Covid emang ada tapi pertanyaannya keberadaannya natural or by disign? Vaksin oke pertanyaannya : knp hrus ada chip disertakan??? Penanganan covid memang hrus tegas, pertanyaannya : tegas ke smua kalangan dn mmnuhi prinsip keadillan ga???
#sruputkupi
#Gempa Mag:6.1, 30-Sep-2025 23:49:43WIB, Lok:7.25LS, 114.19BT (47 km Tenggara SUMENEP-JATIM), Kedlmn:13 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
"Alquran Bukan Kitab Sejarah"
Alquran itu bukan kitab sejarah dalam makna tradisional. Kisah para nabi itu, sebagai pelajaran moral dan penguat spiritual. Kita tak bisa menuntut terkait penanggalan, lokasi dan urutan kronologis sebuah peristiwa.
Semangat yang diusung Alquran itu sebagai petunjuk dan pembawa pesan moral.
Contoh. Albaqarah ayat 243, itu tamsil bagi orang yang takut akan kematian fisik. Takut akan kematian fisik itu akan berpengaruh pada kematian moral bangsa. Mufasir pun berbeda pendapat terkait siapa orang-orang yang dimaksud pada ayat tersebut. Ada sebagian mufasir mengaitkan dengan kisah-kisah Talmud dan tafsir ini pun menuai kontradiksi. Tafsir itu sifatnya subjektif. Satu mufasir dengan musafir lain, kadang berbeda pandangan.
اَلَمۡ تَرَ اِلَى الَّذِيۡنَ خَرَجُوۡا مِنۡ دِيَارِهِمۡ وَهُمۡ اُلُوۡفٌ حَذَرَ الۡمَوۡت.....
"Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati?"
Maka anjuran Muhamad Abduh dalam "Al-Manar" II halaman 455, ayat 243 harus dibaca ayat berikutnya. Seruan agar mukmin bersedia mengobarkan jiwa raga di jalan Allah.
وَقَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَاعۡلَمُوۡٓا اَنَّ اللّٰهَ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
"Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui".
Awal ayat 244
وَقَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ
Awal ayat 244 harus dilihat syarat perang di jalan Allah. Ada kaidahnya berperang di jalan Allah, yang termaktub di Albaqarah ayat 190 - 194.
Pun ayat 243 harus dibaca sampai 251. Kenapa harus dibaca sampai 251? Karena ayat 243 - 251 menjelaskan secara global kisah Syam'un, Thalut dan Daud. Coba cek pertengah ayat 246.
اِذۡ قَالُوۡا لِنَبِىٍّ لَّهُمُ
".... ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka...."
Siapa Nabi yang dimaksud di ayat tersebut? Dijelaskan oleh sebagian mufasir nabi yang dimaksud adalah Nabi Syam'un, sosok nabi tanpa pengikut. Ada yang menulis juga yang dimaksud itu Samuel. Kisah Samuel juga diceritakan di Bible, Perjanjian Lama, 1 Samuel 8 dan seterusnya (terlampir).
Masih di ayat 246....
قَالُوۡا وَمَا لَنَآ اَلَّا نُقَاتِلَ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَقَدۡ اُخۡرِجۡنَا مِنۡ دِيَارِنَا وَاَبۡنَآٮِٕنَا
Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?"
Dijelaskan oleh sebagian mufasir, ayat ini menjelaskan berbagai kisah penyerbuan bangsa Filistin, Amori, Amalek juga suku Semitik dan non Semitik, yang ada di sekitar Palestina.
Bangsa Filistin migrasi dari wilayah Aegea, di sekitar Yunani ke pantai selatan Kanaan pada abad ke-12 SM. Siapa Bangsa Kanaan? Mereka itu penduduk Palestina, Israel, Lebanon, Suriah Barat dan Yordania Barat.
Bangsa Filistin, Amori dan Amalek itu bangsa non Semitik. Sementara bangsa Semitik itu seperti bangsa Aram, Kanaan, Fenisia dan Israel.
Jadi jangan memahami ayat Alquran sepenggal-penggal. Ada metode munasabah, upaya memahami antar ayat dalam satu surat, memahami ayat di antara satu surat dengan ayat di surat lain, antar awal ayat dan akhir ayat surat, nama surat dengan tujuannya, juga munasabah antar kelompok ayat dan ayat dengan pemisahnya (fashilah).
Ya paling tidak, perangkat dasar untuk menafsir, minimal kuasai Bahasa Arab, kuasai ilmu alat dan alangkah baiknya jika hapal Alquran.
- Catatan
Sekadar merespon "gejolak" di X. Ayo ah memahami Alquran dengan hati, jangan hanya bertumpu pada akal pikiran saja. Gak usah ingin dipandang "wah".
Alquran itu wahyu Allah, dibawa malaikat Jibril, ditanamkan ke kalbu Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasalllam dengan lisan bahasa Arab yang sempurna. Asy-Syu'araa ayat 192 - 195.
