Apa sih Berpikir Kritis (Critical Thinking) itu? Dan gimana cara ngelakuinnya?
Nah, flowchart berikut mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan Berpikir Kritis dan gimana caranya Berpikir Kritis dengan menguraikan dan memetakan indikator, tujuan, input, proses, dan outputnya.
Pagar Pembatas (Railing) yang dimaksud di sini, sebagaimana tertuang dalam UU 19/2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden jo. UU 64/2024, adalah "Prinsip-Prinsip Hukum, Demokrasi, dan Kepemerintahan yang Baik".
Wantimpres memberikan Nasihat/Pertimbangan, baik diminta atau tidak.
Nasihat dan Pertimbangan dari Wantimpres itu seperti Pemberitahu/Pengingat bagi Supir Bus mengenai Pagar Pembatas pada Jembatan yang sedang mereka jalani, supaya jangan sampai Bus yang membawa penumpang ini menabrak Pagar apalagi sampai membuat Bus keluar dari Pagar dan terjatuh.
Cara memakan pertama, secara pribadi, itu lebih membuat diri lebih menikmati makanan. Walaupun rasa makanannya sama, tapi dengan cara pertama, entah mengapa, rasanya lebih lezat. Dan lebih menenangkan pikiran juga, apalagi pas lagi banyak pikiran yang lalu langkah silih berganti.
Grafik Konseptual berikut mengilustrasikan dua cara memakan makanan. Pertama, dengan menghabiskan makanan yang dikunyah di mulut terlebih dahulu, baru kemudian memasukkan makanan lagi. Kedua, dengan memasukkan makanan baru sebelum seluruh makanan yang sebelumnya selesai dikunyah.
Dari 11 subkegiatan yang harus disusun peta proses bisnisnya, baru 2 subkegiatan yang selesai. Masih diperiksa Biro Organisasi (dan PIC KemenPANRB) untuk dinilai validitas substansinya. Habis itu lanjut POS (Prosedur Operasional Standar) dengan mengacu pada Peta Proses Bisnis.
Bizagi Modeler, salah satu program bantu yang memang diperuntukkan dalam Permodelan dan Notasi Proses Bisnis (Business Process Modelling and Notation / BPMN), yang mana selain gratis, untuk mempelajari gimana mengoperasikannya dalam menyusun peta proses bisnis, tergolong mudah.
Contoh hasil peta proses bisnis dengan memakai Bizagi Modeler (yang diarahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi / PANRB, walaupun bisa saja dalam penyusunan peta proses bisnis menggunakan program bantu lainnya):
https://t.co/AXvx04Spv9
Ketersangkutpautan kegiatan² yang dilaksanakan oleh instansi² berbeda dalam rangka mencapai suatu tujuan dan/atau untuk menghasilkan output tertentu, barangkali akan lebih mudah dipahami apabila kita deskripsikan melalui diagram. Sebagai misal: Peta Proses Bisnis (Tata Laksana).
Diagram Alir (Flowchart) adalah bentuk visualisasi dari ketersangkutpautan antarinformasi yang memiliki kaitan yang relevan dalam mencapai tujuan tertentu yang dihubungkan melalui runtutan dengan alur yang berurutan. Salah satu diagram: BPMN (Business Process Model and Notation).
Diagram di atas mencoba menggambarkan atau memodelkan ulang bentuk pendeskripsian dari gagasan yang sebelumnya sedang dicoba untuk dipetakan (yakni gagasan mengenai pendefinisikan Filsafat dalam Sejarah Filsafat Barat-nya Bertrand Russell, 1945).
https://t.co/qophWYBD9U
Filsafat sebagai Wilayah Tak Bertuan (No Man's Land) yang berada di antara wilayah Teologi dan wilayah Sains, tiada masuk dalam lingkup kedua wilayah tersebut, namun memiliki karakteristik keduanya, sebagaimana didefinisikan oleh Bertrand Russell (1945), apabila kita diagramkan:
Seluruh pengetahuan definitif adalah wilayah sains, dan seluruh keyakinan yang melampaui pengetahuan definitif adalah wilayah teologi. Di antara keduanya, terdapat wilayah tak bertuan yang terbuka untuk diambilalih/diakuisisi guna perluasan dari dua wilayah tadi, inilah Filsafat.
