Ini dampak tambang nikel yang kami rekam di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Sedimentasi dari aktivitas tambang mencemari sumber air warga, hingga mengancam ekosistem pesisir.
Serial Eps. 33 "Prahara Nikel" produksi @idbaruid kolaborasi @GreenpeaceID : https://t.co/HPsaaOWtmA
PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi untuk Pertamax dan Pertamax Green per Rabu (10/6/2026).
Jika sebelumnya harga Pertamax (RON 92) Rp 12.300, kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Baca di: https://t.co/0VswaYauMl
Mas Botok andalan ๐๐ผ
Mas botok passwordnya " Wong cilik mbok idak idak"
Telat dua bulan, iuran bpjs kelas 3 seharusnya bayar 280 ribu setelah di bayar tagihan jadi 980 dendane 700 ewu.
@badut_sadiz@AbraCdabra_@ocehangaluh gak akan bisa kalau militer gak pro rakyat. disini militer pro rezim semua... gede boss anggaran dan bagi2 jabatan
@thedesertrose__@fluoxetan lu mau bawa2 agama mah klo ditelusuri semua agama ada yang sesat juga.
Semua itu pilihan.. padahal bisa milih gak menyimpang
trs dia ngmg "pas kalian berjuang miskin negara gaakan kasih apa apa, pas kalian udah sukses negara akan peras kalian, pas kalian pensiun negara akan biarin kalian mati"
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
โข Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
โข Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
โข Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
โข Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
โข Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
โข Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L