Dilemma seorang pecinta alam yang kerja sebagai engineering ketika mendengar suara burung dan jangkrik beradu dengan suara alat berat.
Karena dari suara alat berat itu dia menghidupi keluarganya dan dengan adanya suara burung dan jangkrik dihutan itulah kita hidup.
#SobatTernak, Yuk hadir dan sukseskan PENAS XVII di Gorontalo! Momentum besar bagi petani, peternak, dan nelayan dari seluruh Indonesia untuk berkumpul, berbagi inovasi, serta memperkuat kolaborasi demi kemajuan sektor pangan nasional.
Beragam kegiatan menarik siap menanti, mulai dari:
🐔 Hilirisasi Ayam 🐄 Kontes Sapi Ekstrem 🦌 Safari Satwa & Taman Ternak 🐎 Arena Berkuda 🐾 Pelayanan Kesehatan Hewan 📚 Booth Edukasi Peternakan 🌱 Bank Pakan 🛍️ Zona UMKM
💥 Catat tanggalnya! 🗓️ 20–25 Juni 2026 📍 Limboto, Kabupaten Gorontalo 🎟️ GRATIS untuk umum!
Kami mengajak seluruh petani, peternak, nelayan, dan masyarakat Gorontalo untuk ikut meramaikan dan menjadi bagian dari perhelatan akbar ini. Sampai jumpa di PENAS XVII 2026!
#PENASXVII2026 #KementanRI #DukungPeternakLokal #Gorontalo
Mikroplastik sudah ditemukan di sperma, plasenta, dan air susu ibu. Masuk ke tubuh kita lewat udara.
Ledakan kasus stroke, kanker, kemandulan, dll mengancam masa depan manusia.
MENOLAK PUNAH - official trailer
Prof. Ikrar Nusa Bakti menyebut buku Nasionalism and Revolution Indonesia (1952) agar dibaca oleh Abu Janda untuk mengetahui bagaiman peran Amerika Serikat di Indonesia. Buku ini dianggap sebagai karya klasik tentang sejarah revolusi Indonesia. Sudah diterjemahkan oleh Komunitas Bambu (2013) dan Narasi (2024).
Kahin berasal dari AS dan berada di Yogyakarta ketika revolusi kemerdekaan untuk melakukan penelitian. Dia menolak membantu agen CIA pertama di Indonesia, sehingga mengalami kesulitan ketika kembali ke AS.
Kahin adalah salah satu pakar terkemuka tentang Indonesia dan Asia Tenggara dan kritikus keterlibatan AS dalam Perang Vietnam. Dia menulis buku The United States in Vietnam dan Intervention: How America Became Involved in Vietnam.
Di Universitas Cornell, Kahin menjadi direktur Program Asia Tenggara dan mendirikan Proyek Indonesia Modern Cornell.
Buku lain Kahin yang penting untuk mengetahui keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik di Indonesia adalah Subversion as Foreign Policy: The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia (1995), yang diterjemahkan menjadi Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap keterlibatan CIA di Indonesia (1997). Buku ini mengungkap keterlibatan CIA dalam membantu PRRI/Permesta.
Buku tersebut ditulis bersama istrinya, Audrey R. Kahin, yang juga menulis buku Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia 1926-1998.
Kahin meninggal dunia pada 2000. Memoarnya, Southeast Asia: A Testament diterbitkan oleh istrinya pada 2003. Semoga ada penerbit Indonesia yang mau menerjemahkan memoar Kahin.*
🔗https://t.co/ZhtsMkNrGs
Jadi inget cerita:
Saat kedatangan Beckham ke sebuah kota, seorang staf memasang spanduk bertuliskan
"SELAMAT DATANG DAVID BECKAM"
Tidak puas, bosnya marah.
Bos: "Beckam itu ada H-nya. Tolong perbaiki".
Staf: " Siap, diganti! "
Lalu, spanduk dipasang kembali dengan tulisan
"SELAMAT DATANG H. DAVID BECKAM"
Bos: "Masih salah, H-nya setelah huruf K!"
