"Di antara para pejuang HAM, dia yang paling terkemuka. Dia tidak tergoda kemewahan hidup dan sebagainya. Teman-temannya yang lain sudah pada mewah, dia tidak. Yang dia lakukan hanya menolong orang," ujar Gus Dur ketika memperingati hari ulang tahunnya yang ke-64, Selasa, 7 September 2004 (sumber IG Usman Hamid).
Hari lahir Gus Dur bertepatan dengan hari wafatnya sosok yang disinggungnya, yaitu Munir Said Thalib. Dalam sebuah perjalanan menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Munir yang tengah bersiap melanjutkan studi di Universitas Utrecht Belanda diracun di udara. Ia pun wafat di ketinggian 40.000 kaki.
Baik Munir dan Gus Dur merupakan sosok yang begitu peduli pada demokrasi dan hak asasi manusia. Mereka tidak rela negara ini digarong oleh 'penguasa' yang semena-mena.
Untuk keduanya, Al-Fatihah...
#HarlahGusDur
Gus Dur telah meneladankan, saatnya kita melanjutkan. Melalui Temu Nasional Jaringan GUSDURian, kita bersama-sama mendalami pemikiran Gus Dur dan mengkaji fenomena sosial terkini. #tunasjaringangusdurian2025#tunasgusdurian#tunas2025
Di Temu Nasional Jaringan GSUDURian bakal ada Konferensi Pemikiran Gus Dur. Banyak banget tokoh-tokoh besar yang akan membahas pemikiran Gus Dur di acara ini.
Apa aja sih yang dibahas dalam Konferensi Pemikrian Gus Dur di Tunas Jaringan Gusdurian 2025 nanti?
Fokus isu yang akan dibahas adalah agama sebagai etika sosial, demokrasi dan supremasi sipil, dan keadilan ekologi. Buat yang mau join, bisa langsung daftar sebelum 20 Agustus, ya!
Gerakan Nurani Bangsa sampaikan delapan pesan kemerdekaan untuk pemerintah. Pemerintah diharapkan memaknai kritik publik sebagai wujud cinta, bukan permusuhan. #Polhuk#AdadiKompas
https://t.co/T5oPmu4zhn
Sebelum berpulang, Mas Imam Aziz, sempat berpesan agar kami tetap teguh menyuarakan kebenaran.
Selamat jalan, Mas Imam Aziz. Perjuanganmu akan selalu menjadi teladan bagi kami.
Segala bentuk pembungkaman kebebasan pers adalah upaya pembunuhan terhadap demokrasi. Yuk, kita saling jaga agar kebebasan pers tetap ada.
#KamiBersamaTempo
Koordinator Pelaksana Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Alissa Qotrunnada Wahid menyebut bahwa Revisi Undang-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dapat melemahkan profesionalitas tentara.
“Meskipun namanya bukan Dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tapi esensinya (jika RUU TNI) membawa senjata ke ruang sipil itu sama saja dan inilah yang ingin kita ingatkan,” kata Alissa dalam konferensi pers GNB di Jakarta, pada Selasa (18/3/2025).
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga mengingatkan agar pengesahan RUU TNI itu tidak akan mengulangi kesalahan di masa lalu pada era orde baru, sehingga butuh waktu hingga puluhan tahun untuk mengembalikan supremasi sipil dan hukum ke dalam tatanan pola bernegara demokrasi yang dianut Indonesia.
“Jangan sampai kita kembali, justru mengulangi kesalahan yang sama. Dulu 32 tahun kita harus berjuang untuk mewujudkan supremasi sipil dan hukum, bukan supremasi senjata.
Jangan sampai kita kemudian justru menegasikan pengalaman 30 tahun itu dari ruang-ruang. Ruang itu tidak akan dipakai sekarang tapi pintunya sudah dibuka dan itu yang paling berbahaya,” jelasnya.
Senada, Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan terkait penegakan supremasi hukum dan sipil bukan militer. Menurutnya, hal itu didasarkan kepada bangsa Indonesia sebagai negara yang heterogen, sehingga supremasi militer dapat mengaburkan cara pandang bernegara, bersuku, dan beragama yang berbeda-beda.
—————————————————————
Baca berita lainya di https://t.co/UtIVjcxziF
Follow @nuonlinenews
#nuonlinenews #nuonline_news #berita #berita #beritaviral#beritaterbaru #tni #polisi
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi’i Alielha atau Savic Ali menilai revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpotensi menghidupkan kembali praktik dwifungsi TNI, meskipun dalam skala yang lebih terbatas dibandingkan era Orde Baru.
“TNI punya peran di luar wilayah keamanan negara itu artinya dwi fungsi TNI, walaupun dwifungsi yang lebih terbatas, tidak sama persis dengan zaman Orba,” kata Savic saat ditemui NU Online di Hotel Acacia, Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Salah satu poin yang disoroti Savic adalah penambahan jabatan sipil bagi prajurit TNI aktif dalam revisi ini, termasuk di Kejaksaan Agung dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Menurutnya, meskipun berbeda dengan praktik dwifungsi di masa lalu, aturan ini tetap bisa menimbulkan masalah struktural dalam sistem pemerintahan.
“Zaman Orde Baru, tentara bisa jadi gubernur, bupati ditunjuk, bukan dipilih. Sekarang dwifungsi memang dalam skala yang lebih terbatas,” tambahnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Budi Gunawan menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI-Polri yang tengah dibahas tidak akan mengembalikan dwifungsi ABRI seperti di masa lalu.
—————————————————————
Baca berita lainya di https://t.co/UtIVjcxziF
Follow @nuonlinenews
#nuonlinenews #nuonline_news #beritaviral #beritaterbaru#tni #ruu #abri #dwifungsiabri #savic #savicali
Buat kalian yang ingin memperdalam kapasitas kepemimpinan, memahami pemikiran Gus Dur dan isu-isu kontemporer, jangan lewatkan Pesantren Gerakan. Semua materi ngaji diisi oleh narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya.
Link pendaftaran: https://t.co/6pKyc6Ap5e
Ingin punya keterampilan Al yang relevan di era digital? Kini saatnya.
Perempuan PandAl (@perempuanpandai) membuka kesempatan bagi 100.000 perempuan Indonesia untuk mengikuti pelatihan Al secara gratis, tanpa syarat latar belakang pendidikan atau usia.
✅ Kurikulum yang mudah dipahami
✅ Dukungan komunitas & mentor ahli
✅ Peluang karier & pengembangan diri di era digital
Program ini merupakan hasil kerja sama @nucareglobal dengan @microsoft.
Untuk daftar, kunjungi https://t.co/lNuC9pjFfh atau dengan klik link di bio akun @perempuanpandai.
#PerempuanPandAI #ArtificialIntelligence #NUCare #LAZISNU #NUCareGlobal #NUOnline #Microsoft #PandAI #NUCareGlobal #BelajarAl #MasaDepanDigital #AlForWomen #EmpowerWomen #PerempuanMelekTeknologi