Melanjutkan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.Bersama dengan @neverokayproject dan @ibcwe_id melanjutkan diskusi tentang pentingnya menyadari dampak kekerasan terhadap perempuan terutama di tempat kerja & apa yg bisa kita lakukan untuk menciptakan ruang aman.
Jadi, menyadari tentang apa yang kita butuhkan dan apa yang cuma kita inginkan sesaat itu adalah kunci dari mindful spending. Jangan sampai mentang-mentang habis gajian, langsung beli makanan enak tapi besoknya cuma beli obat maag...
#mindfulspending#money#gajian
#StopAndKnowYourPriority, kita bukan Ariana Grande yang bisa bilang “I see it, I like it, I want it, I got it” sesuka hati. Hidup dengan kesadaran penuh pada diri sendiri yuk, agar makin mengenal dan menyadari jati diri kita.
Berarti kalau kita selalu beli sesuatu yang kita inginkan itu termasuk perbuatan mindfulness atau nggak?
Perbuatan itu akan menjadi tidak mindful kalau kita mendahulukannya dibanding sesuatu yang sebenarnya lebih kita butuhkan.
Karena, kalau kita terus menyalahkan kondisi yang terjadi di luar kita, selamanya kita akan sulit untuk berdamai dengan rasa cemas.
Jadi, #StopAndKnowYourEmotion, cukup amati perasaan yang muncul tanpa perlu menghakimi, apalagi melawan.
Sebenarnya kecemasan itu muncul karena kita terlalu percaya sama pikiran kita.
Pikiran kita itu ‘tugas’ nya adalah membuat asumsi dan memunculkan perasaan di diri kita. Sedangkan pikiran itu bisa salah atau bisa juga benar.
Lakukan pendekatan secara mindfulness dan afirmasikan pada diri sendiri bahwa
“Cemasku bukan karena kenyataan, bukan karena apa yang saya alami. Cemasku itu karena pikiranku sendiri, karena aku terlalu percaya pada pikiranku sendiri.”
Meminta bantuan profesional bukan berarti kita lemah, justru kita sudah menyadari apa yang dibutuhkan oleh diri kita sendiri. Kita tidak menyangkal adanya perasaan tersebut dan kita sudah bergerak untuk mengatasinya.
Saat rasa cemas muncul, kita bisa ngelakuin beberapa hal ini untuk meredakannya:
-Expressive Writing (Journaling): Luangkan waktu 5 menit untuk menulis semua yang kita rasakan di dalam buku. Tulis semuanya dengan kejujuran.
-Professional help: It’s okay kalau kita merasa nggak bisa menghadapinya sendiri dan membutuhkan bantuan profesional. Kita bisa meminta bantuan pada psikolog, psikiater, atau juga konselor.