Sampai terbukti sebaliknya, ada baiknya kita tetap berada di pihak korban. Tidak mudah bagi seorang penyintas pelecehan seksual untuk mengunjungi kembali ingatan, terlebih berbicara. Apalagi di negeri di mana kasus pelecehan sering dianggap remeh. Tetap pantau dan kawal, Dulur
waktu ibunya ketangkep dan dimasukin sangkar orang nyangkain nya lagi berkicau dan bernyanyi.
Bisa aja sebenernya dia lagi teriak."Naaak maafin ibu.. ibu ga bisa pulang, ga bisa nganterin makan.. maaf ga bisa jadi ibu yang baiiik." Gitu terus tiap hari.