32 tahun Soeharto berkuasa adalah momen penuh kesia-sian. Entah Park Chung-hee, Pinochet, dan Soeharto. Ketiganya menciptakan stabilitas kekuasaan dgn membunuh. Bedanya, Chili dan Korsel berhasil menerjemahkan otoritarianisme menjadi industralisasi & lompatan ekonomi.
Indonesia memiliki momen stabilitas yg panjang selama Orde Baru, tapi itu gak serta melahirkan transformasi ekonomi struktural yang serius.
Energi doi lebih banyak dihabiskan buat ngurusin rengekan anaknya, bagi-bagi kue dgn kroni, bukan ngebangun basis industri nasional yg berkelanjutan.
Padahal Park Chung-hee, Pinochet, dan Harto tuh ampir sama: Anti kelompok progresif, melakukan serangkain pembunuhan selama berkuasa, akrab dengan Amerika, menerima bantuan ekonomi dari Barat, dan yang paling penting sama-sama diktator militer yang brutal.
Tapi hasilnya kontras, Chili jadi salah satu negara terkaya di Amerika Latin. Korea Selatan jadi raksasa ekonomi Asia. Dan Indonesia masih kejebak dalam kasus keracunan makanan siang sekolah 😐
Ya hasilnya Indonesia ga jadi apa-apa
Jika ini bukan “kediktatoran yang sia-sia”, lalu istilah apa yang lebih tepat?
Don't stop talking about the Epstein files that they illegally concealed. If this man were Muslim, the whole world would be condemning Islam right now. Because he is Jewish, everyone is silent.
Dari semua dosa Soekarno, dosa terburuk adalah melakukan pembiaran terhadap korupsi.
Korupsi ini *secara langsung* menyebabkan kehancuran, kemiskinan, dan kelaparan Orde Lama.
Contoh bandit yang dibiarkan merampok oleh Soekarno adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto.
Pada akhir 1950an, Kepala Staf Angkatan Darat A.H. Nasution panik karena nasionalisasi perusahaan asing yang dilakukan AD ternyata dibanjiri miskelola, korupsi, dan perampokan gila-gilaan oleh perwira-perwira bawahannya.
Penanaman benih dilakukan asal-asalan. Benihnya hilang dirampok. Gaji pekerja ikut hilang. Kas perusahaan hilang bukan hanya karena dirampok, tapi karena keteledoran dan kebingungan para perwira yang mengelolanya.
Kalau koruptor zaman sekarang mencuri APBN lewat MBG, para rampok zaman dahulu ini secara langsung mencuri aset kekayaan negara sampai habis. Hutan-hutan negara berisi kayu bulat dipotong, diangkut dengan truk, dijual, kemudian truknya juga dijual. Misal Kolonel Soeharto tercatat mencuri dan menjual sebanyak 200 truk AD.
Nasution mencoba mengendalikan situasi genting ini lewat lembaga proto-KPK antikorupsi dan perbaikan tata kelola bernama Panitia Retooling Aparatur Negara, atau PARAN. Ia menjadi ketuanya.
PARAN bergegas menyidak para bandit dan rampok yang saat itu sibuk merampok habis produksi ekonomi nasional.
Salah satu bandit terbesar yang berhasil diburu dan ditangkap PARAN adalah Kolonel Soeharto, yang bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan sedang asyik mengacak-acak ekonomi Jawa Tengah.
Sayangnya, usaha PARAN untuk memberantas korupsi kandas karena "tekanan politik", sebagaimana dijelaskan akun Gerindra di bawah.
Siapa sumber paling utama "tekanan politik" itu? Jawabannya Soekarno.
Soekarno melindungi dan membekingi para koruptor.
Dalam hal ini, gw setuju dengan tweet Partai Gerindra bahwa kegagalan PARAN ini sangat menyedihkan.
Bayangkan apabila rampok dan maling jahat seperti Kolonel Soeharto berhasil ditangkap dan dibasmi oleh PARAN dan Nasution. Kolonel Soeharto, seluruh anak-anaknya, dan seluruh suami dan istri anak-anaknya tentu tidak akan dapat mengacak-acak Indonesia di kemudian hari. Admin Gerindra pasti senang.
Pada 1963, Nasution sudah tersingkir dan semua usaha antikorupsi sudah dipegang loyalis Soekarno seperti Menteri Luar Negeri / Kepala Badan Pusat Intelejen, Soebandrio.
Di bawah Soebandrio cs, usaha antikorupsi hancur dan hilang sama sekali. Indonesia habis dirampok.
Ini semakin parah setelah Djuanda meninggal. Pengelolaan ekonomi Indonesia roboh dengan mengerikan di bawah keteledoran Menteri Industri Chaerul Saleh, politisi loyalis Soekarno yang lain.
Argentina is the new Palestine!!! Zionist forces are expelling Argentinians from their land!!! So that Israeli settlers can establish the new Zion!!!
Wake up, it's too late!!!
Akhirnya kebenaran mulai terungkap.
@Google akhirnya bicara, dan isinya sama seperti yg selama ini kita sampaikan.
Google sdh investasi di Gojek jauh sebelum Nadiem jadi menteri, jadi tuduhan Nadiem pake chromebook agar Google mau investasi ke Gojek adlh tuduhan ga masuk akal.
Pada akhirnya hukum akan kembali jadi tertawaan seperti Kasus Tom Lembong. Ironi.