Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya.
Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah.
Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Dokter Spesialis Anak
Meninggalkan karier & rencana pernikahan 💍
Ditahbiskan (April 29, 2026) jadi Imam di usia 46 tahun ⛪
Kisah Romo Stefanus di Keuskupan Bandung ini luar biasa banget.
God’s timing is always perfect! Selamat mengabdi, Romo. 🙏
Saya pernah ngobrol dengan konglo, salah satu syarat CEO atau direksi yang dia pilih adalah: loyal pada keluarga dan pasangan.
Bukan ngurusin moral orang, lebih ke: memastikan energi dan fokus orang yang dipilih ndak bocor kemana-mana
Nasehat untuk sexually discipline ini bagus for both laki-laki dan perempuan.
Supaya hidup adem tanpa drama.
Karena setiap interaksi seksual itu bukan cuma soal fisik. Ada energi yang keluar, ada ikatan yang terbentuk, ada ruang mental yang kebagi.
Dan itu semua kalau ngga dikelola dengan sadar, fokus dan energy-nya akan bocor kemana-mana. Belum lagi potensi kena penyakit, keluarga berantakan dll.
Kalo orang begini mengelola bisnis, bisnisnya ikut berantakan 😅
Buat orang-orang yang hidupnya pengen efektif, minim distraksi, dan penuh arah, sexual discipline itu bukan tentang jadi alim, tapi strategi menjaga clarity dan ritme hidup.
Tubuh itu rumah. Energi itu aset. Dan orang yang punya kendali yang baik, akan sangat selektif pada siapa yang dia izinkan masuk.
Bukan karena sok suci, tapi karena tahu, nggak semua orang pantas mendapatkan energi, waktu dan personal space kita.
Ujung dari disiplin ini bukan kesempurnaan. Tapi ketenangan. Clarity.
Dengan clarity, seseorang bisa membangun hidup tanpa drama, tanpa keruwetan yang ndak perlu.
Dengan clarity, hidup lebih tenang, terarah, rejeki finansial meningkat, bisnis moncer.
Pernah dengar kalimat ini?
“Jangan begitu sama orang tua. Nanti kalau mereka sudah nggak ada, kamu nyesel.”
Kalimat itu sering banget kita dengar.
Dianggap nasihat.
Dianggap bentuk bakti.
Dianggap standar moral paling tinggi.
Tapi coba kita putar sudut pandangnya.
“Jangan begitu sama anak. Nanti kalau kamu sudah tua, anakmu memilih menjauh.”
Tiba-tiba suasana berubah.
Orang mulai defensif.
Merasa diserang.
Merasa perannya sebagai orang tua digugat.
Cara bedain Orang Beneran Kaya, Orang Kaya Baru atau Orang Kaya Palsu.
Polanya walau tidak 100% akurat tapi sering sama :
Orang Beneran Kaya=
·Hidup pribadinya privat.
·Cenderung menjauh dari media.
· Tidak haus validasi, tapi semua orang tau dia kaya raya.
· Tidak pernah jualan kelas atau "rahasia sukses".
· Jarang tampil di publik kalau tidak penting-penting amat.
· Circle pertemanannya tertutup dan sulit ditembus.
Orang Kaya Baru =
· Hidup pribadi konsumsi umum.
· Beli barang mahal dan merasa seluruh dunia harus tau (termasuk harganya).
· Barang bermerk jadi validasi status.
· Tidak jualan kelas, tapi suka kasih motivasi hidup sukses secara gratis.
· Jiwa royal dan sedekahnya sangat tinggi, tapi suka dipublikasi kebaikannya.
· Circlenya campuran temen jaman susah + teman baru kalangan kaya raya.
Orang Kaya Palsu =
· Hidup pribadi sepenuhnya untuk konsumsi umum
· Suka pamer barang branded mahal secara agresif, bahkan cukup berlebihan.
· Obsesi banget agar terlihat kaya raya dan sukses.
· Sangat haus validasi eksternal kalau dia beneran kaya raya.
· Suka jualan barang mark-up/kelas mahal/ berbisnis cari follower.
