Senang sekali Indonesia dikunjungi mhs/dosen University of Rhode Island USA. ramah, belajar Land Subsidence, Banjir Jakarta, Sumur Resapan, Kesehatan Maasyarakat. Prof Thomas Boving memberi plakat kerjasama, beliau punya produk Sumur Resapan diterapkan di USA.
@aniesbaswedan
https://t.co/TIt1UUTVBz
Normalisasi 13 sungai yang dibuat untuk mampu menampung air hingga 15-20 tahun mendatang, sudah tidak akan bisa mengalirkan air ke laut. Kecuali membuat tanggul-tanggul yang tinggi.
Akhirnya pak menteri menyadari Normalisasi 13 sungai itu bukan solusi
Tourism is not just about places, it is about people
Bule yang keluhkan pedagang asongan di Kuta mah cuekin aja. Bule Pelitπ€
Kalau ingin jalan2 ke daerah sepi, ya ke Alaska.. jalan2 ke New York beda lagi karena banyak K5 π.. dst
@sandiuno@Kemenparekraf
Global Warming mengancam NKRI. Perubahan Iklim ancaman nyata. Musim Hujan yg pendek. Musim Kemarau yg panjang menuntut kita menyimpan air dalam tanah. Negara harus membangun Infrastruktur Hijau.https://t.co/PWoTQuB2YL
@jokowi@hariankompas@temponewsroom
Pasang Surut di Jakarta hanya 1.1m menutup teluk artinya Pompa Raksasa.
di Korea.. Pasang Surut 8 m, cukup pakai pintu air, Korea tidak perlu Pompa Raksasa..
Katakan GSW tetap dibangun. Sistim Saluran menuju teluk hanya 1000m3/det.. padahal Debit Air yg harus masuk 3500 m3/det.
Naturalisasi DKI adalah Solusi Banjir untuk Catchment Area DKI, bukan untuk air kiriman dari luar
Sungguh tidak mungkin Naturalisasi DKI bisa menjadi Solusi dari perusakan lingkungan daerah lain
Kemampuan KBB mengeluarkan air ke laut saat ini terbatas.
Kalau Ciliwung dinormalisasi.. Debit Ciliwung ke KBB akan meningkat... akibatnya meluap.. Jakarta akan tenggelam
Katakan sepanjang pantai Jakarta itu dibangun pompa 2500 m3/det... masalahnya saluran untuk menuju pompa itu juga tidak ada dan tidak mungkin dibangun..
Korea sudah punya Sewer System yg bagus.. hampir 98%.. air yg masuk ke reservoir relatif bersih.. tetap saja bermasalah dalam kualitas air..
Terbayang apa yg akan terjadi kalau Teluk Jakarta ditutup?.. comberan raksasa dengan biaya operasi yg sangat besar..
Pasang Surut di Jakarta hanya 1.1m menutup teluk artinya Pompa Raksasa.
di Korea.. Pasang Surut 8 m, cukup pakai pintu air, Korea tidak perlu Pompa Raksasa..
Katakan GSW tetap dibangun. Sistim Saluran menuju teluk hanya 1000m3/det.. padahal Debit Air yg harus masuk 3500 m3/det.
Sebelumnya pabrik ini membuang air ke Drainase dan Pompa. Sekarang air hujan ditampung di Bak Tampungan, Tinggi = 20 cm/(Rasio Luas Tampungan/Atap). Air digunakan dan pompa tidak perlu hidup. Pengusaha yg punya hati dan paham GELA akan untung dan tidak membanjiri orang lain.
GELA (Gerakan Lumbung Air).. Tangkap, Gunakan, Resapkan Air Hujan.. Sisanya baru dibuang..
akan sangat mendukung Masterplan Nedeco 1973 karena GELA akan menurunkan Puncak Debit Banjir yg makin meningkat akibat perubahan lahan
@aniesbaswedan@hariankompas
Kalau punya tiket pesawat ... beli dari Traveloka... sudah bisa check in... terus delay 1jam.. tiba2 maskapai cancel... jangan harap bisa refund π«π«π«π«...
Urus sendiri ke Maskapai π«π«π«π«
Curah Hujan 200 mm termasuk besar... taman rumah hanya 20%... genangkan air setinggi 50 cm ditaman itu... lengkapi dengan biopori.. tanah sudah jenuh, buang pelan2.. kita memangkas Debit Banjir 50%.. sangat berarti mengendalikan Banjir
@hariankompas@detikcom@aniesbaswedan
Model Hidrodinamika Muin dipakai untuk Flood Control Nerang River, Gold Coast Australia.. mendadak banyak yg merasa lebih pinter dan membuli tapi sayang keahlian mereka belum dilirik Ausie