TIGA GURU BESAR KEDOKTERAN
AKAN JADI SAKSI AHLI DR TIFA
Alhamdulillah
Saya sudah mendapat konfirmasi dari. tiga Guru Besar bidang Kedokteran yang akan memberikan keterangan sebagai AHLI untuk saya, jika perkara dugaan ijazah Palsu JKW jadi disidangkan
Guru Besar pertama dalah Profesor Ahli Penyakit Mata sub spesialisasi Refraksi - seorang Ophthalmologist Refractive Surgeon
Yang akan memberikan penjelasan dan penegasan bahwa seseorang yang berkacamata pada waktu Mahasiswa, tidak bisa begitu saja sembuh dan tidak lagi perlu berkacamata hanya gara-gara kacamatanya pecah dan tidak mampu membeli lagi.
Dan tentu saja beliau akan secara khusus memeriksa mata yang bersangkutan dengan berbagai peralatan Ophthalmologist yang super canggih.
Guru Besar kedua, Profesor Kedokteran Gigi Ahli susunan gigi atau Orthodontist
Beliau akan memberikan penjelasan tentang apakah mungkin susunan gigi yang rapi dari seorang mahasiswa bisa menjadi berantakan ketika menjadi Pejabat
Sehingga misteri gigi dan bentuk gusi akan dijelaskan secara Ilmiah oleh betul-betul Ahli.
Dan satu lagi
Seorang Guru Besar Kedokteran Bidang Anatomi, Neuro anatomi, dan Embriologi
Yang akan memberikan penjelasan rinci tentang struktur 22 tulang kepala membentuk tengkorak, 8 tulang membentuk neurocranium atau tempurung yang mewadahi otak dan 14 tulang viscerocranium yang membentuk tulang kepala hingga wajah
Yang akan memberikan penjelasan antara lain bahwa tulang hidung itu permanen, kalau mancung ya mancung seterusnya dan kalau depes yang bakal depes sampai tua
Juga tulang tengkorak yang membuat arah pertumbuhan folikel rambut, sehingga orang punya kecenderungan rambut belah tengah atau belah pinggir bukan karena kebiasaan tetapi karena bentuk tulang kepala, dan itu permanen.
Ketiganya akan mengkonfirmasi penjelasan yang saya berikan di acara Rakyat Bersuara iNews tanggal 4 April 2025.
Ketiga Guru Besar tersebut akan melengkapi beberapa Guru Besar yang sudah jadi Saksi Ahli sebelumnya.
Nama-nama masih saya rahasiakan untuk keamanan beliau-beliau.
Dicari! Eko Sulistyo, relawan Jokowi, mantan ketua KPUD Solo, orang yang dipercaya Jokowi untuk membuat ijazah palsu Jokowi di Pasar Pramuka pada 2005
#TolakAPBNuntukMBG#TolakAPBNuntukMBG
Setuju harus busuk dipenjara.
@DivHumas_Polri
Darah Mendidih! Aktivis Muhammadiyah Suarakan ‘Perang’ Lawan Ade Armando Cs: Tak Cukup Tersangka, Harus Busuk di Penjara
https://t.co/H8j0WyCgSO
"Ngakak! Ade armando batal meminta maaf karena Pak Jusuf Kalla akan terus melakukan proses hukum untuk ade armando"
Gak usah panik ade, penegak hukum di negeri ini tuh takut ma termul, silpeter aja ampe sekarang gak ada yg berani nangkep, apalagi kamu! Pasti aman tenang aja😆
Amien Rais jawab soal video teddy indra wijaya :"Komdigi tidak berhak, yg berhak melaporkan teddy"
Seru nih kalo teddy lapor, bisa masuk pengadilan dan kata Pak Amien klo masuk pengadilan, beliau akan hadirkan beberapa dokter spesialis buat buktikan teddy gay atau bukan 😆🤣
Serangan Balik Sang Juru Damai"! Jika sebelumnya Ade Armando merasa aman karena merasa bukan "koki" pemotong video, sepertinya beliau lupa bahwa di sinetron politik Indonesia, menjadi "kurir" pun bisa kena pasal berlapis.
#PSIPolitisasiAgama
Panggung "Konteksku Sayang, Videoku Melayang" per tanggal 30 April 2026 mendadak berubah jadi arena tawuran hukum. Tak tanggung-tanggung, 40 ormas Islam yang biasanya punya agenda masing-masing kini kompak membentuk barisan "Avengers" versi religi untuk menyeret Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie ke meja hijau.
