Analogi di balas Analogi, fakta dibalas fakta, hanya orang yg memiliki dapur MBG yg mati-matian belain proyek ini.
Kalau mau traktir orang lain itu minimal sudah punya penghasilan, kalau mau ada proyek MBG, minimal BUMN profit, jangan pakai uang hasil utang apalagi dari pajak.
Kenapa setiap kritik dibalas pembungkaman, dan setiap masukan ditanggapi dengan emosi? Karena yang diberi saran memiliki ego yang lebih besar dibandingkan otak yang lebih pintar.
Disuruh santun di sebuah negara yang meledek rakyatnya adalah sebenar-benarnya anomali
𝙃𝘼𝙍𝙐𝙎 𝙉𝙂𝙊𝙈𝙊𝙉𝙂 𝘼𝙋𝘼 𝙇𝘼𝙂𝙄
Fakta bahwasanya pengajar, pendidik 𝙂𝙐𝙍𝙐 𝙃𝙊𝙉𝙊𝙍𝙀𝙍 yang nyata nyata berusaha, bekerja untuk mencerdaskan anak anak Indonesia, Honornya jauh di bawah para pekerja MBG
Lebih bijak dan sempurna bila biaya MBG di ganti untuk pendidikan Gratis semua jenjang, gaji Guru, Guru Honorer, sarana prasarana Pendidikan
Apa memang sengaja agar rakyat bodoh
Dg dalih MBG untuk kecerdasan anak, faktanya banyk yg keracunan, makanan tak sesuai standar gizi, bahkan biaya nya mengalami kebocoran
Bukankah kalian yg sedang menjadi pejabat tinggi bisa jadi seperti sekarang jasa dari Para Pendidikan ( GURU)
, dan saat itu tak ada program MBG juga Pada pinter
Jangan mengada ada yg seolah olah pera orang tua tak mampu memberikan anak anaknya makan yg bergizi
Dengar kan suara hati para pendidik wahai pemimpin yg bijak
Salam ☕ Hitam siang
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Kemarin siang 17 Juni, Seskab Teddy unggah poto makan siang bersama THE GENGS
17 Juni kemarin, rame banget demo dimana mana, dan official akun negara upload poto makan siang sambil ketawa ketawa🤮🤮
SAKIT JIWA BOTYY ISTANAA
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Malam ini di UGM, tiga pejabat dievakuasi kabur dari forum "Pancasila Pemersatu Bangsa" : dikejar mahasiswa yang cuma nanya soal tanah Papua dan ekonomi amburadul.
Mari kita bicara siapa mereka:
a. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN : Agustus 2025 viral bilang
"tanah itu milik negara, emang mbahmu bisa bikin tanah?"
lalu minta maaf, ngaku
"cuma bercanda, tidak sepantasnya disampaikan pejabat publik."
Tadi malam ditanya mahasiswa soal ratusan ribu hektare lahan Papua yang dialihfungsikan dan warga digusur , jawabnya:
"Ikut saya ke Papua, lihat langsung."
Menteri agraria, tapi jawab pertanyaan tanah kayak ngajakin wisata
b. Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin , eks Ketua PRD, dipenjara Orba 13 tahun karena lawan rezim, bebas lewat amnesti Gus Dur karena dianggap pejuang demokrasi.
Tahun 2023 gabung Prabowo , teman satu selnya sendiri, Petrus Hariyanto eks Sekjen PRD, bilang di YLBHI:
"Ia mengkhianati kami dan korban-korban pelanggaran HAM."
Empat hari lalu di Semarang, waktu mahasiswa nanya soal konsistensinya, jawabannya:
"Anda bukan siapa-siapa, silakan pergi."
Malam ini di UGM katanya mau dialog , terus dievakuasi ke pintu samping.
c. Sudaryono, Wamentan : mantan asisten pribadi Prabowo, dilantik Jokowi di penghujung jabatan, analis politik sebut pengangkatannya sebagai manuver mengamankan Pilgub Jateng.
Hadir di forum berlabel Pancasila , kabur naik mobil patwal.
Spanduk mahasiswa UGM malam ini berbunyi:
"UGM Menolak Pengkhianat Reformasi."
Tiga orang datang bicara Pancasila.
Tiga orang tidak bisa menjawab pertanyaan rakyat.
Pancasila pemersatu bangsa , atau sekadar tameng pejabat yang sama-sama takut ditagih?
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Gue nggak sependapat soal "sekampung dg sy"-nya ini. Seakan darah Rang Piaman tak ada dlm diri Hasyim Djalal yg sering bersobok dg awak pas masih aktif 9 thn di CSIS.
Bukan hanya Dino yg jadi bagian dari epistemic community dari CSIS, tapi seluruh keluarga dari Hasyim Djalal dg VVIP "Djalal 1, Djalal 2, Djalal 3..."
Dini Djalal tak kalah hebatnya.
Cukup itu saja.
Letkol Teddy perlu belajar cengkok dan teknis pernafasan dulu.
"Setengah dibanding era Pak Dino..."
Nyerang, tp kamikaze. Setengah muka bumi? Atau setengahnya sdh tiba duluan?
Stress awak baca dan dengar org yg bahkan belum layak dikasih nilai setengah (5) utk bahkan intonasi suara Jgnkan pilihan diksi, hingga tingkat emosional yg idealnya tanpa bisa dibaca org lain.
Model Teddy ini, semua kartu bahkan yg bernilai rahasia ala Pigai, sdh dg mudah dibaca. Sangat telanjang. Bergelambir!
5,8 miliar itu baru hotel…
Belum transportasi
Belum pengamanan
Belum konsumsi
Belum yang lain-lain
Mungkin kalau ditotal bisa jadi habis lebih dari 10 M sekali jalan…
Miris sekali rasanya…
Pemda dan Kementerian disuruh efisiensi
Ada yang programnya ga jalan karena kekurangan dana.
Sampai ada yang tunjangan PNS dipotong atau tidak diberikan sama sekali
Tapi yang dari atas malah jor-joran perjalanan dinas dengan pengeluaran fantastis.
Itu kita omongin PNS
Belum lagi kita ngomongin rakyat biasa yang lagi pusing sama biaya hidup akibat melemahnya mata uang rupiah.
Atau gen milenial dan gen Z yang masih nganggur dan belum dapat kerjaan pasti.
Jelas, rakyat dan pegawai yang sedang mengalami kesulitan ekonomi pasti kesal dengan fakta seperti itu.
Source gambar: https://t.co/0CRjwJWvi0
Sertu Riza Pahlivi, anggota TNI, aniaya Mikael Histon Sitanggang (15 tahun) hingga tewas.
Vonis pengadilan militer: 10 bulan penjara.
Tidak dipecat.
Restitusi ke ibu korban: Rp12,7 juta , harga nyawa seorang anak di mata pengadilan militer Indonesia.
Banding dikuatkan.
Ibu korban baru tahu putusan banding 3 bulan setelah dibacakan , sehingga kehilangan hak kasasi selamanya.
Hakim meringankan hukuman karena pelaku "sudah minta maaf."
LBH Medan baru tahu putusan banding setelah tenggat kasasi lewat.
Menteri PPPA sendiri bilang: seharusnya masuk peradilan umum, bukan militer.
Tapi tidak ada yang bergerak mengubahnya.
Dan sekarang ibu Lenny Damanik terpaksa bawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi , menggugat UU Peradilan Militer , ...
......karena jalan keadilan lainnya sudah ditutup semua.