Pada kemakan berita internasional kalau investor asing udah ngga percaya sama masa depan Indonesia. Narasi modal asing pada kabur ini bikin publik panik dan mikir Rupiah bakal ambruk. Tapi kalau mau jujur melihat data detil kuartal dua yang baru dirilis, ceritanya justru sebaliknya.
Ini efeknya kalo kebanyakan doomscrolling di twitter dan tiktok,terus ngerasa si paling melek ekonomi dan politik, padahal menilai ekonomi tu ga semata soal rate rupiah atau grafik ihsg.
Mari kita bedah arus modal asing ini secara ilmiah, sumbernya lagi lagi konpers nya pak pur.
Menkeu Purbaya memaparkan fakta kalau total aliran dana asing (net inflow) ke pasar keuangan kita per Juni ini sudah balik positif menembus angka 60,9 Triliun Rupiah. Ini adalah tamparan keras buat analisis sepotong2 yang cuma fokus melihat pasar saham kita yang emang lagi jeblok karena mencatat outflow sebesar 23,5 Triliun Rupiah.
Dalam kacamata makroekonomi, kaburnya asing dari bursa saham bukan berarti mereka benci Indonesia, melainkan sekadar rotasi portofolio global yang biasa terjadi. Buktinya, uang gede milik institusi asing justru masuk berbondong2 ke instrumen pendapatan tetap kita. Surat Berharga Negara (SBN) mencatat inflow sebesar 14,4 Triliun rupiah, dan instrumen SRBI milik Bank Indonesia malah diserbu asing sampai menyumbang inflow jumbo sebesar 17,1 Triliun Rupiah.
Kenapa asing malah hobi borong SBN dan SRBI kita di tengah tekanan kurs. Jawabannya karena yield atau imbal hasil obligasi kita dinilai sangat stabil dan atraktif oleh pasar global. Investor luar negeri itu sangat rasional. Mereka berani naruh duit puluhan triliun karena mereka tahu risiko gagal bayar Indonesia itu sangat rendah, terbukti dari lembaga rating internasional sekelas S&P yang langsung memperpanjang prospek peringkat utang kita di level stabil tanpa ragu.
Diversifikasi strategi pemerintah juga mulai kelihatan tajam. Sadar kalau pasar Barat lagi fluktuatif, Kemenkeu langsung gerak cepat jemput bola dengan safari promosi ke Cina buat nerbitin Panda Bond dengan bunga super murah di kisaran 2,3 persen, lalu lanjut terbang ke Inggris buat mengunci komitmen investor Eropa. Ini langkah taktis yang bikin kita ngga ketergantungan sama satu wilayah pasar modal aja.
Jadi kalau besok2 kalian dengar pengamat di media asing bikin narasi seram seolah2 ekonomi kita mau runtuh kayak tahun 98, mending langsung sodorin data inflow 60 Triliun ini.
Saham boleh aja lagi fluktuatif, tapi instrumen jangka panjang kita terbukti masih jadi primadona yang sangat dipercaya oleh pemilik modal dunia.
@doimucenah Klo anda mengikuti bennix dia uda peringatkan dri jauh2 hari.. krn singapura sdh sgt tertekan dgn kebijakan yg dibuat prabowo menyudutkan ekonomi mrka
@Jempolancip@LambeSahamjja Saya setuju bahwa kita harus berbenah, tapi "berbenah" yang saya maksud adlh memperkuat efikasi kebijakan, bkn sibuk panik melihat grafik kurs harian. Jika Anda ingin berdiskusi soal perbaikan sistem, mari bicara kebijakan.
@Jempolancip@LambeSahamjja Pelemahan kurs mmg sebuah alarm, tapi dibaca sbg "kiamat internal" adlh lompatan logika. Jika masalahnya murni internal spt yg Anda klaim, mengapa inflow ke SBN & SRBI tetap kuat? Pasar modal global justru sdg menguji ketahanan fundamental kita, bkn menghukum kita tanpa alasan.
@Jempolancip@LambeSahamjja Membandingkan Rupiah lgsg dgn Bath atau Ringgit tanpa melihat struktur neraca perdagangan & profil utang masing2 negara adlh penyederhanaan yg menyesatkan. Ekonomi setiap negara memiliki sensitivitas yg berbeda thdp penguatan dolar; kita tdk bisa memakai satu ukrn utk semua. ☕️