Staf: "Siap Pak! "
Besoknya spanduk dipasang kembali. Tulisannya:
"SELAMAT DATANG K.H.DAVID BECKAM"
Uda Feri Amsari keren! Dia masih bisa kontrol emosi di hadapan Abu Janda. 🔥
Kayaknya saya enggak bisa berdebat kek gini, rasanya langsung mau baku hantam saja. 🤣
Sumatera Barat kehilangan tutupan hutan seluas 40 lapangan sepak bola setiap harinya akibat perambahan dan aktivitas ilegal yang mengancam keseimbangan ekosistem serta meningkatkan risiko bencana ekologis di wilayah tersebut.
https://t.co/c1inm9rgWf
Tambang nikel dipaksakan beroperasi di Wawonii yang berkategori pulau kecil. Lahan warga diterobos, dan ada jejak salah satu institusi negara di balik deforestasi di sini.
Lalu, siapa pemain di belakang proyek ini?
Kamu bisa tonton selengkapnya dalam Serial #32 produksi @idbaruid kolaborasi @GreenpeaceID. Sudah tayang di YouTube Indonesia Baru.
Soeharto tak pernah diseret ke ruang sidang.
Pada 3 Agustus 2000, Kejagung menetapkan Soeharto pribadi sebagai *terdakwa* korupsi Kasus 7 Yayasan.
7 yayasan itu harusnya mengelola uang yang dititipkan bank-bank milik negara. Eh, hampir Rp 6 triliun hilang dicuri Soeharto.
Dalam dakwaan itu, yang mencuri bukan Tommy, bukan anak atau antek Soeharto, melainkan Soeharto pribadi sebagai ketua yayasan-yayasan itu.
Oleh Jaksa Agung Marzuki Darusman dan timnya, Soeharto terbukti dan tertangkap basah dengan tangannya sendiri berbuat kriminal mencuri uang cash dari negara sebesar ~Rp 6 triliun. Fatal.
Persidangan disiapkan dalam keadaan mencekam.
Pasalnya, gedung Kejaksaan Agung baru saja dibom sejam setelah Tommy Soeharto diperiksa di atas kasus korupsi lain (tak ada hubungannya dengan Kasus 7 Yayasan).
Pada 31 Agustus 2000, Soeharto tidak hadir dari persidangan dakwaannya karena "sakit".
Yang hadir adalah bom.
Bom besar itu ditaruh di sebuah bus di samping tempat persidangan tempat Soeharto seharusnya berada. Bom tersebut meledak.
Pada 14 September 2000, Soeharto kembali bolos dari persidangan karena "sakit".
Sehari sebelumnya, Bursa Efek di SCBD baru saja meledak oleh serangan bom teroris. 15 orang tewas tercabik menjadi potongan tubuh manusia yang gosong.
Bergerak atas informasi yang dimilikinya, Presiden Gus Dur memerintahkan kepolisian untuk segera memeriksa Tommy Soeharto dan gerombolan preman FPI yang Tommy pelihara sebagai tersangka utama pengeboman Bom Bursa Efek.
Keadaan negara sangat mencekam. Orang takut keluar rumah karena takut bom. Pegawai kejaksaan dan kehakiman lebih cemas lagi, mengingat mereka *sudah* dibom. Bagaimana kalau bom selanjutnya meledak di wajah mereka, atau wajah anak mereka?
Seminggu kemudian pada 23 September 2000, tim dokter mengumumkan bahwa sebenarnya Soeharto yang mengaku-ngaku sakit sampai bolos sebenarnya sehat-sehat saja secara fisik.
Hanya saja, ia berkelakuan "mengalami sakit mental" dan "syarafnya terganggu" selama diperiksa, sehingga tak layak disidang.
Seminggu kemudian pada 28 September 2000, majelis hakim menyetop dakwaan terhadap Soeharto dan menghentikan persidangan.
Soeharto berhasil lolos.
8 tahun kemudian, Soeharto mati.
2 tahun kemudian pada 2010, kehebohan melanda kasus penggugatan kerugian Yayasan Supersemar.
Soeharto boleh saja mati, tetapi negara yang bank-bank BUMN nya dirampok Soeharto masih ada. Selama bertahun-tahun, negara menuntut uangnya kembali, misal sebanyak Rp 4.4 triliun dari Yayasan Supersemar.
Ketika vonis hampir dijatuhkan, terjadi suatu trik sulap.
Kertas dokumen putusan kasasi ternyata tidak sengaja mengalami salah ketik, sehingga salah satu paket ganti rugi yang harus dibayarkan Yayasan Supersemar bukan Rp 185 miliar, melainkan Rp 185 juta saja.
Karena salah ketik. Ups.
Akhirnya kesalahan ketik kecil ini berhasil diperbaiki 5 tahun kemudian. Selama 5 tahun itu, segala cara aksi legal dilancarkan untuk menunda putusan finalnya.
