Cinta
Mengapa harus cinta yg kau pertanyakan?
Tidakkah kau pertanyakan tentang kesetiaan?
Setianya rindu menunggumu di malam tanpa temu
Setianya rasa pada lorong waktu yg kian memudarkan cahaya
Mengapa harus cinta yg kau pertanyakan sedang setia harusnya telah memberimu jawaban
Malam- malam kian terasa makin kelam
Tiada kerlip bintang yang saling memandang
Entah, dibagian langit mana bisa kutatap indahnya bahagia
Aku mencari hingga sudut hati yang telah mati
Mungkin di sana masih tersisa setitik rasa
Rasa ikhlas meski berkali- kali tersakiti
Tuhan...
Duduk tengadah di sisi malam mencari bayangmu
Bukan untuk memilikimu kembali
Tapi hanya untuk mengenangmu
Bahwa pernah ada tawa bahagia antara kita
Pernah ada malam penuh cerita berwarna
Pernah ada nelangsa yang terobati hanya dengan peluk tanpa kata
Hanya rindu
Hanya RINDU
Gerimis turun di bukit tanpa nama
Aroma tanah basah
Duduk di pojok beranda bersama luka
Mencoba tegar namun runtuh oleh kesunyian
Teringat jelas luka- luka yang kau buat tapi mengapa hati masih saja menggenggam namamu sedangkan logika selalu berontak dan teriak
Lepaskan!
Lupakan!
Pergilah ramadhan dan berjanjilah kita akan berjumpa lagi
Agar bisa ku cumbu sucimu dengan cinta tulusku
Pergilah....
Allahu akbar..Allahu akbar...Allahu akbar....
sepanjang nafasku menempuh jarak tanpa jejak
tertinggal pesan tertulis sajak
telah kusediakan waktu lalu kuseduh rasa
namun tercecer tanpa cinta
#puisipendek
~@pendekdantampan
Malam begitu tenang begitu terang
Seakan seribu purnama benderang bersana
Sunyi teramat sunyi
Hingga batu yang berzikir pun jelas terdengar...
La illaha illa Allah
@PelangiPuisi