Selama ini, Ade, Abu Janda, dan Grace Natalie dikenal sebagai pemegang sabuk hitam dalam dunia persilatan opini digital. Tapi kali ini, mereka sepertinya salah memilih lawan. Pak JK, sang "Bapak Perdamaian" yang punya rekam jejak mendamaikan konflik Aceh sampai Afghanistan, dibela oleh pasukan yang siap mendamaikan nafsu posting mereka lewat jalur kepolisian.
Ibarat kamu biasa nge-troll di kolom komentar sendirian, eh tiba-tiba yang datengin rumahmu satu batalyon lengkap dengan bukti print-out postinganmu dari jaman purba.
Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, turun gunung dengan narasi yang menohok. Beliau menegaskan bahwa video tersebut bukan cuma dipotong, tapi "dipelintir secara sengaja".
Dalam dunia editing, "melintir" itu butuh skill. Tapi dalam dunia hukum, "melintir konteks" itu butuh pengacara. Din Syamsuddin ingin membuktikan bahwa apa yang dianggap "penistaan" oleh sebagian orang sebenarnya adalah "penyesatan" oleh penyebar video.
Masalah utama dari sinetron ini adalah durasi. Video asli yang panjang dan penuh filosofi perdamaian disulap menjadi klip singkat yang memicu amarah.
Menyebarkan potongan video ceramah JK tanpa konteks itu ibarat kamu cuma denger kata "Saya mau cerai" tapi nggak denger kelanjutannya "...dengan kemiskinan". Hasilnya? Satu RT geger, padahal niatnya mulia.
Rakyat Indonesia kembali disuguhi kuliah gratis tentang Bahaya Informasi Tidak Utuh.
Realitanya: Masyarakat kita sangat mudah "terbakar" oleh potongan video 15 detik, tapi malas menonton video aslinya yang 15 menit. Para pelapor ingin memastikan bahwa siapa pun yang "menyalakan korek api" di ruang publik harus siap tanggung jawab kalau rumah kerukunan sosial jadi hangus.
Ade Armando sebelumnya bilang: "Kami tidak menciderai nama baik beliau." Namun, 40 ormas ini punya pendapat berbeda. Mereka melihat ada upaya sistematis untuk membenturkan narasi JK dengan sentimen umat.
Vibes-nya: Ade, Abu Janda, dan Grace sekarang berada di posisi yang cukup awkward. Mereka ingin menjadi "penjaga gawang" pluralisme, tapi dituduh sebagai "pencetak gol bunuh diri" yang merusak harmoni.
Tuntutan para ormas ini tegas: Proses hukum yang jujur dan adil. Mereka ingin ada efek jera agar di masa depan, hobi "comot-mencomot" video tokoh besar tidak jadi olahraga nasional baru.
Episode 30 April ini menutup bulan dengan ketegangan tinggi. Pak JK tetap tenang di singgasananya sebagai tokoh bangsa, sementara para pengagumnya mulai sibuk menjilid berkas laporan.
Pelajaran penting bagi kita semua: Sebelum klik 'Share', pastikan videonya nggak cuma sepotong. Karena kalau cuma sepotong, yang melayang bukan cuma konteksnya, tapi mungkin juga ketenangan hidupmu karena harus bolak-balik ke kantor polisi.
Akankah Trio Medsos ini berhasil melakukan "diplomasi kopi" dengan 40 ormas, atau sinetron ini bakal berlanjut ke Season 3 dengan judul "SKCK-ku Sayang, Karierku Melayang"? Kita tunggu tanggal mainnya!
Sumber https://t.co/9o8Wchu3cM
Seandainya ada sidang Ijazah Jokowi
Tentang IP ini tentu jadi salah satu bagian yang bakal saya cecar kepada pak Jokowi di ruang sidang, jika memang ada sidang
Bukan hanya soal keganjilan 3 nilai IPK yang berbeda yang diklaim sebagai nilai milik Joko Widodo
IPK pertama dengan nilai IPK <2,00 adalah nilai yang dinyatakan Joko Widodo sendiri di tanggal 29 Juni 2013.
IPK kedua dengan nilai IPK 3,05 dinyatakan oleh Bareskrim tanggal 22 Mei 2025
iPK ketiga dengan nilai IPK >2,5 dinyatakan oleh Rektor UGM tanggal 28 November 2025
Maka dengan senang hati saya akan menyiapkan 200an pertanyaan seputar IPK ini, jika memang ada ruang sidang kasus Ijazah.
Pelapor, saya pastikan hadir. Jika tidak, dia tidak lebih dari seorang Penipu.