Tolong kami 🚨🚨🚨
Tidak ada dalam amar putusan hakim kemarin yang menetapkan agar Ibam segera ditahan di dalam rumah tahanan negara.
Namun JPU Roy Riady pagi ini menyatakan akan segera eksekusi penahanan Ibam ke rutan.
Ini zalim sezalim-zalimnya. Tolong, kenapa begini negara ini. 😭
I'm looking for 50 more software engineers to join my team at https://t.co/dSpoqHsWo9 for the next week. We work with frontier labs to help them train models.
100 - 200 USD /hr. Fully remote. Hiring in 150+ countries. RT's appreciated!
https://t.co/DGV9sKw6di
Sharing my latest attempt on optimizing 3D Gaussian Splatting (3DGS) with JAX and TPU (Trillium / v6e).
Tech Article: https://t.co/lQJL9eF8qb
GitHub Repo: https://t.co/EXdTLRGEx9
Kaget banget Mas Ferry bikin video lanjutan terkait kasus Ibam.
Terima kasih telah mendukung hukum yang lebih adil dan baik untuk negara kita tercinta. 🙏🏼🙏🏼
H-6 Sidang Putusan. Mohon bantuan teman-teman sekalian untuk terus #kawalibam sampai bebas.
https://t.co/ITcV2QTKy2
Hi @ecommurz 👋🏼 Ini Ririe, makasih supportnya!
Ibam titip pesan. Kenapa dia mau fight kriminalisasi sampai titik darah penghabisan, karena ingin ujungnya semua bisa teriak lantang:
"Ngga perlu takut bantu Indonesia!"
11 hari jelang putusan, teman2 mohon bantu share di IG ya 🙏🏼
Kalau Mas @ibamarief sampai dinyatakan bersalah, dampaknya jauh melampaui satu perkara.
Negara tinggal bersiap melihat semakin banyak orang terbaik memilih menjauh, tidak peduli, atau angkat kaki.
Atau jangan-jangan memang itu yang mereka inginkan sejak awal?
Found this old chat with @ibamarief. Its deeply saddening to look back at how excited n committed he was to his work, especially during his time in govtech after turning down an offer from Meta 😕
Now he is facing 15 years n potentially 22.5 years if he cant pay the fines. Its a stark reminder for Indo professionals that working for the state can carry SERIOUS personal risk. The system does not protect those who serve it.
Apa yg dialami @ibamarief ini merupakan bentuk kesewenang2an hukum yg dilakukan oleh kejaksaan, yg bisa terjadi terhadap siapapun termasuk kita. Kami tdk tahu apakah ada oknum2 yg sedang mengejar credit point atau sekedar tolol saja. Tapi kita harus serukan Bebaskan Ibam Arief !
Bagaimana mungkin seorang konsultan tanpa kuasa dituntut lebih berat dari pejabat pengambil keputusan ini adalah ketidakadilan nyata yang harus dihentikan segera demi hukum kita wajib teriakkan Bebaskan Ibam Arief hari ini
22.5 YEARS DEMANDED FOR A MAN WHO CAME BACK TO INDO TO SERVE THE COUNTRY 😳
This is wat we could get from “mengabdi untuk negara”. It can take EVERYTHING from us and give NOTHING back.. 15 yrs in prison, potentially 22.5, because a prosecutor refuses to accept basic stock vesting concept.
The verdict in two weeks changes nothing as the damage to public trust in Indo’s justice system is already IRREVERSIBLE.
Apapun hasil akhirnya nanti, kasus ini sudah menimbulkan preseden buruk, terutama untuk teman-teman di industri IT yang saat ini mengerjakan projek pemerintah.
Kalian bisa sewaktu-waktu menjadi kambing hitam, selayaknya apa yang dialami Mas Ibam.
Maka, jika makin banyak yang menyuarakan tagar #kaburajadulu , ini sudah jadi puncak dari kemarahan mereka bahwa negara tidak hadir sama sekali untuk memberikan keadilan.
Kasus Ibrahim Arief (Ibam) dalam dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini banyak dibaca oleh banyak orang sebsgai sebuah skenario klasik: elite birokrasi sengaja mengorbankan aktor luar untuk menutupi korupsi internal.
