Fenomena Ember Kecil Dimana
Suatubhari ada orang datang untuk berkonsultasi tentang was-was.( was-was najis) Salah satunya sebab ember kecil dan gayung jatuh terkena najis. Dan ember kecil ini memang fenomena yang merebak dimana-mana, dirumah, kantor, bahkan masjid sekalipun.
Matinya Roda Jam’iyyah Kami
Jam’iyyah ini sedang berjalan terbalik. Ketua Umum berkonflik dengan Sekjen dan Bendum. Ketua Umum juga tidak akur dengan Rais ‘Am. Sementara Rais ‘Am sendiri tidak sreg dengan Katib ‘Am (yang kebetulan masih keluarga dekat Ketum).
Akhirnya, surat resmi Syuriyah hanya ditandatangani Rais ‘Am. Surat Tanfidziyah hanya diteken Ketum. Padahal aturan mengharuskan empat tanda tangan: Rais ‘Am, Katib ‘Am, Ketum, dan Sekjen.
Ini bukan lagi soal organisasi yang macet. Ini soal mesin yang mati dan dibiarkan karatan selama berbulan-bulan. Masing-masing kubu berjalan sendiri. Jama’ah Nahdliyin bergerak tanpa arahan, tanpa bimbingan, tanpa kepemimpinan PBNU. Roda terkunci mati.
Wa ba’du, jam’iyyah ini sakit parah. Kehilangan marwah, kehilangan arah. Bukan melayani jama’ah, bahkan menggerakkan roda organisasi saja sudah tak sanggup. AD/ART sudah jadi dokumen mati.
Tagline ingin “menghidupkan kembali Gus Dur”, nyatanya sikap kritis justru hilang sama sekali. Mengaku ingin “governing NU”, tapi tata kelola PBNU sendiri remuk redam. Mengibarkan bendera khittah, malah tercebur dalam kubangan dukung-mendukung Pilpres. Mengaku berkhidmat untuk bangsa, malah gaduh sendiri soal tambang. Bicara ingin membangun peradaban dunia, tapi yang diundang justru tokoh zionis perusak peradaban.
Satu Abad NU bukan dirayakan dengan kejayaan, tapi dilewati dengan perih dan prihatin yang menyesakkan dada.
Mau sampai kapan kondisi jam’iyyah dibiarkan begini….
Al-fatihah untuk Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asy’ari dan para muassis NU lainnya 🙏🏻😰
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Dear sayang,
Kalau dirimu sering dighibahin, dirimu respon gini aja (boleh copas kok):
Untukmu yang terus menjadikanku bahan ghibah….
Aku paham, tak semua yang kepo itu benci.
Kadang orang hanya terlalu penasaran dengan hidup yang bukan miliknya, karena hidupnya sendiri belum cukup membuatnya betah.
📌 “Orang yang damai dengan dirinya, tak pernah sibuk mencari retak di hidup orang lain.”
Maka aku tidak membalas. Aku tidak meniru. Aku hanya mendoakan.
Karena membalas itu biasa,
tapi mendoakan, itulah elegansi yang tak semua orang miliki.
📌 “Semoga kamu secepatnya sibuk… seperti aku yang sibuk menata masa depan, yang bermanfaat buat sesama, bukan masa lalu orang lain.”
Semoga hatimu kelak penuh,
hingga tak perlu menumpahkan luka ke nama yang bahkan tak pernah mengurusi jalan hidupmu.
Semoga harimu kelak sibuk,
hingga tak ada waktu untuk mengurusi mereka yang tak pernah peduli dengan gosip di seputarnya.
📌 “Karena orang yang benar-benar bahagia, tidak punya waktu untuk mengawasi panggung & punggung orang lain.”
Dan semoga hidupmu kelak seindah apa yang selama ini kamu pikir tentang hidupku yang bagimu aku terlalu beruntung memilikinya.
