ada buzzer yang mau diciduk sama warga fesbuk, bahkan orangnya udah sempet survey lokasi wkwkwk.
awalnya itu buzzer di threads kena doxxing, dan ybs klarifikasi minta maaf. terus sama salah satu warga fesbuk mau disamperin.
Menerima penghargaan The Freedom of the City of London.
Di Guildhall, London, balai kota yang berdiri sejak abad ke-15, ada sebuah ruangan tempat satu tradisi dijalankan selama ratusan tahun. Di ruangan itu, siang kemarin, penghargaan Freedom of the City of London kami terima. Alhamdulillah.
Prosesinya khidmat. Tidak ada kamera yg boleh menyala sampai seluruh rangkaian selesai. Hanya ada deklarasi yg dibacakan dengan kata2 yg sama seperti ratusan tahun lalu, sebuah buku besar untuk ditandatangani, jabat tangan, diakhiri satu kalimat sambutan: “a Citizen of London.”
Penganugerahaan Freedom of the City of London adalah salah satu tradisi sipil tertua di dunia. Tercatat sejak 1237, awalnya ia menandai status warga merdeka yg berhak berdagang di kota London. Kini ia diberikan kepada mereka yg dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik. Dalam daftar panjang penerimanya ada Winston Churchill, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Lee Kuan Yew, Stephen Hawking, J.K. Rowling, Tim Berners-Lee, Harry Kane, Andrew Lloyd Webber, dan banyak lainnya.
Nominasi bagi kami datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Upacara dimpimpin The City Remembrancer selaku kepala protokol. Alderman Vincent Keaveny, Lord Mayor 2021-2022, berdiri di samping mendampingi sepanjang upacara. Fery ikut hadir menyaksikan prosesi yg amat khidmat itu.
Kami sadar, yg dibawa masuk ke ruangan itu bukan nama satu orang, melainkan kerja2 kami sebelumnya, terutama saat diberi amanah di Jakarta. London memberi pengakuan terhadap kerja bersama itu, maka penghargaan ini pun kami dedikasikan menjadi milik bersama.
Dalam sambutan singkat, satu pesan disampaikan, kami ini ingin penghargaan ini diperlakukan sebagai pintu, bukan piala. Semoga lewat pintu ini makin banyak walikota, insinyur, guru, dan anak muda Indonesia yg belajar ke London, dan London juga datang belajar ke kota2 kita.
Kami menutup sambutan singkat di Guildhall kemarin dgn satu kata bahasa Indonesia. Kata yg diteriakkan bangsa ini pada 1945, dan masih diteriakkan setiap kali kita berbahagia. Kata yg dalam bahasa Inggris berarti freedom.
Merdeka!
Terima kasih, London. Sampai jumpa di Jakarta.
Nangis gue, nangis! 😭😭😭 Dikasih pemimpin model begini. Lo milih cuma gara-gara gemoy dan joget-jogetnya, sampai segala ditangisin pas lihat debatnya 😂😂😂
Isengnya gak berotak banget, bisa-bisanya mainan lempar batu ke kereta yang lagi jalan. Padahal dampaknya bisa fatal banget buat keselamatan publik.
Lagian lu salah cil, Pake nyolot lagi. Untung nggak di getok ama abang yang negur.
"Klarifikasi pasangan viral hujan-hujanan di Gacoan"
Cowok yang ngambek di Gacoan ternyata bukan ngambek karena ujang kedu dimakan sama ceweknya ya guys.
NETIZEN INDIA PANIK LIHAT VIDEO ORANG DISERET-SERET KAYAK MAYAT. TERNYATA YANG MATI CUMA KEMAMPUAN NETIZEN MEMAHAMI KONTEKS. 😭💀
Video malam hari di sekitar tempat ibadah India Selatan bikin heboh.
Ada orang berbaju merah, peserta dengan tubuh dicat menyerupai tengkorak, dan sosok terkulai yang ditarik-tarik.
Netizen langsung curiga: INI MAYAT DIPERMAINKAN?!
Padahal video tersebut dijelaskan sebagai bagian dari ritual tradisional, dengan peserta hidup yang memerankan kondisi kesurupan atau kematian secara simbolis.
Gue ngerti visualnya bikin merinding.
Tapi ada perbedaan besar antara sesuatu yang terlihat menyeramkan dan sesuatu yang benar-benar kriminal.
Bukan berarti semua praktik budaya bebas dari kritik. Keselamatan peserta tetap penting.
Tapi sebelum menuduh orang mempermainkan jenazah, minimal cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi.
KARENA DI ERA INTERNET, VIDEO 30 DETIK BISA BIKIN ORANG MERASA LEBIH PAHAM DARIPADA MASYARAKAT YANG MENJALANKAN TRADISI ITU TURUN-TEMURUN.
Yang paling horor kadang bukan ritualnya.
TAPI KEPERCAYAAN DIRI ORANG YANG SALAH PAHAM. 💀 https://t.co/cbjznAMUsD
Menurut gue pemerintah seneng sengajain buat konflik horizontal antar rakyat terutama di sosmed. padahal aslinya masih ada toleransi antar rakyat saling membantu tanpa liat agama dan suku.
Jika putusan MK yg menyatakan ijazah SMA Gibran tidak ada, tak segera ditindaklanjuti oleh @DPR_RI ,saya meyakini apa yg dikatakan oleh Rocky Gerung "akan terjadi amuk massa" benar-benar akan terjadi.
Ini contoh permulaan:
Mak mak men swiping ijazah polisi.
Kau tamat apa masuk polisi?
SMA
Bukan surat yg disetarakan kan?
Bukan
🤣🤣🤣