BAJU HITAM UDAH PUDAR JANGAN LANGSUNG DIPENSIUNKAN 😭☝🏻
Ternyata bisa dibikin hitam lagi dan kelihatan baru! Selama ini gue malah buang-buang baju yang masih bisa diselamatkan 😭
Guys, aku seorang istri sekaligus seorang ibu. Mau minta pendapat kalian.
Suamiku diundang ke acara nikahan temannya di Banten. Rencananya berangkat itu 4 cowok dan 1 cewek.
Semua nggak ada yang bawa anak atau istri. Nah, si cewek ini kebetulan single. Dia juga mantan pacarnya teman suamiku, tapi mantan pacarnya nggak ikut di rombongan ini.
Menurut kalian, aku harus bersikap gimana? Wajar nggak kalau aku marah dan overthinking? Karena dari bahasa chat temannya ini sudah ambigu.
Karena hari pernikahannya weekday, aku nggak bisa ikut karena kerja.
Tapi suamiku ini nggak ada cerita atau terbuka kalau si cewek ini ikut di rombongan dia.
Cewek ini VC suami berkali-kali, disuruh teman-temannya suami buat nanyain kepastian ikut apa nggak.
Kebetulan nggak diangkat sama suami karena ada aku di depan dia. Tapi sejak saat itu suamiku kayak gelisah.
Padahal cewek ini kenal juga sama aku. Harusnya sih hubungin aku dulu sebelum langsung ke suamiku.
Setelah tahu chat ini, aku udah omongin baik-baik ke suami. Bahkan teman-temannya pun aku chat, maksudnya apa begitu.
Tapi nggak nemu jalan keluar. Semua pada membela diri, penjelasannya muter-muter.
Wajar dong aku jadi overthinking?
Soalnya ini bukan case pertama. Sebelumnya suami juga pernah chatan sama cewek ini. Alasannya sih mau menenangkan hatinya karena habis putus sama mantannya.
Terus tiap dapat balasan chat dari cewek ini, suamiku kayak senyum-senyum senang.
Menurut kalian, kalau kalian ada di posisi aku, sebaiknya bersikap seperti apa?
Awal aku kenal Ungu, dari lagu "Demi Waktu". Diputar dimana-mana. Kalau inget crush tahun 2000an, pasti inget lagu ini. Di sini mbak Tyas Mirasih sangatlah "stunning" di mataku jaman2 sekolah dulu. Kalian ada kenangan gak sama lagu ini?
Edukasi nih gaes, aku suka banget sama jawaban kakaknya.
Untuk membesarkan anak dari 0 sampai umur 22 tahun atau lulus kuliah biaya yang dikeluarkan sekitar 500jt hingga 3M per anak.
Sedangkan pandangan dari seorang Ibu (istri) tubuh perempuan itu ada yang namanya resting pasca kehamilan, minimal 12-24 bulan. Kalo ngga resikonya bayi akan lahir secara prematur, dampak untuk si Ibu akan menyebabkan anemia hingga preklamsia.
Guys, gue seorang istri sekaligus ibu. Mau minta pendapat kalian.
Suami gue diundang ke acara nikahan temannya di Banten. Rencananya berangkatnya 4 cowok dan 1 cewek.
Nggak ada yang bawa anak atau istri. Nah, si cewek ini kebetulan single dan dia adalah mantan pacarnya temen suami gue. Tapi mantan pacarnya nggak ikut di rombongan ini.
Menurut kalian, gue harus bersikap gimana? Wajar nggak kalau gue marah dan overthinking? Soalnya dari bahasa chat temannya ini menurut gue cukup ambigu.
Karena hari pernikahannya weekday, gue nggak bisa ikut karena kerja. Tapi suami gue juga nggak cerita atau terbuka kalau si cewek ini ikut di rombongan.
Cewek ini bahkan beberapa kali VC suami gue, disuruh sama temen-temennya suami buat nanyain kepastian dia jadi ikut atau nggak. Kebetulan nggak diangkat sama suami karena waktu itu ada gue di depan dia.
Tapi sejak saat itu suami gue malah kelihatan kayak gelisah.
Padahal cewek ini juga kenal sama gue. Harusnya kalau mau nanya soal kepastian ikut atau nggak, hubungin gue dulu sebelum langsung ke suami gue, kan?
Menurut kalian gue wajar nggak kalau merasa nggak nyaman sama situasi ini?
Hidupku yang penuh trauma, sampai usia 39 tahun masih belum menikah. Aku yang susah jatuh cinta akhirnya dijodohin teman sama orang ini.
Orangnya baik, walaupun aku nggak pernah lihat dia salat. Tapi makin ke sini kok sifatnya aneh.
Tapi aku nyaman. Aku menderita bersama dia, tapi aku sayang sama dia.
Orangnya misterius, dan setelah aku telusuri lebih mendalam, ternyata ada yang aneh dan nggak normal.
Ini benar-benar nggak normal. Segala upaya aku lakuin, bujuk rayu agar dia mau ke psikiater. Akhirnya dia mau, dan didiagnosis dokter psikotik.
Pantesan sikap dia aneh. Bikin aku sakit mental juga. Silent treatment dia membunuhku, dan ternyata memang dia tidak baik-baik saja.
Mana obatnya nggak diminum. Harus gimana lagi cara supaya dia sembuh?
Udah mah aku susah jatuh cinta, giliran udah bucin kok dapetin yang seperti ini. 😭 Mana usia udah nggak muda lagi.
Dia sering abuse ke mentalku, tapi aku udah sayang banget dan kasihan sama orangnya. Pengen banget dia sembuh.
Kalau aku ninggalin dia, jahat nggak ya?
Dia orangnya benar-benar cuek. Kalau berantem, dia selalu blokir WhatsApp aku. Ngilang, nggak pernah mau menyelesaikan masalah.
Dia begitu apa pengaruh dari penyakitnya? Semoga ada dokter jiwa yang baca ini. Baiknya aku harus bagaimana?
Ada yang lebih parah yang belum bisa aku jelaskan.
Gini amat ya nyari jodoh. 🥲 Banyak plot twist-nya.
Kalau udahan, harus berapa lama lagi aku sembuhin lukanya? Mana aku orangnya susah move on.
Jadian 1 tahun aja move on-nya 10 tahun. Jadian cuma 3 bulan, jomblonya bisa 7 tahun. 🥹
Dan plot twist-nya lagi...
Teman yang ngejodohin aku ternyata orangnya jahat banget. Dia jahatin aku dan ternyata NPD akut.
Nanti aku ceritain lagi di lain waktu.
Kalau kalian di posisi aku, bakal tetap bertahan karena sayang dan berharap dia sembuh, atau memilih pergi demi diri sendiri?
Tunangan di batalin sepihak tanpa konfirmasi oleh pihak perempuan dan langsung tunangan dengan pria lain.
Padahal mereka muslim dan harus nya tahu tidak boleh menerima tunangan pria lain sebelum tunangan yang pertama di batalkan.
Dan untuk ibu yang di akhir video enteng bener jawab gitu, coba keadaan nya di balik pasti ngamuk itu ibu!
Mas nyesek nya nembus layar😭😭