… buat Dan Feng tenggelam sejenak. Jemari meremat punggung yang ia rengkuh erat. Akhirnya malam tidak hening, ia menyesap manis ranum yang dicintanya penuh kasih seakan tidak mau kalah.
“Aku mencintaimu, Yingxing.” Entah sampai kapan, dia tidak ingin berakhir dulu. / Selesai.
“Yingxing,” langkah kaki dibawa mendekat, memanggil figur yang sedari tadi dicari pun akhirnya bertemu juga. “Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa disini, di tengah malam begini?” dan bukankah sang Imbibitor Lunae terlalu banyak bertanya. @shirnogekai
… suatu saat nanti merenggut kebahagiaan mereka; salah satu di antara mereka. Namun dia tidak ingin memikirkan hal itu dulu, yang terpenting baginya adalah senyum Yingxing masih bisa dipandang sampai saat ini.
Sampai akhirnya waktu memisahkan mereka, biarkan cumbuan ini …
… terlahir kembali, bukan?
“Entahlah...” jawabnya singkat, binar hijau itu terpejam untuk beberapa saat sebelum wajah yang dicintanya kembali ditatap. “Apa kau akan mencariku jika aku terlahir kembali?” jemari yang mengusap pipi terhenti seiring jarak semakin dekat, …
“Apa kau akan mengingatku saat kau terlahir kembali, Yinyue-jun?” Dan pertanyaan itu akhirnya keluar juga. Penuh bisik dia bertanya; penuh tenang, tanpa ada rasa, tanpa bermaksud apa-apa. @Mugiwarufi
… suasana hati yang senang. Dia benar-benar menghampiri rentangan tersebut, kuasa mengalung pada leher sang kekasih dan bersandar padanya.
“Apa ini meredakan rasa lelahmu?” tanyanya dengan jemari yang menari pada pipi Yingxing, membelai bagai berikan rasa nyaman. @shirnogekai
… memiliki perasaan, rasa cinta yang besar pada figur di hadapan.
Segelas teh tidak lagi menemani dirinya, melainkan sang terkasih dengan tangan terulur buatnya terkekeh heran. Tawaran yang sama sekali tidak bisa ditolak, lihat bagaimana ekornya mengibas sebagai tanda akan …
… belai lembut menyapa wajah, saat itu juga ia berdegup. “Aku tidak menyangka kamu akan benar-benar memohon,” tuturnya, jemari yang mampir pada bibir itu pun ia kecup seraya lebar senyumnya.
“Baiklah, aku akan bermalam disini.” sang tetua agung sudah memberi jawaban, maka ia …