Dalam sidang uji materi UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, guru sekaligus saksi pemohon Iman Zanatul Haeri mengungkap berbagai dampak yang dirasakan guru PPPK dan honorer setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk anggaran pendidikan.
Mulai dari keterlambatan gaji dan tunjangan, bertambahnya beban kerja, berkurangnya fasilitas pendidikan, hingga menyempitnya peluang pengangkatan PPPK. Ia menegaskan gugatan ke MK menjadi “benteng terakhir keadilan” bagi para guru.
Ketika Guru menangis 😭
Dan mengadu ke @officialMKRI
Dampak MBG dan efisiensi anggaran
Banyak Guru digaji rendah
Mengadu ke Polisi, mrk punya SPPG
Mengadu ke TNI, mrk punya SPPG
Mengadu ke @DPR_RI ,mrk punya SPPG
Sampai hari ini 4 kejadian besar yang tidak di tangani serius oleh negara bahkan tidak ada tersangkanya
tersangkanya
1. Bencana banjir sumatera
* Korban jiwa: lebih 1.100 jiwa
* daya rusak: hampir seukuran p Jawa
* penegakan hukum: 0 tersangka
2. Tabrakan kereta di bekasi
* korban jiwa: 16 jiwa
* penegakan hukum: 1 tersangka
Tanpa audit mendalam terhadap kelalaian perusahan dan tetap beroperasi seperti tidak terjadi apa²
3. Kebakaran maut bus
* korban jiwa: terpanggang 16 jiwa
* penegakan hukum: 0 tersangka
Sampai sekarang tidak ada audit yang dijalankan, seperti hanya kejadian biasa aja.
4. Blackout sumatera
* korban jiwa : 3 jiwa
* Daya rusak: tak terkira
* penegakan hukum: 0 tersangka
Hanya minta maaf dan selesai begitu saja. Kan bangke
Republik ini seperti sarangnya para penjahat, mereka bahkan tak tersentuh hukum setelah merenggut ribuan nyawa dan merugikan ratusan triliun. Koncet koncet.
Ketika Guru menangis 😭
Dan mengadu ke @officialMKRI
Dampak MBG dan efisiensi anggaran
Banyak Guru digaji rendah
Mengadu ke Polisi, mrk punya SPPG
Mengadu ke TNI, mrk punya SPPG
Mengadu ke @DPR_RI ,mrk punya SPPG
Malu Cuk...
Kalian bangga atau harus malu melihat dan mendengar media² Internasional menjadikan tragedi MBG Headline krn petinggi BGN terjerat kasus korupsi.
Negara Luar pasti terbahak² melihat kebodohan bangsa ini...
::
Hanya repost konten demo dipenjara setahun.?
Kita benar² sedang dijajah oleh bangsa sendiri.
Dan kita nyata sedang dipimpin oleh para Biazingan tengik.
Aktivis diteror, yg mengkritik dikriminalisasi, yg demo diserang, dan alat negara dijadikan anjing penjaga kekuasaan.
••
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Peran Nusron Wahid di "Pesta Babi".
Tanpa dialog dan konsultasi dengan pemilik ulayat. Menganggap Papua tanah kosong dan mengira semua tanah milik negara. Salah satu ciri kolonial.
https://t.co/o8sZo5kGKq
Itu tanggung jawab Bpk sbg Menteri yg ditugaskan mengawasi Program MBG sesuai kepres.
Beginilah gaya bunglon yang lidahnya panjang.
Masih ingat :
1) saat dia pasang badan buat Meikarta
2) pasang badan kereta api cepat
3) pasang badan PSN Rempang dan PIK-2
4) membagi-bagi hutan di berbagai wilayah - terutama di Papua.
5) pasang badan buat program MBG - skrg balik badan
1. Ibunya Teddy
2. Bima Arya
3. Dudung Abdulrahman
4. Afriansyah Noor
5. Ahmad Riza Patria
6. Nanik S Deyang.
Kalau benar,apakah gak mengguncang dunia persilatan?
GILA!!! seorang pendemo di persekusi masal oleh kejati
Rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan represif oleh oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terhadap seorang demonstran viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Minggu (14/6/2026), tampak seorang peserta aksi diseret dan ditarik paksa saat diamankan di lingkungan Kantor Kejati Sultra. Meski demikian, belum diketahui kapan kejadian tersebut. Insiden itu terjadi ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sultra.
Ketegangan meningkat setelah salah seorang demonstran berhasil masuk ke area kantor yang menjadi lokasi pengamanan. Saat proses pengamanan berlangsung, seorang perekam video berupaya mendokumentasikan kejadian tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari pihak yang berada di lokasi. “Jangan menghalangi-halangi kita kerja pak, lihat pemirsa, pihak Kejati mengahalangi media,” ujar perekam dalam video.
Video yang beredar menunjukkan seorang demonstran ditarik secara paksa menuju bagian dalam kantor. Dalam rekaman itu juga terlihat tindakan menarik rambut dan pakaian demonstran yang kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai berlebihan.