Isih hurung kapok poooo, wong wongan bayaran. Disini udah fokus masalah nasional, yang situ malah fokus mbelah umat karo entuk bayaran🤑🤑🤑.
Ramasalah sihh nek ameh demo, tapi buat apa nek yang dipermasalahkan mbela kepentingan rakyat/kolektif?
cah ugm postere og AI 🤣🤣
“Karena kasusnya sepele yang kemudian sangat mengharukan itu, tidak boleh terjadi lagi. Jadi, kepada masyarakat, kalau ada masalah soal ekonomi, soal utang, soal apa saja, soal alat tulis, pendidikan terutama, sampaikan kepada kita (pemerintah). Kita akan bertindak cepat,” kata Cak Imin.
SEPELE? Pantesan uda mati, Cak, anaknya. Gak kebayang kalo dia lapor.
Yg seperti ini bukan pemandangan baru buat kami di NTT.
Memang perbaikannya harus struktural sih, ga bs nunggu pusat terus. Tapi gw selalu bingung sama dinamika politik kewenangan pusat & daerah ini.
Di satu sisi, berharap banget Pemda bs punya lebih banyak peran, namun fiskal power daerah tuh terbatas loh. Ibarat kata, tanggung jawab dan targetnya tinggi, tapi sumber uang dan design kebijakan tergantung sama pusat.
Di sisi lain, mau nyari pemimpin lokal yg track record-nya teruji pun jg susah. Biaya politik mahal krn parpol yg gak transparan. Sekalinya nyusun kebijakan, energi habis karena harus konsolidasi sana sini. Ujung2nya memperkaya diri sendiri.
Sistem politik kita bener2 uda gak bisa sih kalo gak dibenerin dari akar2nya. Dari kualitas parpol sampe ke aturan main pemilu.
Update terbaru ya, teman-teman. Sampai dengan saat ini masih dikategorikan bunuh diri oleh kepolisian setempat.
Selamat bekerja semua. Jangan berantem sesama warga. Peringatan kita harus ke atas, bukan ke samping apalagi ke bawah 🙏🏻
https://t.co/qgc2yUr50I
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.