Cutt off paling sehat adalah pergi tanpa harus menjelek-jelekan. Apapun masalahnya pasti masih ada kebaikan yang pernah dia lakukan, ga ada manusia yang sempurna. Accept it and move in.
gara-gara ngerasa gak dijadiin prioritas. Tapi makin ke sini, setelah dipikir-pikir lagi, it’s not always about me. Mungkin dia emang gak punya kapasitas untuk ngasih lebih dari apa yang dia punya saat ini.
Bukan karena gue gak berharga atau gak penting buat dia, tapi simply karena dia sendiri masih overwhelmed dan kewalahan ngurusin hidupnya.
The hardest truth to accept tuh kadang kita harus sadar: seseorang bisa aja beneran sayang sama kita, tapi di saat yang sama, dia tetep belum siap untuk jadi pasangan yang kita butuhin saat ini.
temenku pernah bilang kalo ada orang yang nggak terlalu suka bersosialisasi bukan karena sombong atau benci orang.
Mereka cuma terlalu peka. Cepat menangkap energi, membaca ketulusan, dan sadar saat sesuatu terasa nggak tulus.
Makanya, basa-basi sering terasa melelahkan.
Mereka lebih memilih hubungan yang sedikit, tapi jujur, tenang, dan tanpa topeng.
Itu bukan antisosial tp cara mereka menjaga energi dan kesehatan emosional
Pabrik-pabrik mulai pindah ke Vietnam.
Gubernur BI mundur.
Mall-mall mulai dipagari.
Rasanya kayak ada sesuatu yang lagi terjadi.
Ibarat lagi di konser. Musik masih kencang, orang-orang masih joget dan menikmati suasana.
Tapi di sudut ruangan mulai muncul asap, dan satu per satu orang mulai keluar ninggalin gedung.
HOW TO RECOGNIZE PEOPLE:
1. Fake people are always nice.
2. Envious people put others down.
3. Good people help quietly.
4. Courageous people admit when they're afraid.
5. Small minded people talk about others.
6. Great people talk about ideas.
7. Weak people look for someone to blame.
8. Strong people can forgive.
9. Stupid people believe they are always right.
10. Wise people don't argue.
11. Liars people talk a lot.
12. Happy people don't bother others.