Karena di Jepang ada budaya tanggung jawab & rasa malu (shame culture) yg sangat kuat. Kalau pejabat melakukan kesalahan, baik skandal pribadi, salah urus kebijakan, atau bahkan sekadar kesalahan kecil yg memalukan, mrk biasanya memilih mengundurkan diri sbg bentuk akuntabilitas.