Saya belum pernah melihat akhir fase grup bola sedahsyat dan sedramatis ini.
17 gol dalam 2 pertandingan. 5 di antaranya di perpanjangan waktu!
Buat yg sangat gak sempat nonton tadi malam, Begini ceritanya...
Indonesia dan Malaysia bermain imbang 0–0 saat bertemu di fase grup Piala ASEAN. Menjelang pertandingan terakhir, poin kita sama tapi Malaysia unggul satu selisih gol.
20 menit pertandingan,
Malaysia golin 1, Indonesia 2.
Artinya, saat itu kedua tim punya poin, selisih gol, dan jumlah gol yang persis sama.
Enam menit kemudian, Malaysia mengubah skor menjadi 2–0. Mereka kembali unggul selisih gol.
Enam menit setelahnya, kita mencetak gol ketiga. Kedua tim kembali sejajar.
Tapi empat menit kemudian, Bangladesh membobol gawang kita. Skornya jadi 3–1.
Lalu, hanya semenit berselang, kita membalas. Skor menjadi 4–1!
Sampai di sini, Timnas seolah berpikir, “Kita harus bikin jarak supaya bisa bernapas sedikit.”
Kita nambah 2 gol sebelum turun minum. Skor menjadi 6–1.
Sekarang selisih gol Indonesia unggul dua atas Malaysia.
Setelah itu, Memasuki babak kedua, Indonesia mendadak sepi gol.
Sementara di pertandingan Malaysia, menit ke-87, mereka mencetak gol kelima ke gawang Singapura!
Artinya, Malaysia menyalip Indonesia dan berada di posisi untuk lolos ke final.
Tapi Indonesia mencetak gol pada menit ke-90. Skor menjadi 7–1!
Selisih gol kedua tim kembali sama, tetapi sekarang Indonesia unggul jumlah gol yang dicetak.
Tiba-tiba, hanya semenit kemudian, kita kecolongan, Bangladesh mencetak gol. Skor jadi 7–2.
Dan semenit setelah itu, Malaysia mengubah skor menjadi 6–0 atas Singapura.
Pedih..
Selisih gol Malaysia sekarang +9.
Indonesia +7.
Disini Garuda menyala di dada seluruh pemain. Malaysia boleh unggul kekuatan paspor tapi tidak untuk Bola.
Seluruh pemain indonesia, termasuk Emil Audero maju ke kotak penalti Bangladesh.
Pada menit ke-97, Kevin Diks mencetak gol. Skor menjadi 8–2!
Pertandingan tinggal beberapa detik lagi.
Kita masih butuh satu gol lagi.
Dan gol itu benar-benar datang!
Egy dengan kaki kirinya memberikan umpan lob ke sisi kiri untuk Ole, lalu Ole dengan tenangnya melewati 1 pemain dan memberikan umpan tarik ke Mitch.
Goll!!
Indonesia unggul 9–2 atas Bangladesh.
Selisih gol Indonesia: +9.
Selisih gol Malaysia: +9.
Dengan Malaysia mencetak total 9 gol, sepanjang Asean Cup, sementara Indonesia sudah mencetak 11.
Jadi, lewat sentuhan burung garuda paling terakhir dalam pertandingan itu, Indonesia lolos ke final Piala ASEAN!
Saya belum pernah melihat akhir fase grup bola sedahsyat dan sedramatis ini.
17 gol dalam 2 pertandingan. 5 di antaranya di perpanjangan waktu!
Buat yg sangat gak sempat nonton tadi malam, Begini ceritanya...
Indonesia dan Malaysia bermain imbang 0–0 saat bertemu di fase grup Piala ASEAN. Menjelang pertandingan terakhir, poin kita sama tapi Malaysia unggul satu selisih gol.
20 menit pertandingan,
Malaysia golin 1, Indonesia 2.
Artinya, saat itu kedua tim punya poin, selisih gol, dan jumlah gol yang persis sama.
Enam menit kemudian, Malaysia mengubah skor menjadi 2–0. Mereka kembali unggul selisih gol.
Enam menit setelahnya, kita mencetak gol ketiga. Kedua tim kembali sejajar.
Tapi empat menit kemudian, Bangladesh membobol gawang kita. Skornya jadi 3–1.
Lalu, hanya semenit berselang, kita membalas. Skor menjadi 4–1!
Sampai di sini, Timnas seolah berpikir, “Kita harus bikin jarak supaya bisa bernapas sedikit.”
Kita nambah 2 gol sebelum turun minum. Skor menjadi 6–1.
Sekarang selisih gol Indonesia unggul dua atas Malaysia.
Setelah itu, Memasuki babak kedua, Indonesia mendadak sepi gol.
Sementara di pertandingan Malaysia, menit ke-87, mereka mencetak gol kelima ke gawang Singapura!
Artinya, Malaysia menyalip Indonesia dan berada di posisi untuk lolos ke final.
Tapi Indonesia mencetak gol pada menit ke-90. Skor menjadi 7–1!
Selisih gol kedua tim kembali sama, tetapi sekarang Indonesia unggul jumlah gol yang dicetak.
Tiba-tiba, hanya semenit kemudian, kita kecolongan, Bangladesh mencetak gol. Skor jadi 7–2.
Dan semenit setelah itu, Malaysia mengubah skor menjadi 6–0 atas Singapura.
Pedih..
Selisih gol Malaysia sekarang +9.
Indonesia +7.
Disini Garuda menyala di dada seluruh pemain. Malaysia boleh unggul kekuatan paspor tapi tidak untuk Bola.
Seluruh pemain indonesia, termasuk Emil Audero maju ke kotak penalti Bangladesh.
Pada menit ke-97, Kevin Diks mencetak gol. Skor menjadi 8–2!
Pertandingan tinggal beberapa detik lagi.
Kita masih butuh satu gol lagi.
Dan gol itu benar-benar datang!
Egy dengan kaki kirinya memberikan umpan lob ke sisi kiri untuk Ole, lalu Ole dengan tenangnya melewati 1 pemain dan memberikan umpan tarik ke Mitch.
Goll!!
Indonesia unggul 9–2 atas Bangladesh.
Selisih gol Indonesia: +9.
Selisih gol Malaysia: +9.
Dengan Malaysia mencetak total 9 gol, sepanjang Asean Cup, sementara Indonesia sudah mencetak 11.
Jadi, lewat sentuhan burung garuda paling terakhir dalam pertandingan itu, Indonesia lolos ke final Piala ASEAN!
정우야 생일 축하한다 어느새 본 지도 곧 10년이 되어가네
친한 형 동생이지만 너의 가장 큰 팬이기도 하기 때문에 너의 목소리를 더 많은 사람이 알았으면 좋겠고 가는 모든 길에 축복이 깃들길 바라
내일 화이팅 하���..🙇
#해피정우데이 #YOONJAEHYUK #윤재혁 #ジェヒョク