Sebagai konsultan teknis swasta tanpa jabatan struktural, Ibam justru dituntut 15 tahun penjara plus pengganti Rp16,9 miliar, tuntutan yang jauh lebih berat daripada dua pejabat eselon yang mengakui menerima suap dari vendor.
Pelajaran yang bisa kita ambil pada kasus ini:
1. Profesional teknis dari luar sistem sangat rentan untuk dijadikan kambing hitam agar elite internal lolos dari sorotan saat proyek besar bocor.
2. Batas kewenangan formal hanyalah ilusi dalam penegakan hukum selektif yang sudah dirancang untuk melindungi lingkaran kekuasaan birokratis.
3. Saran profesional meskipun netral, tetap mudah untuk dipelintir dan dijadikan narasi “pengarahan” agar narasi korupsi punya target eksternal.
4. Aset pribadi masa lalu tetap bisa dijadikan sebagai “bukti” korupsi untuk memperkuat skenario pengorbanan.
Tanpa reformasi radikal yang mematahkan kartel birokrasi, semangat berkontribusi pada program publik hanyalah jebakan berbahaya bagi siapa pun di luar lingkaran kekuasaan.
Ringkasan tulisan istri Ibam:
~ Ibam dikenal tidak money oriented dan sering bantu dengan tulus
~ Sudah ±16 tahun berkontribusi di bidang teknologi untuk negara
~ Pernah menolak tawaran puluhan miliar demi pengabdian
~ Dituntut 15 tahun penjara + denda Rp16,9 miliar
~ Jika tidak bayar → tambahan 7,5 tahun (total 22,5 tahun)
~ Bukan pejabat negara, hanya konsultan yayasan
~ Tidak digaji dari APBN dan tidak punya kewenangan pengadaan
~ Tidak pernah mengarahkan pengadaan, justru menyarankan uji coba
~ Keputusan pengadaan dibuat oleh pejabat Eselon I
~ Nama Ibam dicatut dalam SK tanpa sepengetahuan
~ Tidak ada tanda tangan Ibam dalam dokumen
~ Tidak ada aliran dana ke Ibam (diakui dalam tuntutan)
~ Kenaikan harta Rp16,9 M dari saham lama sebelum jadi konsultan
~ Bukti tersebut ditolak oleh JPU
~ Pejabat lain terima suap ratusan juta tapi tidak jadi tersangka
~ Ada yang terbukti terima miliaran, dituntut lebih ringan (6 tahun)
~ Ibam tanpa aliran dana justru dituntut 22,5 tahun
~ Ahli IT menyatakan masukan Ibam netral, profesional, sesuai prosedur
~ Keputusan tetap sepenuhnya di tangan kementerian
~ Keluarga kehilangan penghasilan selama 1 tahun
~ Tabungan habis untuk biaya hukum dan medis
~ Kondisi kesehatan Ibam (jantung) memburuk
~ Saat ini tinggal menunggu putusan hakim
~ Keluarga berharap keadilan sesuai fakta persidangan
~ Ibam dianggap korban, bukan pelaku
~ Ada dugaan dikambinghitamkan dalam sistem
~ Ajakan untuk menyuarakan keadilan agar tidak terulang lagi
Gw keluar dari Bukalapak tahun 2020. Ya emang di tahun 2021 setelah Bukalapak ipo, jumlah kekayaan gw bertambah karena saham/RSU yg diberi ke kita selama masa kerja kita akhirnya beneran jadi real money.
Ini masak konsep sederhana kaya gini JPUnya ga ngerti? Emang zalim dasar!
Sebagai engineer Indo yang belajar banyak dari Ibam, baca ini sakit hati rasanya.
Satu-satunya saran buat teman-teman tech di titik ini: usahakan cari jalan untuk berkarier di luar negeri. Kalaupun stay, jauh-jauh dari public sector atau pemerintahan, tetap di private sector.
Teknologi di Indonesia sudah selesai. Investasi terbaik saat ini yang bisa kita berikan buat generasi berikutnya: berkarya sebaik-baiknya di luar negeri dan membangun network seluas-luasnya.
Selamat tinggal keadilan, selamat jalan teknologi Indonesia. Unicorn era was a nice ride.