Kenapa saya begitu keras mengkritik Neymar?
Yang jelas, saya tidak membenci Neymar. Di mata saya, dia adalah pemain yang "kasihan" aja.
Kasihan karena tidak mendapatkan guidance yang tepat dari lingkungan. Jika saja Neymar dikelilingi oleh orang yang peduli, saya yakin dia ini penantang alami untuk Messi dan Cristiano Ronaldo.
Kalau Neymar punya gaya hidup dan pola pikir seperti Messi aja, mungkin duologi alien tidak akan terjadi. Kita bisa melihat trio terbaik di zaman yang sama.
Yah, itu kalau kita melihatnya dari sisi "what if". Dan celakanya, cuma bisa sampai sana saja.
Karena di Piala Dunia ini, di mata saya, Neymar itu egois. Saya menghargai perjuangannya bersama Santos demi kembali ke timnas. Siapa yg nggak mau main di Piala Dunia, kan.
Namun, kita nggak bicara pemain yang bugar dan sehat. Fisiknya udah nggak 100% lagi dan menjelang penentuan skuat, dia nggak bugar.
Saya selalu memegang kepercayaan bahwa leader yang baik tahu kapan harus tut wuri handayani atau mendukung dari belakang. Dia bisa saja tegas ke Ancelotti bahwa ada pemain yang lebih layak dari sisi kebugaran dan akan berguna untuk tim.
Publik Brazil mencintai Neymar itu wajar. Dia adalah "jembatan" antara generasi monster ke generasi masa kini. Dia merasakan bermain bersama Ronaldinho dan Vini.
Cinta dalam rasa, dan cinta di atas lapangan bagi saya agak berbeda.
Cinta di lapangan itu harus penuh logika.
Kalau hanya mengedepankan rasa, bukan bahagia yang didapat, tapi romantisasi pecundang bernama besar saja.
Dan itulah yang membunuh Brazil. Romantisasi yang gagal memberi hasil.
Beliau ini mungkin memorinya stuck di tahun 90-an ke bawah, berasa kita masih berperang ngelawan penjajah.
Omongan beliau di setiap pidato nya kayak omongan orang2 orde lama yang suka nakut2in buat patuh ke pemerintah.
Jadi berasa dia jadi presiden di masa orde lama, dimana penuh rakyat miskin yang baru kelar berjuang melawan penjajahan.
Seperti pas pidato tentang orang desa gak pake dollar. Langsung dicounter sama ketua DPR, bapak presiden ingin menenangkan rakyat makanya keluar kata-kata itu supaya rakyat gak ketakutan.
Lha dikira kita cuma nonton TVRI doang, jaman digital gini fakta bisa dicari dimana-mana.
Beda pas jaman dulu, informasi susah buat didapatkan, makanya rakyat gampang dikibulin pemerintah.
Dan ditambah ini, tiba2 teriak merdeka, vibesnya berasa lagi di jaman bawa2 bambu runcing 😅