"Saya alumnus UGM. Oleh KIP ijazah Jokowi dinyatakan terbuka untuk publik.
#2029BlackListJokowiGibran
Dengan tidak dibukanya ijazah Jokowi oleh UGM, saya meyakini ijazah Jokowi itu palsu"
#2029BlackListJokowiGibran
Partai ini biadab!
Memaksa Kakek Lansia yang sakit berat Autoimun untuk jadi kendaraan politik. Menumpahkan segala tanggung jawab membesarkan partai kepada orang yang untuk berjalan saja tertatih-tatih, suara makin lemah, rambut makin habis.
Coba bayangkan: Sakit setahun penuh!
Dari skala waktu saja rakyat paling awam sekalipun pasti tahu pak Jokowi sakit berat sekali. Setahun sakit coba bayangkan. Mantan Presiden dengan fasilitas kesehatan VVVVVVIP!
Sebetulnya paling saya khawatirkan sejak sakit per 24 April 2025, lalu sekarang disebur sembuh, adalah karena dosis Steroid makin tinggi.
Tidak ada dalam patomekanisme Penyakit Autoimun, ada kesembuhan dengan ketergantungan pada steroid.
Kaesang sebagai anak, kejam sekali kepada Bapaknya. Dia jadikan Bapaknya sebagai Gajah yang dia tunggangi buat meraih kekuasaan.
Padahal gajah ini selain renta, sakit berat dengan ancaman kematian.
Saya yang dikriminalisasi pak Jokowi yang sudah ngebet ingin penjarakan saya, tidak tega melihat beliau .
Sementara Kader PSI, Buzzer, Termul, dengan tega menjadikan Gajah sakit ini, pak Jokowi ini, sebagai mesin ATM sekaligus eToll card untuk ke Senayan.
Sebagai Dokter, rasa sakit dan miris hati.
SI PENIPU DITIPU RAJA TIPU
Hampir tengah malam menjelang tanggal 1 April 2026, POLDA Metro Jaya memberi kejutan April Mop kepada saya lagi-lagi dengan amplop coklat, yang isinya selalu membuat terkejut.
Kali ini kejutannya maksimal.
Bayangkan,
Rismon Sianipar si pakar tak lulus S3, yang sudah mengajukan Restorative Justice dengan cara begitu hina dina, namanya masih ada di daftar Tersangka!
Padahal orang ini sudah melata-lata menghamba-hamba ke Solo juga istana Wapres.
Sudah dihina sehina-hinanya dan direndahkan serendah-rendahnya
Tetap saja statusnya TERSANGKA!
Oalah Mon, Mon.
Inilah akibat kau menipu 280 juta orang! Ditipulah kau sama si Raja Tipu!
Innalillahi wa inna ilaihi rajiโun.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahuโs regime showing, once again, that they donโt care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiersโ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahuโs regime has shown time and again that they are indifferent to the worldโs calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahuโs regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
Innalillahi wa inna ilaihi rojii'un. Turut berduka cita atas syahidnya seorang prajurit TNI bernama Praka Farizal Rhomadhon akibat seranganย Israel la'natullah keย pos jaga Pasukan Perdamaian PBB diย Lebanon (UNIFIL) pada hari Ahad (29/3). Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu ๐คฒ
Saran saya kepada Pak Jokowi
Daripada menghabiskan dana ratusan triliun demi membiayai kasus ijazah, yang sudah selesai secara ilmiah, dan yang sulit untuk dibantah validitasnya
Lebih baik dana tersebut digunakan untuk pengobatan Autoimun sistemik yang saya prognosis secara at Distance akan makin memburuk dan tidak akan tuntas menggunakan pengobatan konvensional di dalam negeri.
Saya sudah searching Hospital yang memiliki dokter dan medikasi teknologi super canggih tentang penyakit Autoimun ada beberapa, di antaranya
AMERIKA SERIKAT
Mayo Clinic โ USA
Mount Sinai Autoimmune Diseases Center โ New York, USA
Cedars-Sinai โ Kao Autoimmunity Institute โ USA
Northwestern Medicine โ Stem Cell & Cell Therapy Program โ USA
Johns Hopkins Autoimmune & Rheumatology Center โ USA
Cleveland Clinic โ Immunology & Rheumatology โ USA
JERMAN & EROPA
Charitรฉ โ Universitรคtsmedizin Berlin โ Germany
Heidelberg University Hospital โ Germany (autoimmune & immunotherapy)
University Hospital Munich (LMU) โ Germany
Karolinska University Hospital โ Sweden
Swiss Medica โ Serbia/Switzerland
ISRAEL
Sheba Medical Center โ Zabludowicz Center for Autoimmune Diseases โ Israel
KANADA
University Health Network (Toronto) โ Autoimmune & Immune Dysregulation
BC Childrenโs & Vancouver General Hospital โ Immunology Center
Stem Cell Institute Panama โ Panama
Celltex Therapeutics โ USA
DVC Stem โ Cayman Islands
Regenexx โ USA
Soal Ijazah dan 709 Dokumen lain yang saat ini ada di POLDA Metro Jaya, biar diurus oleh RRT saja.
Juga soal riwayat pendidikan Gibran.
Bapak Jokowi fokus pengobatan saja, dan menjalani masa pemulihan yang tenang di USA, Kanada, Jerman atau dimanapun, tanpa harus pusing memikirkan Ijazah dan Gibran lagi.
Ayo Pak Jokowi, jadikan Pengobatan Autoimun Bapak sebagai Resolusi 2026.
Jangan percaya dengan dokter-dokter yang menyuntik Bapak terus menerus dengan Steroid dosis tinggi. Ginjal, jantung, kelenjar limfe, liver dll tidak kuat menerimanya di tahun kedua sakitnya Bapak ini.
EKSKLUSIF, SURAT KETERANGAN PENYETARAAN IJAZAH SMK GIBRAN, LANGSUNG DARI SOLO. SUKET LEGALISIR TERSEBUT DIPAKAI GIBRAN UNTUK CAWALKOT SURAKARTA PADA 2020 LALU.
Inikah calon pemimpin masa depan RI? Tak punya ijazah SMA, suket pun jadi.