Kita pernah begitu dekat
Bercengkrama di puncak malam
Terbuai...
Hingga fajar menyapa
Dan kini kita teramat jauh...asing
Bahkan untuk sekedar menyapa
Seperti nya kau enggan!!
pohon yang bernasib
kayu. merebah patah pada
musim hujan.
dingin begitu sampai.
bertukar tempat, menjuntai
patahnya.
kemarau basah,
adalah penantian.
#puisipendek
~@Hilang_Sendiri
tubuh dalam kerikil yang
mengecil, malam berlalu
tapi tak pernah menyudahi,
di sini saja, kita menemu
cinta, tanpa seseorang
atau pun mereka yang
memilih pergi, tapi tetap
saja ada rahasia, yang
ingin memastikan dia
dan aku, di antara waktu
juga jam tidurmu; kau
dan lampu ini.
Ojo wong liyo, awakmu dewe ra ngerti lan ra pingin ngerti pontang- pantingku ngadepi urip
Sak weruhmu aku nglakoni urip seneng, ngguya-ngguyu.
Tapi awakmu ra ngerti tangisku seng wedi nglarani atimu, wedi ra iso nyenengne awakmu, wedi ra iso nyukupi awakmu
Sedeluk ae pikiren
Kisah kita dalam bingkai foto;
debu berubah menjadi emas di antara kita,
jemarimu menggenggam jemariku
Kita tersenyum seolah tak ada yang berubah
hanya foto itu,
yang ingat siapa di antara kita
yang tak pernah pergi.
Β»@_teduhku
Bersembunyi dari riuhnya hari
Pada danau yang membiru
Ku bercerita tentang perempuan di kaki bukit
Padanya kuberikan semua rasa tanpa sisa
Dan...
Rindu ini tetap tumbuh meski beralas batu
@PelangiPuisi
Cinta
Mengapa harus cinta yg kau pertanyakan?
Tidakkah kau pertanyakan tentang kesetiaan?
Setianya rindu menunggumu di malam tanpa temu
Setianya rasa pada lorong waktu yg kian memudarkan cahaya
Mengapa harus cinta yg kau pertanyakan sedang setia harusnya telah memberimu jawaban
Malam- malam kian terasa makin kelam
Tiada kerlip bintang yang saling memandang
Entah, dibagian langit mana bisa kutatap indahnya bahagia
Aku mencari hingga sudut hati yang telah mati
Mungkin di sana masih tersisa setitik rasa
Rasa ikhlas meski berkali- kali tersakiti
Tuhan...
Duduk tengadah di sisi malam mencari bayangmu
Bukan untuk memilikimu kembali
Tapi hanya untuk mengenangmu
Bahwa pernah ada tawa bahagia antara kita
Pernah ada malam penuh cerita berwarna
Pernah ada nelangsa yang terobati hanya dengan peluk tanpa kata
Hanya rindu
Hanya RINDU
Gerimis turun di bukit tanpa nama
Aroma tanah basah
Duduk di pojok beranda bersama luka
Mencoba tegar namun runtuh oleh kesunyian
Teringat jelas luka- luka yang kau buat tapi mengapa hati masih saja menggenggam namamu sedangkan logika selalu berontak dan teriak
Lepaskan!
Lupakan!