“I'm the daughter of the Leader of the British Knights, Marquess Alexis Leon Midford: Elizabeth! The wife of the Queen's Watchdog!” | #KuroshitshujiRP#Canon
@MRP_Cielphantom "Wah, terlihat enak," puji Lizzy saat beberapa piring dengan hidangan yang sudah disebutkan tersaji di atas meja.
Langkahnya ia bawa untuk mendekati kursi yang sudah disiapkan oleh sang tunangan. "Terima kasih, Shieru-kun," ia mengulum senyum tulus, lantas ia menjatuhkan —
@MRP_Cielphantom — sebuah senyuman terlukis pada parasnya. Mengenyampingkan perasaan aneh yang terus menggelayutinya, Lizzy mencoba untuk menikmati malam ini dengan sang tunangan.
@MRP_Cielphantom Langkahnya mengikuti sang tunangan menuju paviliun. Sebastian sudah berdiri di sana, di samping meja bundar juga dua kursi untuk Lizzy juga Ciel.
Tetapi, apa memang butler itu bermuka datar atau hanya perasaan Lizzy saja?
"Selamat malam, Sebastian." Sapa Lizzy dengan ramah, —
— selalu berpenampilan manis didepan Ciel? Tidak mungkin ia terus merajuk dan menunjukkan sisi menyedihkannya pada Ciel.
Sebuah anggukan lantas ia berikan pada Ciel, "un, ayo, Shieru-kun!"
@MRP_Cielphantom Gumaman Ciel membuat Lizzy hampir menarik tangan yang menggenggam tangan sang tunangan. Tetapi, mendapatkan genggamannya semakin mengerat, membuat Lizzy membatalkan niatnya.
Sebuah senyuman kecil terulas pada paras manisnya. Bukankah ia sudah berjanji untuk menjadi sosok yang —
@MRP_Cielphantom — "Jangan … pergi… lagi...."
Entah kenapa tiba-tiba ia merasakan perasaan tidak enak menelusup masuk ke hatinya. Dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Nah, Shieru … ya?"
@MRP_Cielphantom — anggukan paham diberikan. Sudah lama dirinya tidak melihat Sebastian. Oh, yang menyambutnya saat datang tadi adalah Maid sang tunangan.
Tangan kanan Lizzy menggenggam erat tangan kiri Ciel. Dan tanga yang satu ia gunakan untuk menarik baju yang digunakan oleh Ciel. —
@MRP_Cielphantom — Meski ada sedikit rasa tidak puas dalam diri Lizzy.
"Apa ... Shieru tidak merindukanku?"
Dan pertanyaan itu menjadi ungakapan bagi rasa ketidakpuasannya.
@MRP_Cielphantom Lizzy mengalihkan wajahnya untuk menghadap leher sang tunangan. Entah mengapa aromanya selalu membuat Lizzy mabuk kepayang. Selau ingin menghirupnya lagi dan lagi.
Apakah ini yang dinamakan candu?
Sebuah senyuman terpatri di bibir sang gadis saat mendengar jawaban dari Ciel. —
@MRP_Cielphantom Pelukan masih belum Lizzy lepaskan. Tidak. Belum. Ia masih ingin menghirup dalam-dalam aroma milik Ciel.
"Aku merindukanmu," sebuah kalimat meluncur dari bibir manis sang gadis sembari dirinya melonggarkan pelukan dan meletakkan kepalanya di atas pundak Ciel.