Ucapan “Londo Ireng” Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan “Londo Ireng”. Pernyataan tersebut bukan sekadar candaan atau gaya komunikasi personal. Ia merupakan pelabelan terhadap kelompok kritis sebagai pihak yang tidak setia kepada bangsa, bekerja untuk kepentingan asing, bahkan secara tersirat sebagai pengkhianat.
https://t.co/CrGMnwiTzQ
bayangin udah lama bareng, tapi dia masih ga ngerti kamu. gaada inisiatif sama sekali, apa-apa harus dikasih tau dulu, gabisa validasi emosi kita, setiap kita ngutarain perasaan dia selalu beranggapan kalo kita itu orang yg ribet dan egois, harus berantem dlu baru ada perubahan tapi habis itu balik lagi ke awal. bayangin, bayangin aja dulu.
Pas gw interview kerja di perusahaan multinasional beberapa waktu lalu, HRD mendadak lempar pertanyaan jebakan. "Di kantor lama gaji kamu berapa? Boleh minta slip gajinya?" Gw sempet mau langsung sebut angka. Tapi gw ingat 1 teknik negosiasi profesional. Gw jawab dengan 1 kalimat pembalik keadaan. Seketika, kendali negosiasi balik ke tangan gw.
Jawabannya: "Untuk posisi dan tanggung jawab sebesar ini, berapa range budget yang dialokasikan perusahaan?" HRD-nya tersenyum lalu sebut angka rentang budget mereka: Rp 12 - 15 Juta. Padahal gaji lama gw cuma Rp 7 Juta. Kalau gw sebut gaji lama, penawaran mereka paling cuma naik 15-20% (sekitar Rp 8,5 Juta). Gw hemat potensi kenaikan gaji jutaan rupiah.
Gw pelajari panduan negosiasi kerja profesional. Namanya Anchor Shift Technique dalam negosiasi rekrutmen. Hak kandidat menjaga kerahasiaan (confidentiality) kompensasi lama. Menilai kandidat berdasarkan market value & kualifikasi, bukan gaji masa lalu. Legitimate strategi rekrutmen profesional. Ini bukan bohong. Ini cara mempertahankan standar nilai kompetensi lo di pasar kerja.
Cara mempraktekkannya halus tapi tegas, ingat pola ini: Saat HR menanyakan gaji lama: Apresiasi pertanyaannya dengan sopan. Alihkan fokus: "Di kantor lama kompensasi gw bersifat confidential. Namun untuk peran baru ini, gw berpatokan pada market rate dan value yang bisa gw berikan." Kembalikan pertanyaan ke budget range posisi tersebut. Jangan panik, katakan dengan tenang dan percaya diri.
Tapi ada beberapa hal yg harus lo perhatikan: Jika perusahaan mewajibkan background check atau bukti slip gaji di offer letter akhir, berikan secara jujur. Jangan pernah MEMALSUKAN angka di slip gaji (ini tindak kejahatan/pemecatan). Fokus negosiasi adalah pada total reward (gaji pokok + tunjangan + bonus). Jujur pada fakta, tapi bijak pada negosiasi.
Yg bikin gw mikir: kenapa banyak pelamar kerja selalu terjebak? HRD dilatih untuk mendapatkan kandidat terbaik dengan cost seefisien mungkin. Pelamar sering merasa tertekan dan mikir kalau gak jawab bakal langsung dicoret. Ujungnya yg rugi: pekerja kompeten yg digaji di bawah standar pasar hanya karena gaji lamanya kecil.
Senjata lo cuma 1 pas ditanya gaji lama saat interview: Pindahkan patokan negosiasi dari "Berapa gaji lama lo" menjadi "Berapa value posisi baru ini". Gunakan kalimat Anchor Shift dengan tenang. Sekali lo kuasai cara ini, lo gak akan pernah lagi dihargai murah di tempat kerja baru.
Dan gw mau jujur 1 hal. Gaji lama lo adalah cerminan masa lalu di perusahaan lama. Nilai lo di perusahaan baru harus didasarkan pada beban kerja dan kontribusi yang bakal lo kasih ke depan. Jangan biarkan riwayat masa lalu membatasi potensi pendapatan lo di masa depan.
Negosiasi kerja bukan mengemis pekerjaan, tapi transaksi nilai profesional. Perusahaan butuh keahlian lo, lo butuh kompensasi yang adil. Sayang sama karier bukan cuma rajin kerja, tapi pinter memperjuangkan nilai diri di meja interview.
cc : paktejodaily
Prabowo: "Saya Diserang karena Ingin Beri Makan Bergizi"
Kawan kami yang juga diserang, dilindas, direpresi, diintimidasi, diancam, diteror, didoxing, bahkan ditangkap sewenang-wenang.
Mengkritik kebijakan adalah hak warga, sedangkan anda menganggap kritik sebagai serangan!
@kurnia3uy Kecacatan pola pikir yang mengkategorikan 'ngambekan' adalah kodrat perempuan. Emosi itu penuh dari pengendalian diri, dan tentu segelintir orang lebih banyak berpikir lewat perasaan. Tapi reaksi kamu, kamu sendiri yang kontrol. Bagus loh cowokmu soft spoken, km blajar lah dr dia
Allahu... tersentuh sekali dengan pengingat ini. 🥹
"Jangan langsung menganggap setiap ujian yang kamu hadapi adalah hukuman atas dosa-dosa masa lalumu. Allah tidak seperti manusia yang menyimpan dendam."
@Ofkazee Ga membela perselingkuhan, tapi IMO mungkin indikator bisa sembuh tidaknya ada di alasan kenapa dia selingkuh. Ada yang memang gapernah puas dan ada yang terpaksa selingkuh (biarpun caranya salah). Tapi balik lagi, sembuh enggaknya tergantung 2 jawaban diatas.
@xpeacessea Ya aneh aja kalo disebut sok pahlawan. Menurut sebagian orang yg melakukan, hal kaya gitu bentuk dari moral. Jadi terserah elo nya aj, gua yakin yg melakukan pun ga menganggap itu kewajiban, cuma kebiasaan aja. Meringankan tugas mereka juga sih. Being helpful gada ruginya.
Di negara ini,
Polisinya membunuh, Tentaranya membela oligarki, Kejaksaannya cuci uang, Seskabnya Teddy, Presidennya Prabowo, Wapresnya Gibran.
Mau berharap ke siapa?😂😂😂
Wallahi,
We only need Allah😭