Just a little traffic blogger | random | LADS, Anime, Manga/hwa/hua | Sylus girl but loves all Li ❤️ | INFJ and would love for some extroverts to adopt me 🫶
Hello to my new #ladsmoots 🥰
A bit about me:
*Moon/moonie(25+)
*Love all Li, but my main is Sylus 🐦⬛😍
*ID/Eng
*Asia server
*Like to yap but socially awkward hehe sorry 🥹
*NOT A 2 VOTER SO YOU'RE SAFE WITH ME GUYS
*Very open and will eat anything you offer (arts,stories,etc)🤗
mindahin posisi gerbong itu bukan mitigasi kecelakaan, tapi cuma mindahin demografi siapa yang bakal jadi korban kalo tragedi serupa terulang. harusnya pemerintah fokus investigasi kenapa kereta yang lagi diam bisa ditabrak. evaluasi total sistem persinyalan dan operasional KAI, bukan malah bikin kebijakan reaktif yang seolah nyawa laki-laki lebih kebal dari benturan baja. keselamatan itu hak semua penumpang, tanpa pandang gender
@ObiWan_Catnobi Kalau ada 55 juta anak yang tiap hari bergantung pada makanan gratis dari pemerintah, itu artinya masalah besar utama Indonesia bukan di stuntingnya. Namun, masalah besar Indonesia ada di kemiskinan parah sehingga orang tua mereka tidak bisa memberi makan yang bergizi.
Turns out women get more autoimmune diseases from suppressed anger and trauma...so basically every time you don't flip a table, your immune system takes a hit. Moral of the story? Throw the fucking chair, girl. It's preventative medicine
Temen komunitas posting story, intinya dia trauma lahiran, KB. Karena KB IUD dia, gak cocok. Jadi melintang atau apalah gatau intinya nyiksa bgt.
Terus mikir, oh gila ya dunia tuh gak adilnya sama perempuan. Setelah melahirkan YANG SUPER SAKIT ITU, kita pula yg disuruh nanggung sakitnya KB.
Pas KB ga cocok pun, kita hrs siap badan melar (ujung2nya kita pula yg disalahin karena katanya ga jaga badan).
Seharian diskursus X ttg penyalahgunaan gr000k, trs YANG DISURUH INA INU CEWE. Padahal jelasssss KORBANNYA CEWE!
Cewe lama nikahnya, disuruh cpet2 karena blablabla
Trs pas udah nikah, BELUM HAMIL PUN SALAH CEWE.
Pas giliran punya anak, dan anaknya cantik/ganteng, YANG DIPUJI MALAH BAPAKNYA.
Oh Allah…
Kenapa dunia kejam betul sama wanita🥺💔
Semoga kelak dikumpulkan di syurga untuk para wanita2 hebat🤍🤍
[ 1 winner ] be getting aurum pass and dias to brought the fit
- NO ga hunter
-NO li hater
- NO mc hater
💌 like, repost, and comment for a happy new year wish !!
@KangManto123 Selain sex diluar nikah bisa dipenjara, sekarang polisi bisa bebas mengambil data kita. Akun bank, bahkan media sosial kita..
Selamat datang new orba
Tanpa MBG, telor, beras, tempe dll itu tetap akan dikonsumsi oleh 280 juta orang Indonesia, bahkan tdk bikin inflasi pangan melonjak. Dan anak2 kita terselamatkan dari keracunan serta keharusan minum dari minuman rasa susu. Polisi juga bisa kerja yg bener (walau meragukan) dan gak usah nyambi buka 1100 dapur.
Industri konstruksi juga menyerap tenaga kerja dan pny multiplier effect juga. Kamu pikir sistem IPAL jadi sehari semalam macam loro jonggrang dan gak pakai pekerja dan bahan?
Jika cerdas dan gak pny skill issues, BRT bisa mendorong industrialisasi via pabrik e-bus - akibat permintaan tinggi (40 kota bok).
Konstruksi jg akan dorong inflasi, tp gak berdampak langsung ke pangan.
kalian baca ini deh
ini jelas skema perampokan legal dan masih jarang dibahas, suatu saat perlu diledakkan
mereka jualan batu bara, dijadikan listrik, dan negara [via pln] dipaksa beli meskipun gak butuh
uang kita triliunan menguap mubazir masuk kantong mereka
Kenapa Banyak Pejabat Asal Bicara Soal Bencana Sumatera?
Situasi ini menggambarkan apa yang diperingatkan W. Timothy Coombs dalam Situational Crisis Communication (SCC) Theory (2007), dalam krisis, pesan yang tidak empatik dan tidak terkoordinasi akan memperbesar kerusakan reputasi lembaga dan memicu hilangnya kepercayaan publik.
Teorinya sederhana,
tetapi justru tidak pernah sungguh-sungguh dihayati oleh para pejabat kita.
Para Kepala Biro Humas, nampaknya cuma bisa duduk melihat, sambil kaki sedikit lemas.
Dalam setiap bencana besar, termasuk yang baru melanda Sumatera, kita kembali disuguhi pola lama.
Negara terkesan lambat & mulut pejabatnya tak berempati.
Mereka sibuk ikut lomba bela diri & bela institusi.
Akibatnya, siaran pers yang seharusnya meredakan justru jadi ajang akrobatik nalar, yang membuat suasana duka, makin terasa menyedihkan.
Pernyataan defensif para pejabat,
mempertegas fakta, bahwa pejabat dan rakyat hidup di dunia yang berbeda.
Sebenarnya,
publik bisa memahami bahwa negara punya keterbatasan.
Asalkan, negara bicara apa adanya,
hadir dengan empati,
dan mengutamakan keselamatan warga ketimbang citra kolega & lembaga.
Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.
If a head of state doesn't know about the problems in their country then they are incompetent. If they choose to ignore the problems then they are morally bankrupt. It is your duty to hold them accountable or replace them with the ones who do care about your lives & interests.
Sri langka baru berapa hari terkena siklon badai yg sama lgsg berstatus BENCANA NASIONAL dan meminta bantuan international saat death toll nya di 132
Kita? 303, 280 an hilang dan kepala BNPB masih ketawa ketawa mengatakan ga seseram itu semua terkendali
MEMANG JAGOAN INDON