@PadmavatiPrati1 saya mendukung pengusutan kasus ini, kejadian ini kriminal murni, jangan dikaitkan dengan isu sara. saya muslim dan saya tidak setuju dengan tindakan pembubaran ini. belum tahu motifnya apa?
kalian melumpuhkan kesehatan saya, bagaimana saya bisa aktif dan bagaimana bisa jadi pemenang. ibarat atlit kalian putusin semua sarafnya dan dia tidak bisa tidur, bagaimana dia bisa mengalahkan lawannya kalau begitu!!!
kalian itu memenangkan orang yang gak waras. kalau didunia perbolaan kalian itu cendrung ke towel, apanya berfikir maju (ernando bagus nggak, tega nggak dia dicadangkan), ini fikiran macam apa, justru ini bagus, timnas memiliki kedalam sekuad yang bagus. sama seperti kondisi gue
kalau sampai nggak punya keturunan, mending nggak usah hidup disini lagi, orang juga tidak adil dengan saya untuk apa, itu membuat semakin saya tidak mau diatur, kalian cari saja orang lain yg bisa kalian atur dan kalian buat begini!!!
kelakuan bodoh, nurutin kehendak orang. apa salahnya kalian tidak mengganggu saya, sudah dijelasin berkali2, saya mau bekeluarga dan memiliki keturunan!!!
segalo caro kamu lakuke ke aku, alangke jahiliyahnyo idup kamu, apo yang kamu cari itu, uong dak katek power dilanjak dari udara, dilanjake pulo dari darat, apo cak itu. mati bela men idop cak ini!!!
bunuh be la oi, men kamu dak senang nyingok aku idup. la putus galo apo lagi, idak kencang jugo!!!
memanipulasi kehidupan orang, tuhan maha tau!!!
nak hidup normal be dak pacak!!!
susalah kamu mekerin idup aku, nak nyato ke aku, aku idak samo sekali nak mikiri kamu!!!
cakmano lagi nak jalani hidup ini. segalo kemampuan uong nak dirusaknyo. penjajah2, kamu tu penjajah, nak makso uong, lolo kamu tu, aku dewekan kamu kroyok macam ini. dak katek uong kroyoan tu hebat, caro kamu tu bukan caro pemenang, aku dakdo nak meladeni kamu!!!
@AsbabulKopi quran memang sudah seragam, adanya penyeragaman itu untuk memperkuat keseragamannya saja. lagi pula quran itu hafalan, dan tidak ada hafalannya yang beda penyebutannya