This is not a war. This is a genocide.
Post about Palestine like your life depends on it, because their lives depends on it.
Don't stop talking about Gaza. Push for a permanent ceasefire.
#URGENT
Warga #Gaza bergerak mencari perlindungan dari timur Rafah ke barat - saat tidak ada satu pun titik yang aman dari serangan udara Zionis. @palpostN
Sementara itu, Zionis terbitkan rancangan tatakota yg membagi #Gaza menjadi 2300 blok. Warga disuruh mencari bloknya…
Orang2 kaya di kota emang aneh sih, satwa liar yg harusnya stay di habitatnya malah dipelihara di rumah.
Gak tau aja kami di daerah mah hewan yg udah didomestikasi aja tetap dilepas liar loh.
Tiga buku dari Stephen Hawking ini secara berurutan saya beli di tiga kota Timur Tengah dan Afrika Utara. Di Dubai, Tunis dan Muscat. Kesimpulan besarnya, buku ini menerangkan bahwa Alam Semesta tidak diciptakan oleh Tuhan, melainkan melalui "Ledakan Besar" (Big Bang) yang digerakkan oleh Mekanika Kuantum (Quantum Mechanics).
Dalam bukunya, Hawking menulis secara rinci dengan kronologi sains yang sangat fundamental. Secara terbuka Hawking bahkan menulis; "God did not create the universe. The universe is the ultimate free lunch."
Kota-kota besar dimana saya membeli buku ini berada di negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Dijual bebas, bisa dibeli oleh siapa saja. Jadi saya tidak heran jika pernah ada berita bahwa Atheisme meningkat pesat di Timur Tengah belakangan ini.
Tapi bukan itu yang akan saya bahas, bukan soal beredarnya buku-buku Neo-Ateisme yang semakin menyudutkan pemikiran Teisme di berbagai tempat di seluruh dunia. Melainkan tidak adanya perlawanan dari para pemuka agama apapun yang sanggup membuat teori-teori pembanding terhadap kebangkitan pemikiran "agama baru" bernama "Ateisme" ini.
Pemikiran Richard Dawkins dan Hawking melenggang bebas di rak-rak toko buku. Sedangkan di sisi lain, para pemuka agama masih sibuk meyakinkan umat dengan dogma-dogma yang tidak berbanding lurus dengan meningkatnya rasa penasaran dan ambiguitas umat beragama.
Peradaban manusia berjalan dengan logikanya sendiri. Tafsir-tafsir agama tentu saja harus mampu mengakomodasi kebutuhan manusia sesuai jamannya.
Saya masih berharap ada pemuka agama yang mampu membendung gerakan "Antiteis" ini dengan pendekatan "Sains-teisme". Sayangnya hari ini para pemuka agama kita masih saja berkelindan dengan kemunculan Dajjal dan kebangkitan Imam Mahdi yang dihubungkan dengan Capres 2024. Sungguh miris dan receh sekali.
Saya hanya membayangkan ketawa "ngakaknya" Dawkins dan kawan-kawannya melihat semua kekonyolan itu sembari "membantai tuhan" tanpa ada perlawanan sama sekali. Mungkin sementara ini kita hanya bisa membalas dengan kalimat; "biarkan saja, nanti Tuhan yang akan membalas mereka".
Pemikiran harus dilawan dengan pemikiran. Cukupkah kita melawan sebuah pemikiran dengan kalimat ini? Sampai kapan? Apakah harus menunggu sampai Ateisme menjadi "agama" mayoritas di muka Bumi?
Innalillahi wa innailaihi roojiuun
Telah meninggal dunia Pendiri Mualaf Center Indonesia Koh Steven Indra Wibowo..
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu