Jangan pernah bosan untuk terus berusaha melakukan yang baik dan benar. Walaupun dicerita orang lain kita itu gak baik.
Jangan pernah jelaskan apapun tentang kebaikan apa saja yang sudah dilakukan.
5. Jangan merasa bersalah
Biasanya kaum people pleaser habis menolak ajakan berakhir merasa bersalah. Tapi ingatlah ketika ajakanmu ditolak. Apakah mereka memikirkanmu? Tentu saja tidak.
Ada yang mau menambahkan yang lain?
Aku sadari jadi 'People Pleaser' itu gak enak banget. Tapi mau sampai kapan jadi orang yang gak enakan. Aku punya tips bagaimana caranya biar berani berkata "Tidak".
4. Tegas dan gak bertele-tele tapi sopan.
Biar gak menyakiti hati lebih baik diselipin kata maaf. Tetap tegas pendirian jangan kebanyakan memberikan alasan biar tidak terkesan bertele-tele bahkan bohong.
3. Berikan alasan yang singkat dan to the point.
Misal tidak bisa katakan tidak dan alasannya karena sibuk dengan urusan lain dan gak perlu kasih penjelasan yang panjang
2. Atur boundaries diri.
Kita harus punya batasan kepada siapapun. Karena kita gak tau sikap orang terhadap kita kedepannya. Sehingga meminimalisir terjadinya baper.
1. Melatih diri ngomong " Tidak"
Aku biasanya melatih ngomong tidak didepan cermin. Terus aku praktekkan walaupun pernah gagal bilang. Sekali bilang "Tidak" awalnya seperti merasa bersalah dan itu sangat wajar. Sampai akhirnya rasa bersalah itu gak ada.
Kamu gak selamanya jatuh, pasti ada momen naiknya. Kamu hanya perlu diperluas lagi sabarnya dan fokus perbaiki semuanya hingga momen itu yang kamu tunggu itu datang.
Kondisimu hari ini bukan mewakili nilai dirimu sepenuhnya. Tenang, Masih ada harapan dan kesempatan memperbaiki
Cara mencintai diri sendiri adalah melakukan apapun dengan "Diam-diam".
1. Diam-diam bangun pagi.
2. Diam-diam olahraga.
3. Diam-diam makan yang sehat.
4. Diam-diam declutter teman sosmed
5. Diam-diam berbagi dengan sesama
Next 👇👇👇
Sudah difase gak mohon-mohon untuk dapat apresiasi apalagi maksain supaya orang lain mengikuti opiniku.
Asal kamu tau, masalah hidupku sudah banyak banget. Jadi, aku gak mau nambah masalah lain yang gak penting. Apalagi sampai jadi prioritas pikiran.
Aku sekarang lagi diposisi kayak. Kamu mau bilang 10+10 = 100 itu sudah aku anggap benar, soalnya males saja berdebat.
Sekarang aku lebih belajar buat simpan energi untuk hal yang penting-penting saja.
Gara-gara ada seorang konten kreator sering posting soal MBTI. Aku jadi fomo ikutan test MBTI online. Kamu tau? Ternyata MBTIku sering berubah-ubah. Kalau gak ISTJ ya INTJ.
Kira-kira kamu sudah pernah test gak sih? Apa sama kayak aku berubah-ubah hasilnya?
Jadi, intinya kamu ketika bersamanya lihatlah benefit apa yang kamu dapat ketika bersama dia.😁 kurang lebihnya seperti itu.
Iya juga sih. Kalau kita melihat dari benefit dari si cowok. Ketika si cowok itu anggap kita bukan tipenya dia. Kitanya lebih legowo.
Beberapa waktu lalu, aku habis simak story datting coach kak lulu yang bener-bener Dark.
Kebanyakan wanita gagal dalam urusan cinta karena lihat lelaki itu dari valuenya. Sedangkan, laki-laki itu sama sekali gak ada rasa dengan wanita itu.