[HELP RT]
Kantorku lagi buka program #Internship nih. Roles yg available beragam, ada #marketing, #research , #HR, #GA, dsb nya. Terbuka juga untuk teman-teman lulusan 2025 ke bawah ya!
Info lebih lanjut bisa chek di link berikut:
https://t.co/TXGhbsmKvn
#lokercot@hrdbacot
beda pendapat itu kalo lo lebih suka bubur diaduk daripada bubur gak diaduk. tp kalo negara lo udah ancur dan semua org LITERALLY SUFFERING trs lo masih BELAIN PRABOWO itu bukan beda pendapat, itu gak punya otak, tolol
terakhir dari aku, jujur ngetweet ini krn pure kesel aja, ga niat ngeviralin jg. Lebih ke sedih cuy udh loyal bertaun2 tp ujung2nya gini🥲 Ga berniat untuk trlihat ga bersyukur jg.
Aku harap buat semua yg lg struggle di kerjaan/mencari pekerjaan semoga dimudahkan ya, night all🤍
Dear teman-teman,
Aku minta tolong bantuannya untuk RT/❤️/share link kuesioner penelitian berikut ya.
Topik penelitiannya adalah tentang pengalaman subjektif menjadi pengasuh bagi anak dengan kesulitan belajar spesifik.
Link : https://t.co/HfsSNALz7R
salah satu konsep rejeki yang gw lagi coba terapkan adalah konsepnya aldi taher.
doi bilang “kalau bisnis bangkrut, bukan gak rejeki, tapi rejekinya segitu aja bang…”
gw denger itu langsung ngerasa *deg*
kayaknya selama ini banyak dari kita salah memaknai rezeki.
gagal interview kerja ≠ rejeki
bisnis bangkrut ≠ rejeki
ketolak masuk universitas yang diinginkan ≠ rejeki
padahal, bisa sampai ke seleksi kerja itu udah rejeki, bisa sampai buka bisnis dan ada pembeli juga rejeki, bisa punya kesehatan untuk ikut ujian masuk universitas udah rejeki.
jadi rejeki itu bukan soal yang tampak besar dan tercapai, tetapi perjalanan sampai titik gagal dan penolakan juga rejeki, mungkin di kesempatan yang lain kita akan di kasih lebih dari ini.
One night I asked my mom how she knew my dad was “the one.” She didn’t say butterflies. She didn’t say grand gestures.
She said, “There was a year I wasn’t okay.”
She told me after I was born, she felt overwhelmed all the time. She stopped talking as much. Stopped laughing as loudly. She said she felt guilty for not being her usual self.
And my dad didn’t demand the “old her” back.
He just started doing small things.
He would wake up earlier to pack her lunch.
He’d fold the laundry without announcing it.
He’d sit beside her on the couch and just hold her hand without asking a single question.
She said one night she finally cried and told him she felt like she was failing at everything.
He didn’t interrupt.
Didn’t give a motivational speech.
Didn’t say “but you have so much to be grateful for.”
He just listened.
And the next week?
He didn’t treat her like she was fragile.
Didn’t bring it up during arguments.
Didn’t use it as proof that she was “too emotional.”
He loved her the same. Calm. Steady. Normal.
My mom looked at me and said,
“That’s when I knew. Love isn’t the loud days. It’s who stays gentle on the quiet ones.”
And suddenly their 20+ years together made sense.
Real love doesn’t panic when you’re not at your best.
It adjusts.
It waits.
It stays.
Kalau memang kalian ngerasa emosi meledak-ledak sampai gabisa ngontrol perilaku, mending ke psikolog dulu buat konsul, bukannya harassing, bullying, dan misoginis ke pekerja yang berkontribusi terhadap sosial ekonomi negara melalui kerja keras mereka.
Please lah rasional dikit.
- Jalan tol sepi karna mahal.
- Kereta cepat malah bikin KAI terancam bangkrut.
- Tol laut sepi karna muatan baliknya yg gak ada.
- Bandara mangkrak karna gak ada penumpangnya
- Gak tau itu nanti IKN gimana
Dan yg mengkritisi ini dulu dibilang kadrun yg gak pengen Indonesia maju
Sorry, kenapa tunjangan kehormatannya malah naik dan banyak elemen tambahan ya?
Dan tunjangan rumah ini kan awalnya wacana, belom terlaksana. Mereka tau orang Indo males ngitung angka, tapi sebenernya ini masih naik
Gaji sebelumnya 54.051.903
Gaji sekarang 65.595.730
Brengsek
Hampir 2.000 anak terinfeksi dan 12 di antaranya meninggal akibat infeksi campak di Sumenep, Jawa Timur dalam delapan bulan terakhir.
Campak disebut mewabah di Sumenep karena rendahnya cakupan imunisasi, salah satunya akibat hoaks vaksin haram. Simak laporannya.
Sebagai perempuan umur 35 (besok 36), sudah menikah dan belum pernah hamil, aku mantau aja diskusi hamil2 buat perempuan di Indonesia ini.
Soalnya di Australia sini aku ke obgyn, GP (dokter umum), dua spesialist, mereka bilang tenang aja AKU MASIH MUDA, sekarang inovasi di bidang medis juga sudah canggih, jadi ga perlu terlalu risau.
Jujur ini sangat membantu kesehatan mentalku yang lagi battling another health issue.
🙂 Also, i have supportive husband too, therefore i am not worried about this issue at all.
Tapi perempuan di Indonesia ini, berat banget beban mental dan fisiknya mengenai masalah perhamilan ini. Depan belakang kanan kiri battling judgement (dari mulut tetangga sampe mulut oknum nakes), hidup di lingkungan yang sangat patriarkis.
Hope we can make a better world for women.
Mau udh 50 pun, kalo opsi yg ada suram semua ya ngapain dinikahin?
Anak berhak dpt bapak terbaik. Agar mereka tumbuh optimal jd manusia yg bermanfaat bagi dunia.
Pemikiran perempuan itu lintas generasi. Semua yg bersedia mikir sejauh itu, pasti paham isunya bukan di fertilitas.
Ini salah strategi. Kalo mau menghimbau perempuan utk menikah, jgn dibikin takut (ga mempan), tapi dibikin berani.
Perempuan lbh takut anaknya punya bapak bajingan drpd ga nikah samsek.
Bikin beraninya gimana? Buktiin bahwa laki2 mampu jadi suami & bapak yg baik. Itu solusinya.