"Maybe we justโ haven't meet each other way too long."
Mata bulat Aimรฉe menatap lurus ke arah Euro. Seolah hendak menyelam ke dalam lelaki itu. [ @godslayings. ]
"Well," Aimรฉe berhenti. Bagaimana cara menjelaskan jika kau sendiri tidak benar-benar mengerti apa yang kau katakan?
Aimรจe merasa benar-benar ada yang salah dengannya hari ini. Ia mengangkat bahu, mencoba terlihat tak acuh. "I don't know."
percakapan dan derap langkah kaki beberapa meter darinya nampak begitu samar. ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ. Aimรฉe tidak mengerti. Sejak kapan Euro memiliki pengaruh sebegini besar terhadap dirinya?
"Kau," Aimรฉe merasakan lidahnya kelu. "You look different."
Aimรฉe menatap ke arah Euro; pandangan mereka bertemu, mengunci satu sama lain untuk sepersekian detik saja.
"Shit." satu kata itu terucap bersamaan. Aimรฉe membasahi bibir bawahnya, matanya mengelilingi ruangan, mencari arah untuk segera bersembunyi.
@godslayings Aimรฉe benci ketika ia mengacau. Seperti sekarang. Dia lebih benci lagi karena harus meminta bantuanโ tapi pilihannya hanya dua: meminta bantuan atau mati kehabisan darah. Aimรฉe meringis, menertawakan ketololannya sendiri.
"Oh, yeah, hai."
tangannya bersedekap. Kedua matanya kembali menabrak iris Euro dan untuk beberapa saat, Aimรฉe nyaris tercebur lagi. ๐๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ.
Aimรฉe menarik napas panjang, segera mengalihkan pembicaraan, mendistraksi dirinya sendiri.