Malam ini aku di atas kasur dan mencoba untuk berfikir ulang apa saja yang sudah ku lalui. Di titik ini aku merasa semakin menguat, walaupun Masih terkadang mengeluh.
Aku berjalan selayaknya manusia di muka bumi ini, dan ketika aku mampu melewati kerikil kecil ataupun batu besar, aku tak pernah berbangga diri karena pada dasarnya didalam pikiranku berkecamuk "apa selanjutnya?, medan apa yang selanjutnya harus ku lewati"
Sejujurnya orang tuaku tak pernah menghakimi kegagalanku. Tapi selayaknya manusia biasa aku terkadang menyalahkan diriku sendiri. Hey, tapi itu hanya sementara. Aku bangkit saat aku merasa "penyesalanku sudah cukup".