Twitter era terbaik masih adalah era ketika masih dibatasi di 140 karakter.
Ga ada yg nulis panjang lebar ga karuan demi engagements. Bahkan di awal-awal ga boleh ngetweet berseri banyak-banyak.
Semua berusaha nge-pack interaksi sesingkat mungkin tapi justru meaningful.
Sejujurnya gw lebih merindukan akun2 verified dari twitter dulu. Jarang ada drama, mereka biasanya orang2 kompeten di bidangnya. Verified sekarang (semenjak di beli Elon) perkara follow/unfollow aja pada ribut.
Ngeliat Purbaya yg bakal dishuffle, biasa aja gak kaget. Karena emang acakadut dari awal.
Ga tertarik juga tau penggantinya siapa karena ekonomi sudah rontok anyway.
Yang gak sabar adalah ngeliat muka anak yang selamanya akan dikenal sebagai Anak Menkeu Tergagal sepanjang Masa.
Ya emang resign itu never really a good option kecuali pindah ke tempat yang lebih baik atau ada alasan mendesak lain. Bukan karena capek endebray endebrey..
Believe me, secapek2nya kamu kerja masih lebih capek nyari kerja dan gapunya penghasilan.
RI 1 mati,
civil war imminent karena yg berada di sekitarnya pasti pada bawa pasukan masing-masing. Sipil bakal susah.
RI 2 mati,
Anak haram konstitusi tamat, Solo leveling juga selesai karena ga bakal dikasi jalan sama wowo cs lagi. Lalu jadi oposisi.
Perpecahan is gud.
27 - 28 Sept: Fancon
4-5 Oct : IGX
9 - 12 Oct : IGDX
16 - 19 Oct : Gamescom Asia
25 - 26 Oct : Indo Comic Con
One full month of Geeks & Nerds activity.
@kotakmakan Mungkin ini alasan kenapa career-progression di lini marketing/sales/customer success terasa lebih "trackable" dibandingkan lini produk/dev.
Berada di posisi Sales Director, pasti karena jago sales.
Tapi berada di posisi Tech Director, belum tentu karena jago dev.
Someone in Kamen Rider costume told you to stop doomscroling and start playing Tabletop RPG in the most Jack-Black-y way ever?
Sure why not
https://t.co/nZMlH0o9FJ