Ada lara yang berkelindan di tengah ๐ฃ๐๐๐๐๐๐ก ๐ฆ๐จ๐ก๐ฌ๐ dan ๐ข๐ฌ๐ถ memikul namaku sendiri, sembari menghafal patah hati yang tak pernah benar-benar pulih.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
Diam mengamini sunyi pada ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐, di tepian doa yang gugur sebelum sempat berpulang. Barangkali, luka tak benar-benar menghilangโ hanya beringsut, diam-diam mengendap di sela napas pulang.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
แ
แ
Maka, panjang umurmu jangan dibuat ragu untuk bertumbuh bersamaku. Sebab tidak ada yang lebih indah, daripada bertumbuh bersama kamu.
Yang kau sayangi,
Alang Meraki.
แ
แ
ใ ค
ใ ค
Drinking in Paris hits different. Never knew a hangover could feel this personal, like, I'm questioning all my life choices after last nightโs drinks?
ใ ค
แ
แ
Maka, panjang umurmu jangan dibuat ragu untuk bertumbuh bersamaku. Sebab tidak ada yang lebih indah, daripada bertumbuh bersama kamu.
Yang kau sayangi,
Alang Meraki.
แ
แ
แ
แ
Tatap mataku teduh, bisa kau pandangi lama-lama tanpa berpura-pura. Sampai senyuk terbit dengan tiba-tiba. Kakiku dua dan selalu seirama bila menyoal kamu. Sebut namaku, pasti mudah saja aku hadir untuk kamu.
แ
แ
แ
แ
Telapak tanganku lebar dan besar. Bisa kau genggam dikala dingin melanda, atau sekedar bergandengan tangan membunuh waktu. Tubuhku pun hangat, bisa kau dekap semalaman dan buang rasa takut menghadapi semesta juga seisinya.
แ
แ
แ
แ
Aku yang rela mengumpulkan rerimbun hitam milikmu jadi satu, mengikatnya erat supaya tak jatuh-jatuh. Aku yang siaga hadir ketika sulitmu datang. Bahuku pun luas, kau bisa menangis sesuka hati dan bersandar di sana sepanjang waktu. Raniya, ada aku.
แ
แ
แ
แ
Seikat bunga tidak cukup menyampaikan rapal doa berisi sekantong syukur dariku. Sepotong kue pun kurang manis rasanya bila dibandingkan dengan frasa yang hendak aku sampaikan kepadamu. Maka aku hadiahi seorang aku, untukmu malam ini dan malam panjang lainnya.
แ
แ