Penumpang KAI tuh unik2 ya. 1) Hari ini tempat duduk gwe ditempatin orang lain. Orangnya tidur pules. Pas udah bangun gak sadar diri pindah ke bangku asalnya. 2) gw pindah tempat duduk yg kosong, ehh penumpang belakang naikin kaki ke sandaran kursi gwe. @KAI121
TNW X8 Wireless Microphone Mikrofon Nirkabel Lavalier Wireless Mic dan Charging Case Kompatibel untuk Ponsel Pad Komputer Lapel Mic https://t.co/MM1Su6Zm2s
Kementerian Lingkungan Hidup memberi sanksi dan menyegel empat perusahaan tambang nikel (PT GN, PT KSM, PT ASP dan PT MRP) yang terbukti melakukan pelanggaran serius di wilayah Raja Ampat, Papua Barat.
Keempat perusahaan itu memang mengantongi Izin Usaha Pertambangan. Tapi, hanya PT GN, PT KSM, dan PT ASP yang memiliki Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
"Penambangan di pulau kecil adalah bentuk pengingkaran terhadap prinsip keadilan antargenerasi. KLH/BPLH tidak akan ragu mencabut izin jika terbukti merusak ekosistem yang tak tergantikan," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepada Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (5/6/2025), dikutip Antara.
Pelanggaran PT ASP yaitu menambang di Pulau Manuran seluas sekitar 746 hektare tanpa sistem manajemen lingkungan dan tanpa pengelolaan air limbah larian. Di lokasi ini, KLH/BPLH memasang plang peringatan sebagai bentuk penghentian aktivitas.
PT GN beroperasi di Pulau Gag seluas 6.030,53 hektare, yang tergolong pulau kecil, sehingga aktivitas pertambangan di dalamnya bertentangan dengan UU No. 1/2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Langkah KLH/BPLH: mengevaluasi Persetujuan Lingkungan yang dimiliki PT ASP & PT GN. Izin lingkungan akan dicabut jika terbukti bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Lalu, PT MRP tak punya dokumen lingkungan dan PPKH dalam aktivitasnya di Pulau Batang Pele. Seluruh kegiatan eksplorasi dihentikan. PT KSM terbukti membuka tambang di luar izin lingkungan dan di luar kawasan PPKH seluas 5 hektare di Pulau Kawe.
Aktivitas itu menimbulkan sedimentasi di pesisir pantai. PT KSM akan disanksi administratif yakni pemulihan lingkungan serta berpotensi menghadapi gugatan perdata.
| Narasi Daily
Tagar #SaveRajaAmpat menggema akibat kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas pertambangan nikel di sana.
"Saat ini Raja Ampat, tempat yang dijuluki sebagai 'Surga Terakhir' di dunia berada di ambang kehancuran akibat pertambangan nikel. Hilirisasi nikel yang digadang bisa jadi jalan menuju transisi energi bersih telah meninggalkan jejak kehancuran di berbagai tempat mulai dari Sulawesi sampai Maluku, dan kini bahkan mengancam Raja Ampat di Papua Barat", papar Greenpeace dalam keterangan resmi di media sosial, Kamis (05/06/2025).
Menurut keterangan dari Kepala Global Greenpeace untuk Kampanye Hutan Indonesia, Kiki Taufik, penambangan nikel di Papua bakal mengancam keanekaragaman hayati juga ekowisata masyarakat setempat, khususnya di Raja Ampat. FYI, Raja Ampat memiliki beragam kekayaan alam seperti 75% terumbu karang di dunia, 1.400 jenis ikan-ikan karang, 700 invertebrata jenis moluska, hingga jadi habitat Pari Manta (Mobula birostris).
Tak hanya biota laut, hilirisasi nikel di Raja Ampat juga bisa mengancam kelangsungan hidup satwa khas Papua yang hidup di kawasan itu, misalnya cenderawasih botak (Cicinnurus respublica) atau Wilson's bird of paradise yaitu burung endemik Raja Ampat yang banyak menarik perhatian para peneliti di dunia karena keunikannya.