Ternyata, yang harus membayar uangnya bukan keluarga Cendana sebagai ahli waris Soeharto yang saat masih presiden menguasai langsung yayasan-yayasan itu via jabatan formal, melainkan badan yayasan itu sendiri sebagai suatu entitas terpisah.
Gerombolan keluarga Cendana membayar ganti rugi ke negara sebanyak nol rupiah. Pengacara keluarga Cendana, O.C. Kaligis, besorak menyombong: "Kami menang mutlak".
Soeharto dan keluarganya bukan hanya lolos dari penjara, melainkan juga lolos dari harus mengembalikan Rp 4.4 triliun uang cash yang telah mereka curi lewat Yayasan Supersemar. Yang harus membayarnya malah orang lain.
Sampai hari ini, uang cash 4.4 triliun rupiah yang dirampok Soeharto dari bank-bank milik negara masih disimpan dalam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset pribadi keluarga Cendana.
#intinyadeh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo dpt ancaman pembunuhan.
"Kepala Balai Cabut Laporanmu atau Kepalamu Kami Cabut"
Kantor dirusak, motor petugas dibakar.
Luas kawasan TNTN yg 83rb ha, sisa 12,5rb ha yg masih hutan. Sisanya pemukiman, kebun sawit ilegal.
(1/2)
Buat yang masih mengira bahwa bandara IMIP/Morowali masih merupakan bandara ilegal liar dan tak berijin... 🙄🙄🙄
Yuk, kita luruskan dengan fakta!
Berikut keterangan yang saya berikan ke media yang menanyakan seputar kabar aneh gak jelas yang satu ini:
1. Bandara IMIP merupakan bandara dengan ijin bandara khusus.
2. Bandara khusus boleh dioperasikan sendiri selama tidak melayani penerbangan reguler/umum niaga berjadwal.
3. Penerbangan kesana ada Transnusa (dari Manado) SuperAirJet dan Indonesia Air Asia (dua²nya dari Jakarta), dan penerbangan tersebut adalah penerbangan charter (niaga Non-Jadwal), selain itu ada penerbangan yang dioperasikan khusus dengan pesawat sendiri dari IMIP, melalui perusahaan penerbangan charter lainnya.
4. Ijin bandara khusus tetap memiliki SOP dan fasilitas penanggulangan darurat sesuai standar, serta ketentuan² keselamatan dan keamanan lainnya sesuai peraturan kemenhub.
5. Penerbangan charter kesana tetap dicover asuransi oleh pihak operator.
6. Karena bandara ini sudah mengantongi ijin, bandara ini terdaftar kok.
7. Bandara ini juga memiliki aeronautical information publication yang disetujui kemenhub juga, seperti peta² prosedur yang digunakan oleh pihak maskapai yang dicharter terbang kesana.
8. Tidak adanya bea cukai dan imigrasi ini karena memang selama ini bandara tidak secara reguler melayani penerbangan internasional, hanya domestik.
9. Jika ada penerbangan internasional, maka, pesawat harus singgah terlebih dahulu di di bandara internasional untuk menyelesaikan urusan imigrasi dan kepabeanan.
10. Sesuai regulasi, bandara non-internasional juga sebenarnya bisa melayani penerbangan internasional selama personil bea cukai dan imigrasi diadakan, atas biaya operator pesawat, atau bandara, atau oleh negara secara sementara.
11. Untuk terbang ke bandara IMIP (ataupun bandara manapun di Indonesia), operator penerbangannya harus mengantongi Flight Approval yang diterbitkan oleh Kemenhub, dan ini dibutuhkan sebelum pihak pelayanan navigasi dan lalulintas udara (AirNav) mengijinkan pesawat tersebut berangkat menuju bandara tujuan.
12. Bila ada insiden/kecelakaan, ya penanganannya sesuai SOP bandara, dan kemenhub, serta KNKT jika kriteria kejadiannya mengharuskan adanya investigasi KNKT.
13. bandara khusus / non-umum itu bukan hal baru maupun istimewa, dan ada ketentuan dan peraturan yang membolehkannya. Hal ini TIDAK UNIK/SPESIAL hanya di IMIP Morowali saja. ada Weda Bay, Pelalaaan di Riau, bahkan di Jakarta ada bandara khusus, Pondok Cabe, lalu lapter cibubur, lalu bandara² perkebunan di Provinsi Lampung juga ada beberapa.