan Terdekat Menuju Ridha Allah: Keutamaan Shalawat kepada Rasulullah Saw
Termasuk amalan yang paling agung bagi siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Tuhan semesta alam dan meraih keridhaan-Nya adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Saw. Inilah jalan yang layak ditempuh oleh siapa pun yang ingin mendekat kepada-Nya melalui perantara kekasih dan pilihan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman: “Dan carilah wasilah (perantara) kepada-Nya. (QS. Ma’idah [5]: 35)
Maka, tidak ada wasilah yang lebih dekat dan lebih mulia di sisi Allah kecuali Rasul-Nya. Karena itu, Allah memerintahkan shalawat sebagai bentuk pemuliaan, pengagungan, dan penghormatan kepada beliau, serta menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.
Shalawat termasuk amalan yang paling membawa keberhasilan (hajat dan maksud—dunia akhirat), ucapan yang paling utama, keadaan yang paling suci, pendekatan yang paling kuat, dan keberkahan yang paling luas.
Dengan shalawat, seorang hamba dapat meraih keridhaan Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, memperoleh kebahagiaan, tampak keberkahan dalam hidupnya, doa-doanya dikabulkan, derajatnya diangkat, hatinya diperbaiki, dan dosa-dosanya diampuni.
Selain itu, ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa Allah mewahyukan kepada Nabi Musa:
“Wahai Musa, jika engkau ingin Aku lebih dekat kepadamu daripada ucapanmu kepada lisanmu, daripada bisikan hatimu kepada hatimu, daripada ruhmu kepada badanmu, dan daripada cahaya penglihatanmu kepada matamu, maka perbanyaklah shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.”
Maka, Nabi Musa pun berkata, “Benar, wahai Tuhanku”
Lalu, Allah berfirman kembali: “Maka, perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.”
Di sisi lain, Rasulullah Saw adalah kekasih Allah dan memiliki kedudukan yang sangat agung di sisi-Nya. Bahkan Allah sendiri bershalawat kepadanya, para malaikat pun bershalawat, dan kaum mukminin diperintahkan untuk bershalawat serta mengucapkan salam kepadanya.
Semoga, dengan memperbanyak shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, seorang hamba akan meraih kecintaan Sang Kekasih,dan melalui itu pula ia sampai kepada kecintaan Allah Ta’ala.
Hello, X!
Perkenalkan aku Reynaldi. Owner dari brand Stradenine, brand lokal asli Surabaya.
Hari ini nama Stradenine mendadak ramai diperbincangkan terkait berita yang beredar.
Maka dari itu ada beberapa hal yang kami perlu luruskan.
Kenapa Allah Tidak Selalu Menghilangkan Masalah Kita?
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita merasa dikelilingi api. Bukan api yang terlihat, tapi yang terasa: tekanan, kehilangan, kegagalan, pengkhianatan, atau kecemasan yang tak kunjung reda. Kita sering berdoa agar api itu dipadamkan. Kita ingin masalahnya hilang. Kita ingin semuanya selesai.
Namun kisah Nabi Ibrahim mengajarkan sesuatu yang lebih dalam.
“Kami berfirman: Wahai api, jadilah engkau dingin dan penyelamat bagi Ibrahim.”
(QS. Al-Anbiyā’ [21]: 69)
Allah tidak memadamkan api itu. Api tetap menyala. Bara tetap ada. Kayu-kayu tetap terbakar. Tapi yang berubah adalah “rasa” terhadap api itu.
Dalam penjelasan Tafsir at-Tabari disebutkan bahwa Allah menjadikan api itu dingin, dan tidak sekadar dingin, tapi juga “selamat” (salāman), agar dinginnya tidak membahayakan. Ini menegaskan bahwa api itu tetap menyala tapi tidak lagi menyakiti Ibrahim sama sekali. Kalau dari suhu panas lantas mendadak berubah menjadi suhu dingin, itu justru bisa bikin tubuh semakin hancur.
Justru di situlah letak rahasianya.
Allah tidak selalu menghilangkan masalah kita. Tapi Dia bisa mengubah cara kita “merasakan” masalah itu. Api tetap ada, tapi tidak lagi membakar jiwa. Tekanan tetap ada, tapi tidak lagi menghancurkan hati. Kita masih berada di tengah situasi yang sama, tapi batin kita tidak lagi hangus di dalamnya.
Lalu Allah tidak berhenti di situ.
Dia tidak hanya membuat kita “tidak sakit”, tapi juga “selamat”. Bukan sekadar bertahan, tapi dilindungi. Bukan hanya dingin, tapi juga aman. Kita ngarep kayak gini juga kan? 🙏🏻
Bukan sekadar: “Ya Allah, hilangkan masalah ini.”
Tapi lebih dalam dari itu:
“Ya Allah, jika masalah ini harus tetap ada, maka jadikan aku kuat di dalamnya. Jadikan hatiku sejuk. Dan jangan biarkan ia menghancurkanku.”
Karena mungkin, keselamatan terbesar bukan ketika api itu padam. Tapi ketika kita berdiri di kobaran api masalah, dan tetap tenang serta selamat.
Dan di titik itu, kita mulai mengerti apa artinya benar-benar dilindungi.
Mohon Engkau jangan tinggalkan kami barang sekejap matapun, Ya Rabb 🙏🏻😰
Met Jumatan guys…
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Menindaklanjuti permintaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Iran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia telah membuka rekening resmi donasi.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi individu, institusi, maupun organisasi yang ingin menunjukkan solidaritas dan dukungan nyata kepada masyarakat Iran.
Seluruh donasi yang diterima akan digunakan untuk mendukung upaya rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah-wilayah yang terdampak.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, empati, dan solidaritas yang tulus dari masyarakat Indonesia.
Setiap kontribusi adalah simbol persaudaraan dan nilai kemanusiaan yang luhur.
📍 Informasi rekening resmi:
Bank: BRI
Nama Rekening: Embassy of the Islamic Republic of Iran
Nomor Rekening: 020601002438302
#Donasi #KedubesIran #Iran #IndonesiaIran
@PutriKayan16645 saya pernah kejadian seperti ini. untungnya cuman beli 1 produk jadi langsung tahu kalau harga di rak beda dengan yang di kasir. terus saya ajukan protes kemudian karyawan cek di rak dan saya diperkenankan membayar sesuai harga di rak.