Bahkan kamu gak tahu sih, hidupku yang sebenarnya itu jauh lebih indah dari bayanganmu. Tapi kalau kamu tahu entar kamu malah makin banyak dosa berghibah kan…
📌 “Jika kau merasa perlu menjatuhkan seseorang untuk merasa tinggi, mungkin yang perlu kau ubah adalah cara berdirimu, bukan arah orang lain berjalan.”
Dan terakhir,
Jika kau merasa hidupku terlalu terang hingga menyilaukanmu
Tenang, aku doakan kau juga menemukan cahaya itu.
Agar tak perlu lagi meredupkan orang lain untuk merasa bercahaya.
Semoga hidupmu kelak seindah hidupku.
Seindah pagi yang kutatap dengan syukur,
sekuat langkah yang kutapaki dengan niat,
sesibuk hari-hariku yang penuh makna,
dan sehangat cinta yang mengelilingiku diam-diam tanpa kuteriakkan.
📌 “Jangan terlalu sibuk menonton hidup orang lain, sampai lupa kamu punya naskah hidup sendiri yang belum kamu tulis.”
Salam damai,
dari aku—yang sudah terlalu jauh berjalan untuk menoleh ke belakang atau kanan-kiri.
**
Gimana? Asyik kan? Met wiken semuanya 🙏🏻😊
Tabik,
Nadirsyah Hosen
7 Menit Hikmah dari Gus Mus
Setelah memperkenalkan diri dan keluarga, saya langsung bertanya ini:
Abah, saat ini banyak anak muda merasa tidak perlu beragama dan cukup berbuat baik. Medsos dan Internet jadi sumber pelajaran mereka.
Bagaimana menurut Abah?
👇
@NUgarislucu@kaos_santri NU niku nek diundang jam 8 isuk, tekoe asar
Penting ora ketinggalan pas wayah amin amin
😁
posonan, sahure nyejo ngakhir. nek wes tepak ngaji sore, lungguhe nang ngarep
ngareppe parkiran
malahan ngendoki takjilan
Heheh
Istri bukan Pembantu!
Saat Anda berakad menikahinya, Anda berjanji suci u/jadi PASANGAN yg baik, bukan menjadikan istri PEMBANTU-mu!
Seberapa besar cinta, sayang, & hormat pd istri, sebesar itu pulalah Anda akan MEMBERSAMAI istri dlm urus kerja2 rumah tangga & pengasuhan anak2.
Ajarkanlah Anak Lelaki
u/ bebenah & beberes rumah: nyapu, ngepel, cuci piring, nyuci pakaian, bantu masak, pergi ke pasar dll., sehingga saat ia menikah, ia akan jadi suami tangguh yg membersamai istrinya urus pekerjaan RT & akan memuliakan istrinya sbgmn ia memuliakan Ibunya!!!
Suami yg paling dibenci!
byk hadis Rasulullah, perkataan pr Sahabat, & ulama bhw SUAMI yang PALING DIBENCI adalah suami yang MEMUKUL ISTRINYA.
Demi Allah, HARAM Anda memukul badan istri Anda! Laknat Allah turun pada suami yg menghajar istri!
Sungguh nista suami yg memukulnya!
Hidup damai bersama Korona. Bukan lagi meminta Allah mengangkat Korona, tapi bagaimana kita bisa menerimanya sebagai bagian dari hidup kita. Simak yuk artikel saya di Jawa Pos hari ini 🙏
Kiai Baidlowi Lasem: Ulama Nusantara Mendunia di Tanah Haramain
"Beliau masuk dalam kitab ‘Allamul al-Makkiyin, sebuah kitab yang menghimpun ulama besar Makkah. Di antara murid beliau adalah Kiai Maimoen Zubair dan Abuya Dimyathi Banten"
Selengkapnya..
https://t.co/ReW0ggCWpR
Klarifikasi Resmi terkait Potongan Video Guru Mulia Habibana Umar bin Hafidz yg viral belakangan ini.. Yg berisi "seolah2" beliau meminta membuka kembali Masjid di negeri kaum muslimin.. Selengkapnya silakan cek di Channel YouTube saya : Habib Nabiel Almusawa.. SUBSCRIBE yaa.. 👍