Peta Proses Bisnis menguraikan kegiatan apa saja yang dilakukan, di mana kegiatan² ini diklasifikasikan berdasarkan organisasi/instansi² tertentu sesuai tugas dan kewenangannya. Lebih memudahkan untuk melihat keterkaitan antarkegiatan dalam lingkup yang luas dan terintegrasi.
Ketersangkutpautan kegiatan² yang dilaksanakan oleh instansi² berbeda dalam rangka mencapai suatu tujuan dan/atau untuk menghasilkan output tertentu, barangkali akan lebih mudah dipahami apabila kita deskripsikan melalui diagram. Sebagai misal: Peta Proses Bisnis (Tata Laksana).
Mendung, gerimis, dan hujan akhirnya, setelah sekian lama. Alhamdulillah. Mudahan bencana kabut asap (akibat kebakaran hutan dan lahan), kekeringan, dan musibah lainnya berangsur-angsur mereda dan keadaannya menjadi membaik. Amin.
Terdengar kontradiktif. Pada satu sisi, Russell menyatakan bahwa Filsafat itu di antara Teologi dan Sains. Artinya, tidak ada irisan antara ketiganya. Namun, pada pernyataan lain, ia menyatakan bahwa Filsafat ada kemiripan dengan keduanya. Yang artinya, ketiganya memiliki irisan.
Filsafat sebagai Wilayah Tak Bertuan (No Man's Land) yang berada di antara wilayah Teologi dan wilayah Sains, tiada masuk dalam lingkup kedua wilayah tersebut, namun memiliki karakteristik keduanya, sebagaimana didefinisikan oleh Bertrand Russell (1945), apabila kita diagramkan:
Sumber pustaka: Bertrand Russell. (1945). A History of Western Philosophy and Its Connection with Political and Social Circumstances from the Earliest Times to the Present Day. New York: Simon and Schuster.
https://t.co/t7tMjbBj18
History of Western Philosophy. Bertrand Russell. (1946).
Sebagai pembuka cakrawala pikiran untuk menjelajahi gagasan² filosofis yang muncul dan berkembang di dunia barat, disertai pemahaman mengenai kondisi sosial dan politik saat kemunculan dan perkembangan gagasan² tersebut.
Einstein, dalam kenangan Bertrand Russell saat tinggal di Princeton (1943): Bersama Kurt Gödel dan Wolfgang Ernst Pauli, keempatnya seminggu sekali mendiskusikan beragam persoalan Filosofi Sains di kediaman Einstein. Gödel dan Pauli ungggul di bidangnya, Einstein paling menonjol.
PPT "Konsep Pradesain Kawasan" ini bersejarah sekali. Saat itu benar² pemula, jadi menyusunnya betul² mengikuti ketentuan yang diarahkan Prosedur Operasional Standar (POS).
Ternyata kata senior, PPT-nya di-share tenaga ahli Kementerian PUPR sebagai referensi Kabupaten/Kota lain.
Kerja Ganda (Multitasking) yang dilakukan seseorang, terkadang bukanlah melakukan lebih dari satu pekerjaan pada saat yang bersamaan, tetapi yang terjadi adalah berpindah-pindah dari satu pekerjaan ke perkerjaan lainnya di mana perpindahan tersebut terjadi dalam waktu yang cepat.
Dibandingkan sekarang, atau dengan PPT-PPT setelah PPT di atas (misal yang disusun saat di Kab. Kotabaru), PPT di atas (yang disusun saat di Kab. Barito Kuala) bukanlah yang terbaik.
Tapi, saat itu masih pemula, dan ada yang lebih ahli/pakar, namun PPT-nya dijadikan referensi.