Ya Allah, betapa licik dan jahatnya para pencari kekuasaan sehingga tega mengkhianati ratusan juta rakyat negeri ini, maka pantaslah ketika Engkau seperti tidak memberikan keberkahan kepada negeri ini, karena pemimpinnya dihasilkan dari sebuah siasat yang busuk dan penuh dengan tipu daya..π
Ya Allah, betapa licik dan jahatnya para pencari kekuasaan sehingga tega mengkhianati ratusan juta rakyat negeri ini, maka pantaslah ketika Engkau seperti tidak memberikan keberkahan kepada negeri ini, karena pemimpinnya dihasilkan dari sebuah siasat yang busuk dan penuh dengan tipu daya..π
Tanggal 9 September lalu, saya mengajukan lagi permintaan informasi terkait sekolah Gibran di UTS Inserach, Sydney, Australia. Permintaan resmi saya daftarkan online, dan dikonfirmasi UTS melalui potongan email di atas.
Saya meminta seluruh data sekolah Gibran di sana. Kapan masuknya? Program apa? Apakah selesai? Kapan lulusnya? Bagaimana nilainya? Dst.
Apa jawaban UTS, kita tunggu saja.
Kalau tidak diberikan juga, saya mempertimbangkan menggugat Keterbukaan Informasi Publik melalui kantor hukum saya INTEGRITY Lawyers yang punya cabang di Sydney, Australia.
Karena saya sendiri punya izin praktik hukum (Solicitor) di Australia, selain advokat di Indonesia.
Keep on fighting for the better Indonesia.
Salam Integritas!
KALAU MAU MENIRU POLA JKW
NGGA USAH ADA PILPRES 2029
BUANG-BUANG DUIT TRILYUNAN
DAN PRABOWO JUGA NGGA BISA DIHARAPKAN MEMBANGUN INDONESIA SECARA JUJUR TEGAS DAN AMANAH AGAR INDONESIA NGGA SEMAKIN KETINGGALAN
Prabowo jengkel ke Purbaya karna minta kembalikan Rp.120 Triliun dari Danantara ke Kemenkeu.
Padahal aturannya Danantara sudah ngga lagi setor Dividen ke Kemenkeu.
Inilah yg buat Menkeu bingung alokasi anggaran proyek presiden "MBG & Kopdes" yg biayanya sudah ngga masuk akal π
Silahkan baca lagi. Ini menjelaskan bahwa Gibran itu pengetahuannya setara dengan SMK. Jadi jelas tidak punya ijazah SMA!!! - Masalahnya KPU menerima sebagai persyaratan pendidikan untuk Pencawapresannya
Langsung dijawab oleh Cak Nun :
Rakyat selalu siap utk kehilangan negara. Jgn dikira rakyat Indonesia sedih jika Indonesia bubar.
Lha kerjaannya negara cuma ngerepotin hidup rakyat ! π
--------------------------
Senin Minggu Calista Fattah
Semiris ini π
"Titik terendah mjd warga negara Indonesia terutama masyarakat bawah adl ketika dia sudah miskin, dia juga harus berjuang meyakinkan negara bahwa dia miskin."
Dengan anggaran besar, cm dpt data acakadul, giliran diprotes, minta anggaran lagi u/ perbaikan data.
Kalo swasta tuh, bukan dpt tambahan anggaran tp malah kena denda krn memberikan data palsu! π€
Tiba2 rakyat miskin makin sudah krn BPS ga kerja bener!
Seacakadul negara ini tp tdk ingin introspeksi.
Jd slm ini yg bikin gaduh siapa?
Sll rakyat yg dikambinghitamkan.π‘
Kenapa ya
Buzzer pemerintah itu makin lama tampangnya makin tidak sedap dipandang mata ya?π€
Wkwkw.. sorry sorry..
Kembali ke laptop..
Gimana nih, kada2 kelen dibilang ga kompeten.. ga bisa ngatur duit..
Udah "dikasih* duit, cm didepositikan.. jembatan ga dibangun, takut dipidanakan krn aturan rancu?
(Dikira pemerintah pusat diisi orang kompeten smua apa?) π
Dikira pemerintah pusat sudah hebat menggunakan anggaran?!
Gada gitu yg mau counter? π
Rupanya dia ga paham, TKD DBH itu hak daerah! Pusat ga berhak menahan.
Smua mau dikuasai. Sok yesss!!
Hasilnya smua acakadul tuh.
MBG KDMP itu br 2 contoh proyek unggulan gagal π₯±
1. "Kejanggalan adminstratif berkas Suket penyetaraan ijazah Gibran:
Nama ibu kandung disensor, bertentangan dengan SE sekjen Kemendikbudristek nomor 28/2021 yang menempatkan ibu kandung sebagai instrumen verifikasi utama" (Mercy Sihombing)
#GibranHarusDidiskualifikasi
Dari seabrek pemikir negeri ini mesti diakui dialah salah satu yang terbaik: Media Askar Wahyudi.
Dia layak disebut sebagai role model paling tepat untuk saat ini dalam cara berpikir dan berbuat.
Saat bicara, ia selalu memegang data. Saat beropini, ia menumpahkan pikiran yang mampu membuka mata. Saat bekerja, dia pun mau berkeringat.
Ia doktor yang jadi dosen tak hanya mendidik mahasiswa di kampusnya. Ia mendidik bangsanya.
Sejak kematian Munir, keberanian dan kepedulian itu hidup dalam dirinya.