Pi bir ölçüttür
☘ Kabul edilen GCV ekonomisinde Pi'nin satın alma gücü GCV üzerinden referans alınır; DEX ise yalnızca Pi ile çalışır ve hesaplama birimi olarak doları kullanmaz.
☘ Pi topluluğundaki arkadaşlar dolar düşüncesini kafalarından çıkarmalıdır. GCV "1 Pi 314.159 dolara eşittir" dediğinde, Pi'nin kendisi olduğu yerdeki satın alma gücüne atıfta bulunmaktadır. Bu nedenle DEX, doları değil yalnızca Pi'yi yansıtır. Ne GCV ne de dolar piyasaya ait değildir; bu içsel bir şeydir, piyasa fiyatı, bir token ya da borsada listelenen bir fiyat değildir.
☘ DEX piyasasında işlem çifti token/Pi şeklindedir; mevcut ekonomide ise Öncüler (Pioneer'lar) Pi'yi mal ve hizmetlerle takas etmek için kullanmaktadır. Ekonomiyi piyasa ile karıştırmayın, dışarıdaki CEX borsalarındaki fiyatı ekosistemin içsel değeriyle karıştırmayın.
#PiDexGcv #The_New_World
Lo transfer uang ke nomor yang salah. Rp5 juta. Langsung panik. Hubungi bank. Bank bilang: "Maaf Pak, kami tidak bisa tarik paksa dana dari rekening penerima." Lo lemas. Padahal ada prosedur resmi yang hampir nggak ada yang kasih tau nasabah untuk situasi ini. Dan prosedur itu bisa selamatkan uang lo.
Yang pertama harus lo lakuin dalam 30 menit pertama: Hubungi call center bank lo segera. Minta pemblokiran rekening tujuan atas dasar salah transfer. Bank punya kewenangan untuk memblokir rekening penerima sementara sambil proses investigasi berjalan. Tapi ini hanya bisa dilakukan kalau lo lapor cepat. Makin lama lo tunggu, makin besar kemungkinan uangnya udah dipindah oleh penerima.
Yang jarang diketahui: ada dasar hukumnya. Salah transfer itu bukan kehilangan uang yang harus lo ikhlasin. Dasar hukumnya: KUH Perdata pasal 1359 tentang pembayaran yang tidak diwajibkan. Uang yang masuk ke rekening orang lain karena salah transfer itu bukan hak penerima. Penerima yang tidak mengembalikan uang salah transfer itu bisa dijerat pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Ancaman pidana: penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar.
Prosedur resmi yang bisa lo lakukan: Pertama: lapor ke bank lo dengan membawa bukti transfer. Minta surat konfirmasi salah transfer dari bank. Kedua: bank lo akan menghubungi bank penerima untuk koordinasi pemblokiran dan pengembalian dana. Ketiga: kalau penerima kooperatif, dana dikembalikan dalam 14 hari kerja. Keempat: kalau penerima tidak kooperatif, lo bisa lapor ke polisi dengan membawa surat konfirmasi dari bank sebagai bukti.
Yang perlu lo siapin sebagai bukti: Screenshot bukti transfer dengan nominal, waktu, dan nomor rekening tujuan. Mutasi rekening yang menunjukkan debet dari rekening lo. KTP lo sebagai pelapor. Semakin lengkap dokumen lo, semakin cepat proses penyelesaiannya. Jangan tunggu sampai besok. Kumpulkan semua bukti hari itu juga.
Yang juga jarang diketahui: transfer ke nomor yang salah lewat mobile banking itu ada perlindungannya. Bank Indonesia punya regulasi yang mewajibkan bank untuk membantu nasabah dalam kasus salah transfer. PBI Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran itu mengatur kewajiban penyedia layanan untuk membantu penyelesaian transaksi yang bermasalah. Lo berhak minta bank untuk aktif membantu, bukan cuma bilang "kami tidak bisa."
Kalau transfer lo ke rekening penipu bukan salah transfer: Prosedurnya berbeda tapi tetap ada harapan. Lapor ke polisi dulu untuk dapat nomor laporan polisi. Lapor ke BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional) lewat https://t.co/4saBP7SuDE. Lapor ke OJK lewat https://t.co/ji2apoJgV0. Lapor ke Kominfo untuk pemblokiran nomor rekening penipu lewat https://t.co/3c6Qe1zI2k.
https://t.co/M0UxgLuJEH itu tools penting yang hampir nggak ada yang tau. Website resmi Kominfo: https://t.co/3c6Qe1zI2k. Lo bisa cek apakah nomor rekening yang mau lo transfer sudah pernah dilaporkan sebagai rekening penipu. Dan lo bisa laporkan rekening penipu di sana. Sebelum transfer ke rekening siapapun yang baru lo kenal, cek dulu di sana. 5 detik. Bisa selamatkan jutaan rupiah.
Modus salah transfer yang perlu lo waspadai: Ada modus di mana seseorang sengaja transfer ke rekening lo lalu minta dikembalikan ke nomor yang berbeda dengan dalih "itu nomor rekening saya yang baru." Jangan kembalikan ke nomor yang berbeda. Kembalikan hanya ke nomor rekening asal yang transfer ke lo. Modus ini sering dipakai untuk money laundering. Dan lo yang bisa tersangkut masalah hukum.
