thats why this video will always be so precious to me. the way they encourage one another, support each other, talk things through... esp on that day when G was sick (you could hear in his voice + injection he had to take backstage) 🥹, they got through it all together
bahkan lagunya gak kalah indah sama orang yang nyanyiinnya, apalagi yang nontonnya juga... LAGU GAWIN YANG INI TOP 1 DI PLAYLIST HARIAN GUE TIAP BULAN SAKING SUKANYA😩
that's why gue agak skeptis kalau ada yang bilang ini murni soal aturan kampus. because if we're being realistic, indonesia is still a country where homosexuality is heavily stigmatized by a large part of society. so it's hard to separate the reaction from the fact that the people involved were homosexual.
kalau memang ini purely about campus regulations and public conduct, then the standard should be applied equally to everyone. tapi gue rasa banyak orang juga bertanya-tanya, kalau yang ada di video itu pasangan heterosexual, apakah reaksinya bakal sebesar ini?
would it still go viral across multiple platforms? would dozens of people gather around them? would someone feel the need to livestream the situation on tiktok? would there be the same level of public outrage, public discussion, and pressure for severe punishment?
and let's go even further. apakah orang tuanya juga bakal dipanggil lalu dipertontonkan di depan banyak orang seperti ini? apakah sampai ada situasi di mana orang tua merasa harus meminta maaf atas nama anaknya di hadapan publik? would people still be cheering, recording, and sharing the moment everywhere?
karena jujur aja, gue pernah lihat kasus-kasus yang menurut gue jauh lebih serius. ada kasus sexual harassment dengan korban nyata, bahkan lebih dari satu korban. mahasiswa universitas indonesia yang ngelakuin KS ke temen dan bahkan dosennya, yang dimana tindakan itu yang jelas-jelas merugikan orang lain secara langsung. tapi gue nggak melihat respons publik yang sama. gue nggak ngelihat orang tuanya dipermalukan di depan massa kayak gini. gue nggak ngelihat orang tuanya harus minta maaf sampai sujud atss kelakuan bejat anaknya.
maybe yes, maybe no. but the fact that so many people are asking these questions already tells us something.
karena yang banyak orang lihat bukan cuma pelanggaran aturan kampus. what they see is a level of outrage that seems disproportionately larger than the act itself. it feels like the discussion quickly shifted from "this behavior is inappropriate in a campus setting" to "look, it's a homosexual couple."
dan ketika orientasi seksual seseorang menjadi fokus utama perhatian publik, wajar kalau orang mulai mempertanyakan apakah respons yang muncul benar-benar didorong oleh aturan yang dilanggar, atau justru oleh ketidaknyamanan masyarakat terhadap homosexuality itu sendiri.
again, gue nggak bilang mereka nggak salah. public kissing atau making out di area kampus tetap bisa dianggap tidak pantas regardless of whether the couple is heterosexual or homosexual. tapi kalau konsekuensinya berubah menjadi public shaming, viral exposure, social humiliation, tekanan massa, sampai keluarga ikut terseret dan dipermalukan, people are naturally going to question whether everyone would be treated the same way under similar circumstances.
because equality doesn't only mean applying the same rules. it also means applying the same level of judgment, outrage, and punishment.
dan sampai sekarang, gue rasa banyak orang masih belum yakin bahwa pasangan heterosexual yang melakukan hal yang sama akan menerima level kemarahan publik, penghinaan, dan tekanan sosial yang sama persis.
and that's where a lot of people feel unconvinced.
Aku juga samaa habis vakum cukup lama, gabut ih gada tontonan terus scroll playlist gmmtv di yt. Eh apa ini Thamepo? pernah denger deh rame di tl tapi blm nonton. Dari situ nonton, LOH KOK MALAH AWET KEPINCUT WE 🥰 AAA GIMANA INI TERJANGKIT VIRUS WE 😭😭❤️
tapi asli emang nonton thamepo sekali cukup bikin orang jd gila sama willest, temen gue auto follow williamest abis nonton thamepo, padahal dia vakum nonton bl udah dua tahunan kali