Bukan karena upah itu kita melayani Tuhan, tetapi setiap pelayanan dan kesetiaan pasti mendatangkan upah. Dan upah orang percaya tersedia dalam Kerajaan-Nya. Melayani Tuhan memiliki dampak yang tidak terukur.
Hidup ini tidak membuat kita kehilangan makna ketika kita sendiri (kesepian). Justru di jalan yang sunyi makna hidup sejati dan siapa sesungguhnya diri kita akan terungkap.
Banyak orang mencari Gereja yang membuat nyaman. Pertanyaannya: nyaman karena bertumbuh atau nyaman karena tidak pernah ditegur? Tuhan sering membentuk kita melalui proses tidak nyaman. Karena tujuan-Nya bukan sekadar membuat kita merasa baik, tetapi semakin serupa Kristus.
Orang yang gagal dan orang yang berhasil itu sama-sama menderita. Bedanya, orang yang gagal menderita karena penyesalan dan akibat dari hilangnya banyak kesempatan, sementara orang berhasil menderita karena proses untuk menjadi berhasil. Maka, pilih rasa sakitmu!
Evolusi tidak otomatis menyingkirkan supreme being, evolusi justru membuat eksistensi-Nya sulit dihindari.
Bagaimana proses yang buta menghasilkan mahluk yang sadar, rasional, dan merindukan makna seperti kita?
Kepenuhan Roh secara permanen akan membuat seseorang memiliki karakter Kristus yang sangat kuat. Semakin hari semakin memiliki kesegambaran dan keserupaan dengan Allah atau yang sama dengan sempurna seperti Bapa. Inilah tujuan utama Roh Kudus dicurahkan.
Doa puasa memang kadang bisa menghasilkan kepenuhan Roh secara temporal, yang tidak atau kurang mendewasakan. Malah di antara mereka menjadi mistis dan sombong rohani.
Firman yang memperbaharui pikiran seseorang, membuka peluang selebar-lebarnya bagi Roh Kudus untuk mencerahi pikiran seseorang, lebih lanjut mempengaruhi atau turut mengontrol emosi dan mengarahkan keinginannya kepada kehendak Allah.
Dengan Injil, umat Perjanjian Baru dapat sempurna seperti Bapa atau serupa dengan Yesus. Kualitas seperti ini tidak pernah dimiliki oleh umat Perjanjian Lama.
Tanpa Roh Kudus, Injil menjadi barang yang tidak berkuasa. Hanya Roh Kudus yang bisa membuka rahasia Injil Kerajaan Allah. Injil inilah yang mengubah cara berpikir seseorang, sehingga seseorang mampu berpikir seperti Allah sendiri.
Kepenuhan Roh secara permanen manifestasinya sama. Mereka menjadi orang-orang yang menjadi bijaksana dan benar. Kepenuhan Roh yang permanen ini bertalian dengan kedewasaan rohani seseorang, yang memiliki kapasitas berjalan dengan Tuhan.
Pengalaman supranatural sangat mudah dipalsukan. Pemalsuan itu bisa berasal dari diri sendiri atau dari roh-roh jahat. Seharusnya yang lebih digumuli adalah kepenuhan Roh secara permanen.
Sayang sekali banyak orang Kristen yang tidak mengenal kebenaran, sehingga mereka hanya suka dengan pengalaman-pengalaman supranatural berkenaan dengan karunia-karunia Roh. Padahal pengalaman tersebut tidak menjamin seseorang menjadi dewasa.