Akan dialog bareng teman-teman Harvard Indonesian Student Association, Association of Indonesian Students at MIT, dan Harvard Kennedy School Southeast Asia Caucus. Sampai ketemu besok lusa di MIT Building, Cambridge!
Sebelum kembali ke Tanah Air, sore nanti akan bertemu dan berdiskusi dengan teman-teman diaspora Indonesia di Riyadh. Sampai bertemu di King Saud University!
Di halaman rumah, tiba karangan bunga ulang tahun dari warga Kampung Susun Akuarium. Tertulis di sana doa “Barakallah Fii Umrik”, semoga keberkahan menyertai sepanjang usia. Hangat rasanya. Setiap bunganya membawa ingatan kembali ke hari-hari saat bertugas sebagai Gubernur Jakarta, ketika bersama warga dan banyak pihak kami merajut kembali Kampung Akuarium, mengubahnya dari reruntuhan menjadi rumah yang layak. Ikatan yang tertanam di sana, dan di banyak kampung lain di Jakarta, ternyata masih hidup melintasi waktu.
Karangan bunga itu mengetuk pertanyaan di dalam benak. Dalam batas usia yang dititipkan, seberapa banyak yang sudah dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama? Ada yang berkata bahwa rata-rata hidup manusia berkisar 4.000 minggu saja. Setiap ulang tahun datang membawa kabar bahwa 52 minggu telah kembali berlalu, mengajak kita berpikir tentang apa saja yang sudah diperbuat di sepanjang usia yang telah berlalu, dan apa yang akan diperbuat di sisa waktunya.
Beberapa hari lalu kami sempat bertemu anak-anak muda dalam acara Humanies. Di belakang panggung terbentang kain putih bertuliskan “Stop waiting, make the change”. Kalimat sederhana yang menempel di kepala, lama setelah acara selesai.
Tulisan itu jadi pengingat. Dalam waktu hidup yang terbatas, perubahan tak perlu ditunggu. Buatlah perubahan. Jadilah perubahan. Dari karangan bunga warga Akuarium serta kalimat di acara Humanies itulah catatan refleksi ulang tahun kali ini ditulis. Gunakanlah waktu yang masih tersisa untuk meninggalkan jejak yang berarti bagi sebanyak mungkin orang.
Terima kasih untuk setiap doa dan ucapan yang mengalir hari ini. Setiap kalimatnya dirasakan satu per satu, hangatnya terlalu besar untuk dibalas dengan kata-kata. Semoga setiap minggu yang masih dititipkan kepada kita dapat dirawat dengan baik, serta dipakai untuk membawa manfaat bagi sesama.
@tempodotco Untuk daerah terpencil tapi isi beritanya di gang jakarta. Kalo beneran buat yg terpencil ya luar jkt atuh, tapi jangan lupa bawa power bank ya. Takutnya mogok tengah jalan
Ada orang naik motor di daerah 3T (terpencil), membandingkan bangunan dapur MBG (SPPG) dengan bangunan sekolah yang menerima MBG. lebih bagus bangunan SPPG daripada sekolahnya 🥲
Kasih tau kekuatan netizen
Guys, lu pada tau gak ini kejadian bener-bener bikin miris…
Seorang ibu meninggal dunia setelah terserempet iring-iringan truk TNI di jalan.
Dari kesaksian warga di lokasi, kronologinya cukup jelas dan bikin geleng kepala.
Awalnya korban lagi naik motor seperti biasa.
Tiba-tiba dari belakang ada iring-iringan truk tentara (sekitar 3 sampai 5 unit) yang melaju cukup cepat sambil klakson terus.
Korban sudah berusaha minggir ke pinggir jalan, bahkan saksi bilang posisi mereka sudah ngalah.
Tapi masalahnya, iring-iringan ini seperti lagi ngebut atau ngejar kendaraan di depan.
Salah satu truk akhirnya nyenggol motor korban dari samping/belakang, bukan sekadar mepet tapi sampai bikin korban jatuh.
Begitu jatuh:
Korban langsung terpental dan nyungsep di jalan
Posisinya masih dekat motor
Kondisinya langsung mengenaskan di tempat
Saksi yang juga ikut jatuh bilang kalau kejadian itu cepat banget mereka udah minggir tapi tetap kena.
Yang bikin makin nyesek:
- Ini bukan satu kendaraan, tapi iring-iringan besar (beberapa truk sekaligus)
- Korban itu cuma pengendara biasa yang udah berusaha ngalah
- Tapi tetap jadi korban karena situasi di jalan yang nggak terkendali
Kalau ditarik garis besar:
Ada iring-iringan kendaraan besar (militer)
Jalan dipakai dengan kecepatan tinggi
Pengendara sipil sudah mengalah
Tapi tetap terjadi senggolan fatal
Dan sampe sekarang belum ada kejelasan kasusnya gimana
media juga kagak ada yang beritain
cuma liputan 6 doang nih yang angkat
Anies Baswedan menjenguk Andrie Yunus yang masih menjalani perawatan di ruang HCU. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moril kepada Andrie Yunus terkait kasus penyiraman air keras yang menimpanya.
Sumber foto: Istimewa
#gerakanrakyat#aniesbaswedan