Saat ini semua lokasi tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat, sudah disegel dan berada di bawah pengawasan pejabat pengawasan lingkungan Hidup. Empat tambang nikel di kawasan Raja Ampat itu, di antaranya: Tambang nikel di Pulau Manura atas nama PT Anugerah Surya Pratama; Tambang nikel di Pulau Batang Pele atas nama PT Mulia Raymond Perkasa; Tambang nikel di Pulau Kawe oleh PT Kawei Sejahtera Mining, dan Tambang nikel di Pulau Gag oleh PT Gag Nikel. Pihak Greenpeace menyoroti bahwa aktivitas tambang nikel di Pulau Manuran, Pulau Kawe, dan Pulau Gag sudah merusak kurang lebih 500 hektar hutan juga vegetasi alami. Selain tiga pulau itu, ada dua pulau kecil lain yang terancam penambangan nikel ini yaitu Pulau Batang Pele dan Manyaifun.
Ketika keindahan alam Indonesia dihancurkan hanya demi kepentingan sesaat dan golongan tertentu, maka diam bukan pilihan.
Ayo bantu pertahankan keindahan Raja Ampat dari keserakahan oligarki tambang nikel di 👉https://t.co/PZxA4NUQRd
#saverajaampat#thelastparadise
Mau bantu share foto & citra satelit kondisi terkini Pulau Gag di perairan Raja Ampat, Papua yang menjadi lokasi eksploitasi tambang nikel. Foto ini dikutip dari Kompas bukan hasil bikinan AI.
Pulau Gag luasnya 6.030,53 Ha (60,30 Km²).
Ini baru kondisi Pulau Gag, belum pulau² lainnya yang jadi lahan tambang seperti Pulau Gebe, Kawe, Manuran, Batang Pele, & Manyaifun.
Yang unik citra satelit Pulau Gag di G**gle M*ps ternyata diblur, tapi di tempat lain tidak.
Berdasarkan analisis Greenpeace, eksploitasi nikel di pulau² tersebut telah membabat lebih dari 500 hektar hutan & vegetasi alami khas. Selain itu, beberapa dokumentasi menunjukkan terjadinya limpasan tanah yang memicu sedimentasi di pesisir. Peristiwa yang diduga terjadi akibat pembabatan hutan & pengerukan tanah itu berpotensi merusak karang & ekosistem perairan Raja Ampat, Papua.
Berdasarkan informasi di situs resminya, PT Gag Nikel memegang kontrak karya sejak 1998. Mulanya, saham PT Gag Nikel dimiliki oleh Asia Pacific Nickel Pty Ltd sebesar 75% & PT Antam Tbk sebesar 25%. Namun, sejak 2008 Antam mengakuisisi semua saham Asia Pacific Nickel Pty Ltd sehingga PT Gag Nikel sepenuhnya dikendalikan oleh Antam.
Berdasarkan informasi di laman Kementerian ESDM, kontrak karya PT Gag Nikel terdaftar di aplikasi Mineral One Data Indonesia (MODI) dengan nomor akta perizinan 430.K/30/DJB/2017. Perusahaan itu memiliki luas wilayah izin pertambangan 13.136,00 hektar. PT Gag Nikel mendapat izin produksi pada 2017, lalu mulai berproduksi pada 2018.
Sc : https://t.co/5WcTou9G8h
Emangnya boleh ya kereta Dharmawangsa (kursi satu arah) kursinya diputer balik sendiri? Akibatnya kursi depannya (yg awal) terjepit sandaran punggungnya gak bisa dimundurin. @KAI121 Eko-6 11C-11D 🫢
@KAI121 Terima kasih atas responnya. Tadi sih udah ada security lewat, tapi penumpang yg memutar balik kursinya gak ditegur. Sampai saya ngetik ini, kursinya masih membelakangi saya. Dan saya gak bisa memundurkan sandaran punggung. 😅
Kalah debat dengan Rocky Gerung Silvester serang pribadi dan ngajak berkelahi malahan, narsum kayak gini mah gak usah diundang mas @AimanWitjaksono@officialinews_ lebih milih pake otot daripada otak 🤨