SURAT TERBUKA UNTUK TUAN DEMENLON
Perihal: Permohonan Pembebasan Akun-Akun Slytherin yang Tak Berdosa
Wahai Demenlon yang berkuasa,
Penguasa dunia, penjaga gerbang,
dan seseorang yang entah mengapa akhir-akhir ini terlalu sering mengambil apa yang menjadi milik kami.
Dengan penuh kerendahan hati, kami, anak-anak Slytherin, datang membawa satu permohonan:
Tolong, jangan culik akun kami lagi.
Namun, Demenlon, kami hanyalah anak-anak ular yang ingin berkicau dengan tenang. Kami tidak meminta banyak. Kami hanya ingin belajar, mengerjakan tugas, berpacaran, lalu kembali menjalani kehidupan sebagai warga Hogwarts yang cukup sibuk dengan urusan masing-masing.
Tapi satu per satu akun kami menghilang.
Hari ini satu.
Besok dua.
Lusa entah siapa lagi.
Kami mulai takut untuk sekedar bertukar sapa.
Maka melalui surat terbuka ini, kami memohon dengan sangat:
Jangan suspend akun kami lagi. Jangan culik akun kami lagi. Kembalikan mereka yang telah kau ambil.
Kami berjanji akan berusaha menjadi warga Hogwarts yang baik. Kami akan lebih berhati-hati.
Kami berharap surat ini sampai ke tanganmu sebelum lebih banyak anak Slytherin menjadi korban berikutnya.
Karena jika keadaan ini terus berlanjut, kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa.
Dengan hormat, penuh harapan, dan sedikit rasa takut,
Anak-anak Slytherin yang ingin hidup damai #FreeSlytherin💚
ㅤ
ㅤ
Vélaoise menggenggam tangan Fabio erat sambil meninggalkan Great Hall. Mendengar perkataannya, ia menyandarkan kepalanya sebentar pada bahu sang suami. “Of course, Mas. I’m happy as long as I’m with you,” jawabnya lembut. “And I’m glad to be here by your side too.”
ㅤ
ㅤ
ㅤ
"And tonight, we'll just stay at my office, it is ok?" asked Fabio. "Vee, I'm really glad you're here. I hope you can always be here, by my side," he added, smiling at @MrsVAcosta. They continued walking. And so the evening drew to a lovely close.
𝗙𝗜𝗡𝗜𝗦𝗛𝗘𝗗.
ㅤ