Fizeram um compilado de 4 minutos mostrando os lances em que a Argentina foi favorecida contra o Egito.
Simplesmente um escândalo mundial. Quanta sujeira envolvida. 🤢
🚨 José Mourinho on Argentina vs. Egypt:
“This is daylight robbery. It’s a shame what football is becoming. How do you let the play continue, allow the goal to be scored, and only then decide to go back and cancel it? If there was a foul, stop the game immediately. Don’t wait until after the goal.
Then I ask another question—why wasn’t Argentina’s first goal reviewed with the same attention when it looked very close to offside? Why was every incident involving Argentina checked, while Egypt didn’t seem to get the same treatment?
VAR is supposed to bring fairness, not confusion. Today, it looked like every important decision went in Argentina’s favour. Football deserves better.”
Gaza Honors Egyptian Football Team Coach Hossam Hassan with a Banner of him holding the Flags of Egypt and Palestine.
The play Argentina in less than 2 hours
🚨 BREAKING : FIFA mengumumkan telah membuka investigasi atas dugaan pelecehan rasis terhadap IShowSpeed oleh suporter Argentina, yang terjadi di laga antara Argentina vs Cape Verde kemarin di Hard Rock Stadium, Miami.
Gelombang penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) menggema di Kota Palembang. Berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, seniman, mahasiswa, aktivis, hingga organisasi kemasyarakatan bersatu mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Palembang untuk segera menerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) sebagai langkah hukum preventif.
https://t.co/jLgvFxzOzM
Perlawanan Oligarki Terus Berlanjut
*Oleh : Muhammad Said Didu*
Setelah film pesta babi yang “menyerang” food state dan penngembalian lahan negara di Papua, sekarang muncul serangan ke Agrinas Palma yang diberikan kewenangan mengelola lahan hasil sitaan tim Penertiban Kawasan Hutan seluas 4,1 juta Hektar.
Serangan dilakukan dengan membuat analisis yang tidak berdasarkan fakta bahwa laba PT Agrinas Palma 2025 hanya Rp 2,7 milyar dari hasil mengelola lahan sktr 4 juta Ha.
Sesuai dengan data yang saya miliki, saya nyatakan bahwa analisis dan data yang dikemukakan tersebut adalah salah.
Data yang sebenarnya adalah sebagai berikut :
1) Lahan yang sudah disita oleh Tim PKH (Penertiban Kawasan Hutan) seluas 4,1 juta Ha - termasuk 1,1 juta Ha lahan HTI (Hutan Tanaman Industri).
2) Dari 4,1 juta Ha tersebut, yang sudah terverifikasi ke Agrinas Palma baru sktr 1,7 juta Ha.
3) Dari luas 1,7 Ha yang sudah diserahkan tersebut, yang terdapat tanaman sawit sktr Rp 730.000 Ha.
4) Dari 730.000 Ha tersebut belum semua dikuasai oleh Agrinas Palma karena masih sengketa atau dikuasai pihak lain.
5) dari luasan kebun yang dikuasai dan dikelola tersebut, laba (on balanceed) 2025 Rp 27 milyar sementara laba off balanceed Rp 2,7 trilyun.
6) laba off balanceed maksudnya laba yang belum bisa dicatat karena laba tersebut berasal dari kebun kebun yang izinnya belum clean and clear tapi sudah tersimpan di cash perusahaan.
Diduga penyebaran info sesat tersebut adalah bentuk perlawanan oligarki terhadap penyitaan asset lahan mereka.
Serangan tersebut sangat dimaklumi karena selama ini mereka berhasil menghindari penegakan hukum terhadap pelanggaran yang mereka lakukan, sebagai contoh sbb :
1) kasus 47.000 Ha kebun sawit milik DL Sitorus yang sudah incrach sejak 2007, baru bisa dieksekusi oleh rezim Prabowo tahun 2025.
2) kasus temuan tim penertiban sawit yang dibentuk Presiden Jokowi yang diketuai oleh Luhut Binsar Panjaitan seluas 3,3 juta ha - bukannya diambil negara tapi diarahkan untuk diputihkan. Saat Presiden Prabowo mengambil kekuasaan, rencana pemutihan tersebut dibatalkan dan langsung diambil alih oleh Negara.
Mari kita terus kawal perlawanan Oligarki terhadap program pemerintah untuk mengembalikan Asset Negara yg sudah dirampok oleh Oligarki.
Seorang bayi Palestina berusia empat bulan, Ahmad Maarouf Zaid, meninggal pada Ahad (5-7-2026) setelah serdadu "Israel" menghalangi keluarganya untuk mencapai rumah sakit di Ramallah, Tepi Barat terjajah.
Serdadu "Israel" menunda keluarga tersebut selama lebih dari satu jam di pos pemeriksaan militer, meskipun kondisi bayi tersebut kritis—sambil secara bersamaan menembakkan gas air mata di area tersebut. Bayi tersebut akhirnya meninggal sebelum mencapai Rumah Sakit Arab Istishari.
Ghannam mengecam kematian tersebut sebagai "noda pada hati nurani kemanusiaan," menggambarkan insiden tersebut sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan "Israel" yang membatasi pergerakan warga Palestina dan menghalangi akses ke perawatan darurat.
"Israel" mempertahankan jaringan pos pemeriksaan yang luas di seluruh Tepi Barat terjajah yang sering menghambat ambulans dan pasien.
Hingga April 2026, PBB telah mendokumentasikan 925 hambatan pergerakan semacam itu di wilayah tersebut, menyoroti pelanggaran sistemik yang terus-menerus terhadap hak fundamental warga Palestina atas perawatan kesehatan dan kebebasan bergerak.
@trtworld@sahabatalaqsha
Ancaman HIV/AIDS di Kota Palu menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data akumulasi sejak tahun 2002 hingga Mei 2026, jumlah pengidap HIV/AIDS di ibu kota Sulawesi Tengah ini telah mencapai 2.024 kasus.
Penularan HIV/AIDS di Kota Palu utamanya dipicu oleh gaya hidup berisiko tinggi. Perilaku seks menyimpang, seperti hubungan sesama jenis LGBT, laki-laki suka laki-laki atau istilah lokal ‘boti’.
https://t.co/qS0SOqD7BZ
oknum polisi mukul kaca mobil ambulance di jakpus saat mau menjemput pasien
ambulance terhambat krn rombongan kendaraan & polisi yg ngaw pejabat
harusnya si oknum paham ambulans jauh lebih prioritas saat jalanin tugas darurat dibanding mobil pejabat
Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang sebelumnya sempat diwarnai aksi penolakan oleh sejumlah pihak, akhirnya berlangsung lancar.
Dai kondang tersebut tetap melanjutkan agenda dakwahnya dan mengisi Tabligh Akbar di Masjid Al-Mutaqqin Islamic Center diikuti ribuan jamaah.