· Selalu banggain barang mahalnya itu bukti satu-satunya kalau dia sukses.
· Terkadang suka keceplosan, lihat harga barang yang aslinya murah bagi dia tapi dibilang mahal, secara reflek.
· Circlenya terbuka untuk siapa saja, asal mau beli jualannya.
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998?
Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu.
Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya.
Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000.
Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta.
15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah.
Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi.
Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar.
Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional.
Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu.
Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali.
Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur.
Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap.
Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar.
Siapa dalang bom teroris tersebut?
Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto.
Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum.
Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel.
Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan.
Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC.
Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api.
Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka?
3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung.
Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom.
Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak.
Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar.
Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ.
2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini.
Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu.
Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah.
Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional.
Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh."
Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara.
Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan.
Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.
Gagal. Tommy tak bisa ditemukan.
Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000.
Yang ini sangat mengerikan.
23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak.
Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja.
Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy.
Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar.
Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom.
Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana.
Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu.
Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana.
Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah.
Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional.
Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi.
Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana.
Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya.
Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia.
Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto.
Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum.
Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan.
Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh.
Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta.
Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie.
Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden.
Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik.
Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001.
---
Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum.
Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.
Belajar dari case Aureli, ajarkan ini ke anak, baik perempuan ataupun laki-laki:
"Ketertarikan seksual orang dewasa ke kamu itu bukan pujian, juga bukan karena kamu terlihat dewasa.
Itu menunjukkan gagalnya orang dewasa menjaga batas.
Dia yang problematic, bukan kamu"
Kenapa perlu disampaikan ke anak perempuan dan laki-laki?
Karena grooming bukan hanya terjadi pada anak perempuan. Anak laki-laki pun banyak yang jadi korban, tapi jarang dibahas secara terbuka.
Di kriminologi, kami mempelajari kejahatan itu bukan cuma sebab ada niat pelakunya… bukan hanya karena ada kesempatan.
Tapi juga kejahatan bisa menjadi subkebudayaan yg diwariskan. Hal inilah yg dijelaskan melalui Cultural Transmission Theory atau teori transmisi kultural
UTAS
@_carolineputri @djamtjoek Based on ini:
1. Lapor bank
2. Save bukti mutasi transfer/cetak mutasi rek
3. Lapor polisi, laporan polisi kasih ke bank, minta hold dana, minta blokir rek pengirim
4. Ditagih DC, kasih bukti ga pernah pinjam dan udah lapor bank
5. Dpt teror, lapor OJK
https://t.co/O0CF0dcmgm
Awal masuk kajian gender, yang aku dan teman sekelas bahas adalah tentang pekerja seks dan pornografi. Topik yang kompleks dan melibatkan banyak hal.
Aku ingin cerita satu pengalaman perempuan yang dilacurkan (pedila) di satu kota di Jawa Barat. Melalui pengalaman Teteh A, menjadi pedila setelah lulus SD. Dia bilang "Aku dibawa paman" = dia dijual pamannya.
Yg diakui Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (1949) adalah negara RIS (Republik Indonesia Serikat) - di mana Republik Indonesia terkandung di dalamnya
🦅Daily Quick Fact;
di usia berapa kamu tau, kalo ternyata ada tipuan kecil yang dilakukan amerika saat memperkenalkan elang botak?
apakah kamu juga ikut tertipu selama ini?
[thread singkat]
Tau kah kenapa kalian2 cowok2 jamet gembel susah dapet jodoh yg sesuai idaman?
Karena lo lo semua terlalu tolol untuk memperlakulan perempuan sebagai manusia
Contoh kasus:
Mau nambahin aja di sini.
Yang namanya Perjanjian Kerja (dan perjanjian lainnya) tuh ga harus tertulis (kecuali PKWT). Kesepakatan secara lisan sebenarnya sudah mengikat para pihak.
Jadi ketika para pihak mengingkari perjanjian meski ga tertulis, dapat dibuktikan dengan...
BREAKING 🚨
Paus Benediktus XVI meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun. Paus Benediktus memimpin Takhta Suci Vatikan dan juga umat Katolik sedunia dari tahun 2005 hingga mengundurkan diri di tahun 2013.
Rest in peace 🥀
📰 @AFP