وَاِنَّهٗ لَـتَنۡزِيۡلُ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَؕ
نَزَلَ بِهِ الرُّوۡحُ الۡاَمِيۡنُۙ
عَلٰى قَلۡبِكَ لِتَكُوۡنَ مِنَ الۡمُنۡذِرِيۡنَۙ
بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُّبِيۡنٍؕ
"Jangan Karena Label Prof Dr, Terus Seenaknya Saja Mengolok-olok Alquran"
Dalih kaum akademikus yang gemar mengolok-olok Alquran, selalu saja bersandar pada kajian akademik. Tidak! Sekali-kali tidak.
Kalian tidak melakukan kajian akademik tapi merayakan kesombongan sebagai orang yang merasa berilmu, merasa paling tahu, paling paham.
Kalau ada yang mengatakan ayat pertama Surat Al-Ikhlas, "qul huwallahu ahad" itu salah. Seharusnya "qul huwallahu wahid", itu bukan melakukan kajian akademik. Tapi sudah mengolok-olok ayat. Sudah jelas perbedaannya antara ahad dan wahid dalam diskursus bahasa Arab.
الأحد
الواحد
Selain mengolok-olok terhadap ayat Alquran, mengklaim Alquran itu kalam Allah sekaligus kalam Nabi, ini juga bukan dalam kerangkeng kajian akademik. Ini sudah melakukan distorsi terhadap Alquran. Bantahan terkait klaim ini sudah bertebaran di berbagai laman. Kalau saya menyampaikan kalam kawan saya, itu tak otomatis saya pemilik kalam. Sesederhana itu kok.
Surat At-Taubah ayat 61 - 70 menggambarkan orang-orang munafik yang gemar mengolok-olok ayat-ayat Alquran. Muslim yang gemar mengolok-olok ayat Alquran, bisa jatuh pada kekufuran.
At-Taubah ayat 64:
يَحْذَرُ الْمُنٰفِقُوْنَ اَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُوْرَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِيْ قُلُوْبِهِمْۗ قُلِ اسْتَهْزِءُوْاۚ اِنَّ اللّٰهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُوْنَ
Orang-orang munafik khawatir jika diturunkan suatu surah yang mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), “Olok-oloklah (Allah, Rasul-Nya, dan orang beriman sesukamu). Sesungguhnya Allah pasti akan menampakkan apa yang kamu khawatirkan itu.”
Hati-hati dengan lisan kita. Jangan gemar mengolok-olok Alquran. Khawatir hatinya dikunci Allah.
Ujung Al-Ghafir ayat 35
كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ
"Demikianlah Allah mengunci hati setiap orang yang sombong lagi sewenang-wenang".
Meskipun ayat 35 terkait orang-orang yang mengolok-olok risalah yang dibawa Nabi Yusuf tapi bisa berlaku untuk umum. Hati-hati jika Allah mengunci hati kita.
Orang-orang yang gemar mengolok-olok Alquran, jangan diberi panggung. Jangan diberi ruang seminar atau bicara di podcast. Larangan tidak boleh duduk satu majelis dan mengamini perkataan mereka, itu dari Allah.
Al-An'am ayat 68
وَاِذَا رَاَيْتَ الَّذِيْنَ يَخُوْضُوْنَ فِيْٓ اٰيٰتِنَا فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۗ وَاِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرٰى مَعَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
"Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim".
Itulah kenapa saya meninggalkan pergaulan dengan mereka. Yang sok kritis dan selalu berdalih kajian akademik juga sok gemar merayakan perbedaan pendapat. Mereka tak membuka ruang perbedaan pendapat. Jika ada yang berbeda pendapat selalu dilemahkan, diolok-olok, didistorsi. Perkataan-perkataan logika kacangan, tak paham Alquran, pemikiran primitif, bertaburan dari kaum akademikus yang selalu menyuarakan perbedaan pandangan. Itulah khas kaum munafik.
- Catatan
Saya lampirkan link Kajian Tafsir Al-Misbah Surat At-Taubah ayat 61 - 72. Lampiran ini untuk memudahkan memahami kecenderungan orang yang mengolok-olok Alquran.
https://t.co/QCoJjAwVE4
Level berbakti kita:
1. Allah
2. Nabi Muhammad
3. Ibu
Posisi ketiga bukan ayahmu, bukan suamimu, bukan istrimu, bukan mursyidmu, bukan kiaimu, bukan habibmu, bukan gurumu.
Al-Ahqaf ayat 15 sudah terang benderang menjelaskan perkara ini.
KENDURI CINTA | SILAT(U)RAHIM IBU PERTIWI | Jum'at 12 September 2025, 19.30 WIB | Plaza Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat
#KCSept#KenduriCinta#Maiyah
Untuk mensyukuri kelahiran Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam, bersedekahlah ke siapa pun, berapa pun, dari tangannya sendiri, secara langsung, diberikan kepada yang berhak.
BERITA DUKA
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, sudah terkonfirmasi bahwa Juru Bicara H, Mang Obed memang benar telah syahid bersama keluarganya akibat pengeboman Zionis.
Ini adalah pukulan keras bagi kita semua. Mari kita berdoa dan mengirimkan salat gaib untuk Beliau.