Kalau lo jadi penerima transfer yang salah dan nggak mau masalah: Jangan gunakan uangnya. Sama sekali. Hubungi bank lo dan beritahu bahwa ada dana masuk yang bukan hak lo. Minta bank untuk memfasilitasi pengembalian ke pemilik aslinya. Menggunakan uang salah transfer yang lo tau bukan hak lo itu bisa dijerat hukum yang sama dengan pencurian.
Satu hal yang paling penting dari semua ini: Simpan semua bukti transaksi digital lo. Bukan cuma screenshot yang bisa hilang kalau HP rusak. Bukti transfer itu dokumen yang lo butuhkan kalau ada sengketa finansial. Dan sengketa finansial itu nggak ada yang ngasih peringatan kapan datengnya.
cc : solusinyata_
AirDrop başladı.
Binlerce kişi 50-100$ alacak
$FRANCE26 airdrop için $Sol adres bırak
100,000,000 $FRANCE26 ilk 750 retweet eden ve $SOL cüzdanlarını bırakan arasında eşit dağıtılacak! Hızlı ol
Ca - 2a4nXo6YsbxYB5H41SJ5MYk2JnNDKn6X611rUigupump
Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi
About ENERGY AND SEX
For those who take sex very lightly, I leave this information here.
Chakras regenerate every 7 years, so if you've been with a person even once, their energy will stay with you for 7 years. That is if you don't clean there properly.
When you have sex with someone, a whole energetic process begins.
Mainly the root chakras (Muladhara) of both, come together and from this intimacy the auras merge, merge to create a great auric energy around the two.
Through separation, it leaves an energetic and karmic imprint. The more relationships you have with a person, the deeper the connection.
That's why sometimes you remember so much about your ex or who you became intimate with and you change your vibration and create energetic links that bring them together where they then continue to transmit energy on a subtle level.
In every relationship, some of the other person's energy is acquired. If you have relationships with people who are mainly dense, unconscious, devoid of light and love, unstable, then you acquire the same thing ...
You change to a paradigm where nothing makes you happy even though you have many reasons to be. If the other person did something that marked their karma, you acquire it and it can attract painful experiences.
On the contrary, if you are in a relationship with someone who is aware, full of light, full of love and who keeps their energy clean, a wonderful exchange of positive energy is generated for both people. Both grow in love and awareness.
The energy of love and sexuality is so great and magical that it vibrates so high that you reach an expanded state of consciousness. That energy also remains in you and me as new light codes.
If you sleep with a person who currently already has a partner, you consequently acquire the energy of that person and the partner (and the partner's partners).
There are no culprits, only unconscious people and consequences. You are your own boss, you can change when you decide.
Why do we attract people into our lives whose relationships with us are empty, painful and dense?
- First by vibration: we attract what we vibrate.
- Second for learning: the other person is a reflection of you, he will show you your shadows so you can recognize them and work on them.
- The third due to internal conflicts: You did not learn to love, you did not learn to Value ...
Consequently, we relate to people of the same vibratory level. You can even become attached ("falling in love") with someone like this, with the inability to love and value yourself until you end up using yourself. For it vibrationally perceives your need for Love, but only reflects your relationship with yourself. Love yourself and you will love others and others will love you.
This is not an invitation to not have sex, on the contrary, you must make LOVE as often as you want! But before that, vibrate up, to attract a person with whom you can be stable and help you grow and not tear down the evolutionary work.
People who have VIBRATION know how to choose LOVE and LIGHT.
Never sleep with someone you don't want to be with, don't do it out of revenge or because you have to..."
✨🙌🏾💫
Penolakan DPR terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Peramp4san Aset yang diajukan Presiden kembali menjadi sorotan publik. RUU tersebut sebelumnya dinilai sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat pemberantasan tindak pidana korvpsi dengan memberikan dasar hvkum yang lebih jelas terkait penyit4an aset hasil kej4hatan. Namun, keputusan DPR untuk tidak melanjutkan pembahasan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Di media sosial, tagar yang berkaitan dengan penolakan RUU Peramp4san Aset ramai diperbincangkan. Sejumlah warganet menyampaikan kritik kera5 terhadap sikap DPR. Salah satu komentar yang banyak dibagikan berbunyi, "Ini bukan wakil rakyat," sebagai bentuk kekecew4an terhadap lembaga legislatif yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan pada upaya pemberantasan korvpsi. Di sisi lain, terdapat pula pihak yang berpendapat bahwa pembahasan RUU perlu dilakukan secara lebih mendalam agar tidak menimbulkan persoalan hvkum di kemudian hari.
Perdebatan mengenai RUU Peramp4san Aset diperkirakan masih akan berlanjut. Berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pegiat antikorvpsi, hingga masyarakat sipil, mendorong adanya pembahasan yang transparan dan mengedepankan kepentingan publik. Mereka berharap setiap keputusan yang diambil benar-benar mampu memperkuat sistem hukum serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korvpsi di Indonesia.
#beritaterkini
#viralsgoingviral
#viralvídeo