TW // femisida, mutilasi
Vonis MATI untuk Satria Jhuwanda Putra alias Wanda alias pembunuh pacar sendiri dkk.
2 Juni 2026: Pengadilan Negeri Pariaman, Sumatra Barat jatuhkan vonis pidana mati terhadap Wanda (25/26 tahun).
Januari 2024: Wanda bunuh pacarnya sendiri, SOR (23) & sahabatnya AG (24). Keduanya tewas dipukul benda tumpul di kepala. Jasad mereka disembunyikan di sumur tua di belakang rumah Wanda selama >1 tahun.
Motif pembunuhan ...
Kamu tau gak sih, kenapa negara di Asia Tenggara (SEA) tuh so obsessed with Susu Kental Manis (SKM)?
Ini gak lain dan gak bukan campuran antara iklim tropis, sejarah kolonial dan strategi marketing jaman dulu.
Basically SKM tuh awalnya cuman logistik militer yg berubah jadi selera rakyat. SKM tuh bukan produk asli SEA.
Jaman dulu sebelum kulkas ada, nyimpen susu segar di SEA tuh mustahil. Suhu tropis dan kelembaban tinggi bikin susu sapi cepet basi.
✅Solusinya : Proses kondensasi (menghilangkan kadar air) dan penambahan gula dalam jumlah besar (sekitar 40-45%) yg berfungsi sebagai pengawet alami.
SKM bisa bertahan berbulan-bulan di suhu ruang tanpa basi.
Lalu para penjajah ini membawa SKM ke wilayah kita karena mereka gak bisa ngebawa sapi perah Eropa yang manja ke iklim tropis yang ganas.
🇮🇩 Di Indonesia, SKM diimpor dari Belanda. Merek yang paling ikonik adalah Friesche Vlag (Susu Cap Bendera). Awalnya cuman dikonsumsi sama Belanda dan priyayi. Kemudian meluas ke masyarakat umum sebagai simbol status “gaya hidup modern”.
Lahirlah Es Teler, Es Campur, Terang Bulan.
🇻🇳Di Vietnam, tentara Prancis kangen minum kopi susu (café au lait). Makanya mereka ngeganti susu jadi SKM di minuman kopi nya. Maka lahirlah “Cà Phê Sữa” (kopi tetes Vietnam).
🇲🇾🇸🇬 Di Malaysia & Singapore, Inggris ngebawa merek Milkmaid (Cap Junjung). SKM jadi komponen vital di Kopitiam (kedai kopi Tionghoa-Melayu). Budaya minum “Teh Tarik” lahir karena SKM memberikan kekentalan yang pas untuk menciptakan buih saat dituang bolak-balik.
Kemudian Di tahun 50-an sampai 70-an, perusahaan besar di SEA ini memasarkan SKM sebagai "minuman sehat" untuk anak-anak sekolah karena harga susu segar yg masih selangit.
Nah, karena sudah terbiasa dengan rasanya sejak dari kecil, masyarakat mulai memasukkannya ke resep lokal dan diadaptasi jadi Kuliner Lokal.
SKM yang tadinya "obat rindu" orang Eropa, berubah jadi bahan wajib untuk Martabak, Es Campur, hingga Thai Tea.
Jadi, setiap kali kita menuang SKM di atas martabak atau kopi, kita sebenarnya lagi menikmati produk teknologi militer abad ke-19 yang dimodifikasi oleh selera lokal.
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Rada absurd ya. Group chat ≠ pikiran. Pikiran itu benar-benar internal dan tidak bisa diakses orang lain. Begitu sesuatu ditulis dan dibagikan ke orang lain, itu sudah jadi ekspresi.
Private chat = kebal hukum? Not really.
Reasonable expectation of privacy itu bukan tameng mutlak. Banyak kasus di mana komunikasi privat tetap bisa jadi dasar pelanggaran, apalagi kalau:
- mengandung pelecehan, ancaman, atau degrading content
- menciptakan hostile environment (di lingkungan kampus/kerja)
Jadi walaupun tertutup, dampaknya tetap nyata.
Btw ini bukan soal menghukum pikiran. Yang dipermasalahkan bukan apa yang ada di kepala, tapi apa yang sudah diucapkan/disebarkan ke orang lain dan dampaknya.
Harm bukan cuma fisik btw, bisa:
>psychological harm
>degradation
>normalisasi perilaku yang merugikan
Semua itu bisa muncul dari komunikasi, bahkan di ruang tertutup. Bapak-bapak emang pola pikirnya agak aneh ya? 😭
Lanjut jajanan sederhana & nyaman di desa di tepian sawah Sleman, Yogyakarta, selain bakso/mi ayam & angkringan.
1. Bebek bacem + tempe krecek, Rp25 ribu (aku minta 2 potong bebek)
2. Wedang ronde, Rp7 ribu
3. Cendol ireng, Rp5 ribu
4. Pecel, Rp3 ribu
Semua enak 😘💚🤎💜
WOMAN to WOMAN: here’s a tips&tricks biar miss v selalu sehat… nggak bau aneh… dan terhindar dari keputihan yg nggak normal terus menerus🫵
because vaginal health is EVERYTHING!!!
Yang capek masak tiap hari? Istri
Yang diribetin anak nangis di rumah minta baju, sepatu, liburan? Istri
Yang disalahin kalau suami selingkuh/poligami krn dianggap ga rawat muka/badan? Istri
Biaya hidup yg dikorbankan istri bersuami patriarkis + gaji kecil itu mahal sekali.
Jadi pemerintah pusat, maksudnya, Presiden, bisa mengeluarkan PP tentang upah minimum Guru yang harus ditaati oleh semua instansi baik sekolah negeri dan Swasta, sebagaimana pabrik mengikuti keputusan UMP.
"Gaza Baru" dibangun di atas ratusan ribu-jutaan tulang orang Palestina yang menjadi korban genosida.
Sama seperti bagaimana villa-villa mewah di Bali dibangun di atas kuburan massalh korban genosida 1965.
Sejarah berulang, di berbagai tempat...